Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indonesia-Belgia Jajaki Pengembangan Teknologi Baterai Solid-State

3 min read
Indonesia-Belgia Jajaki Pengembangan Teknologi Baterai Solid-State
Indonesia-Belgia jajaki peluang pengembangan bersama kekayaan intelektual serta komersialisasi teknologi baterai solid-state generasi terbaru. (dok. KBRI Brussel)
  • IBC dan Avesta Holding NV menandatangani MoU untuk mengembangkan teknologi baterai solid-state dan penyimpanan energi.

  • Indonesia–EU Business Forum 2026 membahas energi bersih, teknologi digital, transportasi berkelanjutan, dan industri maju.

  • Indonesia memaparkan penguatan regulasi serta kepastian investasi bagi investor Eropa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indonesia Battery Corporation (IBC) menjalin kerja sama dengan perusahaan Belgia, Avesta Holding NV, untuk mengembangkan teknologi solid-state battery dan penyimpanan energi. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam Indonesia–EU Business Forum 2026 di Brussel.

Kerja sama ini menjadi salah satu capaian penting forum yang mempertemukan lebih dari 200 pembuat kebijakan, pemimpin dunia usaha, investor, dan pakar industri dari Indonesia dan Eropa.

Melalui MoU tersebut, IBC dan Avesta Holding NV membuka peluang pengembangan bersama kekayaan intelektual serta komersialisasi teknologi baterai solid-state generasi terbaru.

Kesepakatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa, terutama di sektor industri strategis dan teknologi penyimpanan energi.

  1. 1. Indonesia dan Eropa jajaki peluang investasi strategis

    Indonesia–EU Business Forum 2026 mengusung tema "Trade, Investment, Partnership". Forum ini diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Brussel bersama The Brussels Times, dengan memanfaatkan momentum positif dari Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Eropa (IEU-CEPA).

    Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa, Andy Rachmianto, mengatakan kedua pihak perlu menerjemahkan kesepakatan ekonomi tersebut menjadi manfaat yang nyata.

    "Kita telah menghabiskan hampir 10 merundingkan berbagai ketentuan dari kemitraan ini. Kini saatnya kita menunjukkan hasil nyata yang dapat dicapai melalui kemitraan tersebut," ujar Andy saat membuka forum, dikutip dari siaran pers, Minggu (8/11/2026).

    Sementara itu, Komisioner Eropa untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Hewan, Oliver Varhelyi, menegaskan komitmen Uni Eropa untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Indonesia.

    "Eropa siap menghadirkan investasi, inovasi, dan keahlian untuk membangun hubungan ekonomi yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," kata Varhelyi.

  2. 2. Energi bersih hingga teknologi digital jadi fokus pembahasan

    Selain kerja sama baterai, forum tersebut membahas peluang kolaborasi di berbagai sektor melalui tiga sesi diskusi panel. Topik yang diangkat mencakup energi bersih, teknologi digital, transportasi berkelanjutan, konektivitas, dan industri maju.

    Kapasitas industri Indonesia yang terus berkembang dinilai dapat dipadukan dengan keunggulan teknologi Eropa untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

    Forum ini juga memfasilitasi pertemuan bisnis secara langsung atau one-on-one business meetings. Melalui pertemuan tersebut, perusahaan Indonesia dan Eropa dapat menjajaki peluang kemitraan serta kerja sama konkret.

  3. 3. Indonesia tawarkan kepastian bagi investor Eropa

    Dalam sesi penutupan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, memaparkan upaya Indonesia untuk meningkatkan iklim investasi. Upaya tersebut mencakup penguatan regulasi nasional serta pemberian kepastian yang lebih besar bagi investor internasional.

    Penyelenggaraan forum ini juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada para peserta. Sejumlah pertunjukan seni tradisional, seperti tari Bali dan musik gamelan, serta sajian kuliner Nusantara turut memeriahkan acara.

    Secara keseluruhan, Indonesia–EU Business Forum 2026 menjadi bagian dari upaya kedua pihak untuk menindaklanjuti momentum IEU-CEPA melalui realisasi investasi, penguatan kemitraan dunia usaha, dan kerja sama ekonomi berkelanjutan.

Related Articles

See More