Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jusuf Kalla Ajak Dekan Teknik Pelajari Teknologi Industri ke China

3 min read
Jusuf Kalla Ajak Dekan Teknik Pelajari Teknologi Industri ke China
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menyambangi Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (11/6/2026). (IDN Times/Tino)
  • Jusuf Kalla mengajak pimpinan perguruan tinggi dan dekan teknik dari Makassar ke China untuk melihat langsung perkembangan teknologi serta industri.
  • Selama empat hari, rombongan dijadwalkan mengunjungi Huawei guna membandingkan perkembangan teknologi informasi dan kemampuan teknologi Indonesia dengan China.
  • Rombongan juga akan mengunjungi industri di Jakarta untuk mempelajari penerapan teknologi, sebagai bahan pembelajaran peningkatan kemampuan teknologi dan SDM Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), mengajak sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan dekan fakultas teknik dari Makassar berkunjung ke China. Kunjungan tersebut bertujuan melihat langsung perkembangan teknologi dan industri di negara tersebut.

JK mengatakan, kunjungan itu menjadi sarana pembelajaran bagi akademisi Indonesia, juga untuk membandingkan perkembangan teknologi informasi (IT) dan penerapannya di sektor industri.

“Semua dekan-dekan fakultas teknik di Makassar, dengan juga perguruan tinggi, saya undang untuk mengunjungi China, melihat teknologi China sampai sejauh mana,” ujar JK di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (20/9/2026), dikutip dari siaran pers.

  1. 1. Rombongan akan kunjungi Huawei

    ilustrasi car showroom, Huawei, perusahaan teknologi
    ilustrasi car showroom, Huawei, perusahaan teknologi (unsplash.com/P. L.)

    JK mengatakan, salah satu agenda yang dijadwalkan adalah mengunjungi Huawei.

    Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan teknologi sekaligus membandingkannya dengan kemampuan teknologi yang telah dimiliki Indonesia.

    “Terusnya di Huawei, agar kita mengetahui perbandingannya, apa yang kita laksanakan dan apa yang negara lain, apa itu kemampuan teknologinya, supaya menjadi bahan pembelajaran kita dalam perbandingan,” kata dia.

  2. 2. Fokus pelajari teknologi informasi

    ilustrasi pameran teknologi industri China
    ilustrasi pameran teknologi industri China (pexels.com/Peter Xie)

    Kunjungan ke China akan berlangsung selama empat hari. JK mengatakan, rombongan akan fokus mempelajari perkembangan teknologi, terutama di bidang teknologi informasi atau IT.

    JK menilai, penguasaan teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam kemajuan suatu bangsa. Karena itu, pengalaman melihat perkembangan teknologi China secara langsung diharapkan dapat memberikan wawasan bagi para akademisi.

    “Sehingga teknologi itu menjadi bagian daripada kemajuan bangsa ini. Karena itu China sangat maju teknologi, kita lihat kemajuannya, bagaimana mereka mencapai itu, dan bagaimana cara juga kita dapat maju,” ujar JK.

  3. 3. Rombongan juga melihat industri di Jakarta

    Ilustrasi Cuaca Panas Jakarta.
    Ilustrasi Cuaca Panas Jakarta. (IDN Times/Sunariyah)

    Selain melihat perkembangan teknologi di China, JK mengatakan, rombongan dijadwalkan mengunjungi sejumlah industri di Jakarta.

    Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari penerapan teknologi dalam kegiatan industri.

    JK menilai pembelajaran mengenai teknologi tidak hanya dilakukan dengan melihat perkembangannya, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut diterapkan secara langsung.

    “Kemudian juga setelah itu melihat beberapa industri di Jakarta sebagai pembelajaran bahwa teknologi juga harus dapat diterapkan di industri, bagaimana penerapan teknologi di industri,” ujar dia.

    Sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan fakultas teknik dari Makassar turut mendampingi JK dalam kunjungan tersebut, yaitu Wakil Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Ir. Suharman Hamzah, Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar, serta pimpinan dan dekan dari UIN Alauddin Makassar, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Islam Makassar, Universitas Bosowa, Universitas Muhammadiyah Makassar, dan Institut Teknologi dan Bisnis Kalla.

    "Pengalaman melihat perkembangan teknologi serta penerapannya dalam industri dapat menjadi bahan pembelajaran bagi perguruan tinggi untuk ikut mendorong peningkatan kemampuan teknologi dan sumber daya manusia Indonesia," ucap JK.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More