Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (16/11/2026) / IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan melanjutkan pembangunan JLNT PJB Muara Karang di Jakarta Utara yang mangkrak sejak era Ahok pada 2015.
  • Pramono menetapkan batas waktu maksimal tiga bulan untuk menuntaskan proyek tersebut, setelah penyelesaiannya tertunda selama bertahun-tahun.
  • Penyelesaian jalan layang ditargetkan mengurangi kemacetan di kawasan Pluit; Pramono menyebut kendala sebelumnya terkait komunikasi dan kepercayaan antarpihak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2015

Pembangunan JLNT PJB Muara Karang dimulai pada era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Jumat (6/11/2026)

Pramono Anung memutuskan proyek JLNT PJB Muara Karang dilanjutkan dan menetapkan batas penyelesaian maksimal tiga bulan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Penyelesaian proyek jalan layang non-tol PJB Muara Karang yang mangkrak sejak 2015 diputuskan untuk dilanjutkan dan dituntaskan.
  • Who?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menetapkan target penyelesaian JLNT PJB Muara Karang; proyek tersebut mulai dibangun pada era Basuki Tjahaja Purnama.
  • Where?
    JLNT PJB Muara Karang berada di Jakarta Utara, dengan penyelesaian proyek ditujukan membantu mengurangi kemacetan di kawasan sekitar Pluit.
  • When?
    Keputusan diambil Pramono dalam rapat terbatas tingkat kecamatan pada Jumat, 6 November 2026. Target penyelesaian ditetapkan maksimal tiga bulan.
  • Why?
    Proyek tertunda bertahun-tahun karena masalah komunikasi dan kepercayaan antarpihak, serta tidak dilanjutkan oleh gubernur setelah era Ahok.
  • How?
    Pramono memutuskan proyek dilanjutkan melalui rapat terbatas dan memberikan batas waktu maksimal tiga bulan untuk menuntaskan pengerjaan jalan layang tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jalan layang di Muara Karang dulu mulai dibuat saat Pak Ahok jadi gubernur, tapi lama tidak selesai. Sekarang Pak Pramono Anung bilang jalan itu harus selesai paling lama tiga bulan. Jalan layang ini diharapkan bisa membuat macet di sekitar Pluit jadi berkurang. Dulu proyeknya tertunda karena orang-orang kurang bicara dan kurang saling percaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keputusan menuntaskan JLNT PJB Muara Karang dalam batas waktu tiga bulan menunjukkan upaya pemerintah mengakhiri penundaan yang telah lama berlangsung. Dengan fokus pada penyelesaian serta perbaikan komunikasi dan kepercayaan antarpihak, proyek ini berpotensi memberi manfaat nyata melalui pengurangan kemacetan di kawasan Pluit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan penyelesaian jalan layang non-tol (JLNT) PJB Muara Karang, Jakarta Utara, dalam waktu maksimal tiga bulan. Proyek tersebut sempat mangkrak dibangun sejak era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2015.

Pramono mengatakan, penyelesaian proyek tersebut menjadi salah satu keputusan dalam rapat terbatas (ratas) yang digelar di tingkat kecamatan.

"Saya meminta untuk jalan layang non-tol PJB Muara Karang yang sudah dibangun sejak eranya Pak Ahok gak selesai-selesai dan sekarang tidak dilanjutkan," kata Pramono di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (6/11/2026).

"Tadi saya memutuskan untuk diselesaikan dan saya memberikan batas waktu maksimum 3 bulan untuk diselesaikan," ujar dia.

1. Urai kemacetan di Pluit

Gubuk berdiri di sisi atas Jalan Layang Non Tol (JLNT) yang terbengkalai di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu (27/5/2023). (ANTARA/Abdu Faisal)

Menurut Pramono, penyelesaian jalan layang tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan kemacetan di sekitar kawasan Pluit.

"Dan itu memberikan dampak apa, yang signifikan untuk kemacetan yang ada di sekitar Pluit," kata dia.

2. Target rampung tiga bulan

Satpol PP datangi PPKS di JLNT mangkrak di Pluit, Penjaringan, Jakut (dok Satpol PP

Namun, Pramono memastikan pengerjaannya kini akan dituntaskan sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan.

"Karena memang ini ditunggu sejak lama, saya juga gak tahu kenapa gak selesai-selesai, tapi saya sudah putuskan untuk diselesaikan dalam waktu tiga bulan ini," kata dia.

3. Proyek Ahok mangkrak karena soal kepercayaan

Satpol PP datangi PPKS di JLNT mangkrak di Pluit, Penjaringan, Jakut (dok Satpol PP

Pramono menjelaskan, salah satu penyebab jalan layang non-tol tersebut tak kunjung rampung selama bertahun-tahun adalah persoalan komunikasi dan kepercayaan antarpihak.

"Sering kali hal sederhana sebenarnya. Kalau saya harus mengatakan dengan jujur ya. Kenapa hal sederhana? Komunikasi," ujar dia.

Menurut dia, proyek yang dibangun pada era Ahok itu tidak dilanjutkan oleh gubernur setelahnya sehingga penyelesaiannya terus tertunda.

"Dan juga tidak ada trust, percaya. Karena tidak ada komunikasi, tidak ada trust, begitu gubernur yang sebelumnya yang membangun di era Pak Ahok yang belum selesai, enggak ada yang melanjutkan. Kalau enggak ada yang melanjutkan sampai kapan pun tidak akan pernah selesai," ucap Pramono.

Curated For You

Editorial Team

Related Article