Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indonesia Jadi Pasar Terbesar Accor di Asia, 13 Hotel Baru Disiapkan

4 min read
Indonesia Jadi Pasar Terbesar Accor di Asia, 13 Hotel Baru Disiapkan
Potret infinity pool TRIBE Bali Kuta Beach (dok. IDN Times/TRIBE Bali Kuta Beach)
  • Indonesia menjadi pasar terbesar Accor di Asia pada 2026, dengan 13 hotel baru berkapasitas lebih dari 2.800 kamar yang disiapkan di Jakarta, Bali, Batam, dan Yogyakarta.
  • Accor mencatat 30 penandatanganan hotel di 12 negara Asia dengan 7.698 kamar; segmen midscale mendominasi melalui 16 hotel dan lebih dari 3.600 kamar.
  • Ekspansi Accor mencakup konsep greet dan rencana JO&JOE, sistem waralaba, branded residences, serta proyek mixed-use untuk mengejar pertumbuhan rekor keempat berturut-turut di Asia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indonesia menjadi pasar utama Accor di Asia dalam pengembangan bisnis perhotelan sepanjang 2026. Perusahaan perhotelan global tersebut telah menandatangani kerja sama pengembangan 13 hotel dengan total lebih dari 2.800 kamar di sejumlah destinasi Indonesia, mulai dari Jakarta, Bali, Batam, hingga Yogyakarta.

Pencapaian ini menjadi bagian dari ekspansi Accor di Asia yang mencatatkan 30 penandatanganan kerja sama hotel sepanjang 2026 hingga saat ini (year-to-date), dengan total 7.698 kamar di 12 negara. Ekspansi tersebut mencakup berbagai segmen, mulai dari hotel ekonomi hingga luxury dan lifestyle.

Indonesia memimpin jumlah proyek yang ditandatangani, disusul Vietnam dengan enam hotel dan lebih dari 2.600 kamar di Da Nang dan Phu Quoc. Pertumbuhan ini menunjukkan besarnya potensi pasar perhotelan di Asia, seiring berkembangnya kebutuhan wisatawan dan peluang investasi di sektor pariwisata.

  1. 1. Hotel kelas menengah mendominasi ekspansi Accor di Asia

    Novotel Bali Nusa Dua Hotel & Residences
    Novotel Bali Nusa Dua Hotel & Residences (IDN Times/Dwifantya Aquina)

    Dari total kerja sama yang ditandatangani Accor, segmen hotel kelas menengah (midscale) menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 49 persen dari keseluruhan kamar.

    Sebanyak 16 hotel dengan lebih dari 3.600 kamar masuk dalam segmen ini melalui sejumlah brand, yakni TRIBE, Mercure, Novotel, dan Handwritten Collection.

    Sementara itu, segmen premium mencatatkan tujuh hotel dengan lebih dari 2.200 kamar, dengan Mövenpick sebagai salah satu brand utama.

    Pada segmen ekonomi (economy), Accor menandatangani kerja sama lima hotel dengan total 1.200 kamar. ibis Styles menjadi kontributor utama dalam kategori tersebut.

    Adapun segmen luxury dan lifestyle mencatatkan dua hotel dengan total 583 kamar. Portofolio ini mencakup brand seperti Raffles, Fairmont, Sofitel, MGallery, Delano, SLS, 25hours, dan Rixos.

  2. 2. Accor bawa konsep hotel lifestyle baru ke Asia

    TRIBE Bali Legian
    TRIBE Bali Legian (IDN Times/Dwifantya Aquina)

    Accor juga memperluas pilihan akomodasi dengan menghadirkan konsep hotel yang menyasar wisatawan generasi baru, terutama mereka yang semakin mempertimbangkan pengalaman menginap, fleksibilitas, dan harga.

    Salah satunya melalui greet, brand hotel ekonomi berkonsep lifestyle yang mengedepankan pengalaman menginap lebih santai dan menyenangkan. Hotel greet pertama di kawasan Asia resmi dibuka di Bangkok pada 2026.

    Selain itu, Accor tengah mematangkan rencana untuk membawa JO&JOE ke Asia. Brand ini menawarkan konsep akomodasi bergaya hostel dengan pendekatan yang lebih modern dan menggabungkan pengalaman sosial bagi para tamu.

    Kehadiran dua konsep tersebut memperlihatkan strategi Accor dalam menjangkau segmen wisatawan yang lebih luas, termasuk pelancong muda yang mencari akomodasi dengan karakter dan pengalaman berbeda.

  3. 3. Accor perluas bisnis lewat sistem waralaba di Asia

    TRIBE Bali Legian
    TRIBE Bali Legian (IDN Times/Dwifantya Aquina)

    Selain membuka hotel baru, Accor memperkuat ekspansi melalui skema waralaba atau franchising. Model bisnis ini memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pemilik properti untuk mengelola hotel dengan dukungan brand dan jaringan internasional.

    Minat terhadap skema tersebut meningkat di sejumlah pasar Asia, termasuk Thailand, Malaysia, dan Singapura.

    Di Vietnam, Accor menjadi grup perhotelan internasional pertama yang mendaftarkan berbagai brand-nya untuk skema waralaba. Sejumlah brand yang dinilai memiliki potensi untuk dikonversi, antara lain Mercure, Handwritten Collection, ibis Styles, dan Mövenpick.

    Melalui skema ini, pemilik properti dapat memanfaatkan reputasi brand internasional, jaringan distribusi global, serta ALL Accor sebagai platform pemesanan dan program loyalitas pelanggan.

  4. 4. Accor kembangkan hunian mewah dan kawasan multifungsi

    Novotel Bali Nusa Dua Hotel & Residences
    Novotel Bali Nusa Dua Hotel & Residences (IDN Times/Dwifantya Aquina)

    Ekspansi Accor di Asia tidak hanya menyasar bisnis hotel, tetapi juga hunian berkelas atau branded residences. Melalui platform Accor One Living, perusahaan mengembangkan hunian yang menggabungkan layanan dan standar perhotelan dengan pengalaman tinggal jangka panjang.

    Dalam 12 bulan terakhir, sejumlah proyek hunian yang diumumkan Accor di Asia antara lain Raffles Residences Bali di Indonesia, SLS Residences Phuket Kamala dan SLS Residences Bangkok Sukhumvit 24 di Thailand, serta Mercure Living Genting Highlands di Malaysia.

    Accor juga melihat peluang pengembangan proyek multifungsi (mixed-use development), yakni kawasan yang menggabungkan fungsi hunian, hotel, dan fasilitas pendukung lainnya dalam satu area.

    Model pengembangan tersebut menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memperluas bisnis sekaligus menghadirkan ekosistem destinasi yang terintegrasi.

  5. 5. Accor bidik pertumbuhan rekor keempat berturut-turut di Asia

    Potret menu pemandangan dari Afterglow Kitchen & Bar, TRIBE Bali Kuta Beach
    Potret menu pemandangan dari Afterglow Kitchen & Bar, TRIBE Bali Kuta Beach (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

    Chief Development Officer Accor Asia, Andrew Langdon, mengatakan 2026 berpotensi menjadi tahun pencapaian rekor lainnya bagi perusahaan di kawasan Asia.

    Menurutnya, jumlah kerja sama yang telah ditandatangani sejauh ini sesuai dengan target perusahaan untuk mencatatkan pertumbuhan rekor selama empat tahun berturut-turut di kawasan tersebut.

    "Semakin banyak pemilik yang menyadari nilai bergabung dengan platform perhotelan yang kuat, yang menggabungkan berbagai brand yang diakui secara internasional, distribusi global, dan ALL Accor untuk mendorong pendapatan dan mendukung kinerja jangka panjang aset mereka," ujar Andrew dalam keterangan yang diterima IDN Times.

    Accor optimistis portofolio brand yang mencakup segmen luxury, lifestyle, premium, midscale, hingga economy dapat menangkap peluang pertumbuhan industri perhotelan di Asia.

    Perusahaan juga akan terus menjalin kerja sama dengan pemilik properti dan mitra untuk memperluas jangkauan destinasi, memasuki pasar potensial, serta menghadirkan konsep akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan dan pemilik bisnis.

Related Articles

See More