Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jusuf Kalla Sebut Kurangi Subsidi Lebih Baik untuk Hemat BBM daripada WFH
Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Jusuf Kalla menyarankan pemerintah mengurangi subsidi BBM untuk menekan defisit dan utang negara di tengah kenaikan harga minyak dunia.
  • Menurut JK, harga BBM murah membuat masyarakat tidak berhemat dan justru meningkatkan beban subsidi yang berdampak pada naiknya utang negara.
  • JK menilai pengurangan subsidi lebih efektif menghemat BBM dibanding kebijakan WFH, karena masyarakat akan menyesuaikan penggunaan kendaraan secara alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2005

Jusuf Kalla menyebut bahwa pada tahun ini tidak terjadi demo saat pemerintah menjelaskan dengan baik alasan pengurangan subsidi BBM.

2014

Jusuf Kalla kembali menegaskan bahwa pada tahun ini juga tidak ada demo karena masyarakat memahami penjelasan pemerintah terkait pengurangan subsidi BBM.

5 April 2026

Di kediamannya di Jakarta Selatan, Jusuf Kalla menyarankan pemerintah mengurangi subsidi BBM daripada menerapkan WFH untuk menghemat bahan bakar. Ia menilai langkah tersebut lebih efektif dan dapat mencegah defisit anggaran.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Jusuf Kalla menyarankan pemerintah untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebagai langkah penghematan anggaran, dibandingkan menerapkan kebijakan work from home (WFH) guna menghemat konsumsi BBM.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, dalam komentarnya mengenai kebijakan subsidi energi dan efisiensi penggunaan BBM.
  • Where?
    Pernyataan tersebut disampaikan di kediaman Jusuf Kalla yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan.
  • When?
    Pernyataan ini disampaikan pada Minggu, 5 April 2026.
  • Why?
    Menurut Jusuf Kalla, pengurangan subsidi diperlukan agar defisit anggaran dan utang negara tidak terus meningkat akibat tingginya beban subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia.
  • How?
    Ia menjelaskan bahwa dengan menaikkan harga BBM melalui pengurangan subsidi, masyarakat akan terdorong berhemat dan penggunaan kendaraan pribadi dapat berkurang lebih efektif dibanding kebijakan WFH.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Jusuf Kalla bilang lebih baik uang bantu untuk bensin dikurangin daripada orang kerja dari rumah. Katanya kalau bensin murah, orang jadi boros dan utang negara bisa tambah banyak. Kalau harga bensin naik, orang mungkin marah sebentar tapi nanti bisa biasa lagi. Sekarang dia minta pemerintah jelaskan supaya semua orang mengerti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Jusuf Kalla menyoroti pentingnya kebijakan fiskal yang lebih berkelanjutan dengan menekan subsidi BBM untuk menjaga keseimbangan anggaran negara. Ia menilai langkah ini dapat mendorong masyarakat lebih bijak menggunakan energi, mengurangi ketergantungan pada utang, dan menciptakan kesadaran kolektif tentang efisiensi tanpa harus membatasi aktivitas ekonomi melalui WFH.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menyarankan pemerintah mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) daripada melakukan work from home (WFH). Menurut dia, di tengah naiknya harga minyak dunia, pengurangan subsidi BBM merupakan hal yang perlu dilakukan agar tidak terjadi defisit anggaran.

"Kita minta agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga dan itu dilakukan di banyak negara," ujar JK di kediamannya, Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026).

1. Bila harga BBM tetap murah, tidak ada penghematan

Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (IDN Times/Ilman Nafi'an)

JK mengatakan, bila harga BBM tetap murah, tidak ada penghematan. Sebab, masyarakat akan tetap membeli BBM seperti biasa.

"Karena kalau harga murah seperti sekarang orang cenderung tidak berhemat. Dia akan jalan, macet, jalan karena murah BBM. Di samping itu subsidi akan meningkat terus. Nah kalau meningkat terus maka utang naik terus," ujar dia.

"Jadi itulah sebabnya memang ada mengatakan jangan dinaikkan, iya betul, tidak dinaikkan mungkin sementara bagus tetapi utang akan menumpuk dengan subsidi yang besar. Itu yang paling berbahaya untuk kita semua. Kalau utang, semua kita kena. Ah itu masalah utang, masalah energi," sambungnya.

2. Protes kenaikan BBM hanya sementara

Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (IDN Times/Ilman Nafi'an)

JK mengatakan, apabila pemerintah menaikkan harga BBM, protes masyarakat hanya berlangsung sementara. Nantinya, masyarakat bisa menyesuaikan diri dalam penggunaan BBM.

"Ya, pasti sementara ada protes, tapi ingat yang paling banyak memakai BBM yang punya mobil, ya, yang punya mobil itu pertama dia lebih mampu jadi kalau naik saja 20-30 persen itu bagi mereka tentu tidak, biasa saja. Kedua, kalau motor tentu, bisa diatur," ujar dia.

JK mengatakan, pemerintah seharusnya bisa menjelaskan kepada masyarakat dengan baik. Apabila masyarakat dijelaskan dengan baik, maka mereka akan memahami alasan subsidi dikurangi.

"Pengalaman saya 20 tahun memang kalau dijelaskan kepada rakyat dengan baik, rakyat akan menerima. 2005, 2014, tidak ada demo karena kita jelaskan dengan baik. Apalagi ini masalah eksternal (ada perang)," ujar dia.

3. JK anggap lebih baik kurangi subsidi daripada WFH untuk hemat BBM

Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (IDN Times/Ilman Nafi'an)

JK menganggap lebih baik mengurangi subsidi daripada WFH untuk menghemat BBM.

"Kalau itu beban pemerintah artinya defisit, artinya utang, artinya beban kita semua. Ya, lebih baik kepada yang, agar kalau naik itu yang motor pasti kurang, pasti tinggal di rumah, pasti mungkin naik kendaraan umum macam-macam. Itu lebih efektif dibanding tadi itu harus semua tinggal di rumah, tapi dia keluar juga karena 3 hari itu long weekdays (long weekend), ya, mungkin keluar kota malah orang, ya, seperti itu," ucap dia.

Editorial Team