Jakarta, IDN Times - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, buka suara soal kekalahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan Partai Republik di pemilihan umum (pemilu) sela 2026 ini. Mojtaba mengatakan, kekalahan tersebut tidak akan mengubah kebijakan Trump kepada Iran, terutama soal perang dan sanksi ekonomi.Ā
Mojtaba Khamenei Buka Suara soal Kekalahan Trump di Pemilu Sela AS

- Mojtaba Khamenei menilai kekalahan Donald Trump dan Partai Republik di pemilu sela AS tidak akan mengubah kebijakan Washington terhadap Iran, termasuk perang dan sanksi ekonomi.
- Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut perang AS-Iran memicu kenaikan harga bahan bakar serta kebutuhan pokok, sehingga menurunkan elektabilitas Trump dan Partai Republik.
- Partai Demokrat meraih 237 kursi parlemen dan 54 kursi senat; Trump serta Wakil Presiden J.D. Vance mengakui perang dengan Iran berkontribusi pada kekalahan Republik.
āMereka yang masih menyimpan secercah harapan bahwa perilaku sistem hegemonik dapat berubah melalui pergeseran partisan atau faksional atau yang membayangkan bahwa memberikan konsesi kepada Amerika Serikat dapat mencegahnya dari permusuhan terhadap bangsa Iran, itu sangat keliru,ā kata Khamenei dalam pernyataan tertulis yang dipublikasikan di situs webnya pada Rabu (4/11/2026), seperti dilansir Al Jazeera.Ā
1. Ketua Parlemen Iran sebut kekalahan Trump di pemilu sela akibat perang

potret Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf (commons.wikimedia.org/State Duma of the Russian Federation) Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga ikut berkomentar soal kekalahan Trump dan Partai Republik di pemilu sela AS. Ghalibaf mengatakan, kekalahan ini disebabkan oleh keputusan Trump untuk berperang dengan Iran.Ā
Ghalibaf menyebut sebagian besar warga AS tidak suka dengan manuver tersebut. Sebab, perangĀ AS dan Iran telah membuat harga bahan bakar dan bahan pokok di Negeri Paman Sam naik. Hal ini lantas membuat elektabilitas Trump dan Partai Republik menurun sehingga kalah dalam pemilu yang digelar pada Selasa (3/11/2026) kemarin.
āHati nurani atau biaya hidup rakyat Amerika mengatakan 'Tidak pada perang' dan kami mendukung pesan ini. Jika pemerintah AS mengkhianati kehendak publik mereka sendiri untuk melayani para pemberi dana dan pemeras internasional, mereka akan menyadari bahwa penolakan kita akan berujung pada mimpi buruk,ā tulis Ghalibaf di X.
2. Partai Demokrat berhasil memenangi pemilu sela AS

potret logo Partai Demokrat Amerika Serikat (unsplash.com/Kelly Sikkema) Dalam pemilu sela kemarin, Partai Demokrat berhasil menang telak atas Partai Republik yang didukung Trump. Kemenangan ini membuat partai oposisi AS tersebut kini menguasai parlemen dan senat Negeri Paman Sam. Dalam pemilu ini, Partai Demokrat berhasil mendapatkan 237 kursi parlemen dan 54 kursi senat, sedangkan Partai Republik hanya mendapatkan 139 kursi parlemen dan 44 kursi senat.Ā
Trump sendiri mengakui kekalahan Partai Republik dalam pemilu kali ini disebabkan oleh perang dengan Iran. Kendati demikian, Trump tetap bersikukuh bahwa keputusan Washington untuk memerangi Teheran sudah tepat. Namun, ia berjanji kepada rakyat AS untuk tidak melanjutkan perang atau melakukan serangan baru ke Iran.Ā
"Saya pikir sebagian dari itu adalah Iran. Iran adalah bagian dari itu. Saya melakukan hal yang benar. Saya akan melakukannya lagi," kata Trump dalam sebuah wawancara bersama Fox News, seperti dikutip The New Arab.
3. Wakil Presiden AS juga mengatakan hal serupa

JD Vance sedang melakukan upacara pelantikan sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat pada 20 Januari 2025 (commons.wikimedia.org/Office of Vice President of the United States) Wakil Presiden AS, J.D. Vance, juga mengakui bahwa perang dengan Iran telah berdampak pada kekalahan Trump dan Partai Republik di pemilu sela tahun ini. Dalam pernyataannya, Vance menyebut kepercayaan publik terhadap Trump dan partainya runtuh akibat perang tersebut.Ā
"Alasan kita kalah adalah perang. Presiden (Donald Trump) sendiri mengatakan demikian tadi malam," tulis Vance dalam sebuah unggahan di media sosial X.





















