Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Presiden Ketujuh RI, Jokowi tunjukan ijazah aslinya kepada Roy Suryo dalam persidangan (Sidang Jokowi) di PN Jakarta Timur. (Dok. Istimewa)
  • Jokowi mengaku reputasi dan kepercayaan publik terhadap dirinya menurun akibat tuduhan ijazah palsu yang dinilainya mencemarkan nama baik.
  • Dalam sidang dugaan pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jokowi hadir sebagai saksi untuk perkara dengan terdakwa Roy Suryo.
  • Jokowi menyebut survei terakhir menunjukkan 18 persen masyarakat percaya tuduhan tersebut, yang ia konversikan menjadi sekitar 34 juta orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo, mengaku reputasi dan kepercayaan publik terhadap dirinya menurun akibat tuduhan ijazah palsu. Ia mengklaim sekitar 34 juta orang di Indonesia percaya terhadap tuduhan tersebut.

Jokowi mengatakan, tuduhan ijazah palsu telah mencemarkan nama baik sekaligus reputasi yang dimilikinya.

"Ya, tercemarnya nama baik saya, Yang Mulia, dan juga reputasi yang saya miliki, Yang Mulia," ujar Jokowi saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).

Ia kemudian menyebut hasil survei terakhir menunjukkan 18 persen masyarakat Indonesia percaya terhadap tuduhan ijazah palsu tersebut.

"Karena kalau kita lihat dari survei terakhir, seingat saya 18 percaya masyarakat Indonesia percaya terhadap tuduhan ijazah palsu ini, Yang Mulia. 18 persen itu kalau dikonversi ke orang itu kurang lebih 34 juta orang percaya mengenai tuduhan ijazah palsu ini, Yang Mulia," katanya

Curated For You

Editorial Team

Related Article