Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat acara Workshop Pengembangan Ekosistem Halal di Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM (Balatkop UMKM) Provinsi Jawa Tengah, Sabtu, 7 November 2026. (Dok. Pemprov Jateng)
  • Sebanyak 200.815 UMKM di Jawa Tengah telah bersertifikat halal melalui program Sehati, dari total potensi sekitar 4,2 juta UMKM.

  • Pemprov Jawa Tengah menggandeng BPJPH, LPH, dan LP3H untuk mendampingi sertifikasi serta mengawasi konsistensi proses produksi halal secara berkala.

  • Destinasi wisata didorong menyediakan kuliner bersertifikat halal dan fasilitas ramah muslim, sambil memastikan informasi produk halal maupun nonhalal terbuka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 200.815 UMKM di Jawa Tengah telah memperoleh sertifikat halal melalui program Sehati, sebagai bagian penguatan ekosistem halal, pariwisata ramah muslim, dan ekonomi syariah berkelanjutan.
  • Who?
    Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, BPJPH, LPH, LP3H Hidayatullah, serta pelaku UMKM terlibat dalam penguatan sertifikasi dan pengawasan produk halal.
  • Where?
    Workshop Pengembangan Ekosistem Halal berlangsung di Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, sementara program sertifikasi mencakup UMKM di Jawa Tengah.
  • When?
    Capaian sertifikasi halal disampaikan Taj Yasin Maimoen pada Sabtu, 7 November 2026, dalam workshop pengembangan ekosistem halal.
  • Why?
    Penguatan dilakukan untuk meningkatkan jaminan produk halal, mendukung sekitar 4,2 juta UMKM, serta menunjang arah pembangunan Jawa Tengah 2027 berupa pariwisata ramah muslim dan ekonomi syariah berkelanjutan.
  • How?
    Pemprov Jateng mendorong kolaborasi dengan BPJPH, LPH, dan LP3H; pendampingan sertifikasi; pengawasan berkala; keterbukaan informasi halal dan nonhalal; serta penyediaan kuliner halal dan fasilitas pendukung di destinasi wisata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 200.815 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah tercatat telah mengantongi sertifikat halal melalui program Sehati (Sertifikasi Halal Gratis). Capaian ini menjadi pijakan kuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat ekosistem halal sekaligus menyambut pengembangan pariwisata ramah muslim dan ekonomi syariah berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat acara Workshop Pengembangan Ekosistem Halal di Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM (Balatkop UMKM) Provinsi Jawa Tengah, Sabtu, 7 November 2026.

1. Jateng dorong penguatan ekosistem halal berkelanjutan

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat acara Workshop Pengembangan Ekosistem Halal di Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM (Balatkop UMKM) Provinsi Jawa Tengah, Sabtu, 7 November 2026. (Dok. Pemprov Jateng)

Capaian tersebut akan terus ditingkatkan. Terlebih, Jawa Tengah memiliki sekitar 4,2 juta UMKM yang menjadi potensi besar dalam pengembangan ekosistem produk halal.

Menurutnya, penguatan ekosistem halal melalui kolaborasi pemerintah, lembaga pemeriksa halal, serta pelaku usaha perlu tersebut ditingkatkan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan jaminan produk halal sekaligus mendukung pengembangan pariwisata ramah muslim dan ekonomi syariah berkelanjutan.

Taj Yasin mengatakan, penguatan ekosistem halal sejalan dengan arah pembangunan Jawa Tengah pada 2027, yakni penguatan pariwisata ramah muslim dan ekonomi syariah berkelanjutan.

2. Pemprov Jateng libatkan berbagai lembaga kawal produk halal

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat acara Workshop Pengembangan Ekosistem Halal di Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM (Balatkop UMKM) Provinsi Jawa Tengah, Sabtu, 7 November 2026. (Dok. Pemprov Jateng)

Karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

"Kami membutuhkan semua stakeholder. Kami juga membutuhkan penyelia untuk pengawasan produk-produk halal yang sudah memiliki izin. Tentu, kami juga mengawal pelaku usaha yang belum mengantongi izin halal agar mendapatkan sertifikat halal," ujarnya.

Taj Yasin mengatakan, pendampingan sertifikasi halal perlu berjalan beriringan dengan pengawasan. Sertifikat halal tidak boleh sekadar menjadi dokumen perizinan, tetapi harus diikuti dengan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan konsistensi proses produksi sesuai ketentuan.

3. Destinasi wisata Jateng didorong sediakan fasilitas ramah muslim

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat acara Workshop Pengembangan Ekosistem Halal di Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM (Balatkop UMKM) Provinsi Jawa Tengah, Sabtu, 7 November 2026. (Dok. Pemprov Jateng)

Selain sertifikasi dan pengawasan, Taj Yasin juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi mengenai produk halal dan nonhalal. Menurutnya, seluruh pelaku usaha harus memberikan informasi yang jelas agar masyarakat dapat memilih produk sesuai kebutuhan dan keyakinannya.

Ia menegaskan, penguatan ekosistem halal bukan berarti membatasi keberadaan produk nonhalal. Sebaliknya, keterbukaan informasi dan penyediaan fasilitas yang memadai akan menciptakan kenyamanan bagi seluruh masyarakat.

Dalam pengembangan pariwisata ramah muslim, ia meminta agar destinasi wisata di Jawa Tengah mulai mengidentifikasi kebutuhan wisatawan muslim. Salah satunya dengan menyediakan pusat kuliner atau kedai makanan bersertifikat halal di kawasan wisata, termasuk fasilitas pendukung di hotel maupun destinasi wisata alam dan buatan.

Taj Yasin berharap kolaborasi Pemprov Jateng, BPJPH, LPH, dan LP3H Hidayatullah dapat semakin memperkuat pendampingan sekaligus pengawasan produk halal. Dengan demikian, ekosistem halal di Jawa Tengah semakin berkembang dan mampu mendukung daya saing UMKM serta sektor pariwisata daerah. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article