Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). (Dok. Pemprov DKI)
Sementara itu, Segmen 1A sepanjang 270 meter belum masuk tahap pengerukan karena masih terdapat bangunan di sisi jalan dan menunggu penataan kawasan. Perbaikan turap sepanjang 270 meter pada segmen tersebut telah dilakukan pada 2025.
Adapun di Segmen 2, pengerukan baru mencapai 35 meter dari total 430 meter. Proses pengepukan dilakukan secara estafet dan belum masuk tahap loading. Untuk Segmen 3, dari Blok G Pasar Tanah Abang hingga Jalan Jatibaru sepanjang 880 meter, penanganannya masih dalam tahap perencanaan karena keterbatasan akses alat dan area pemuatan.
“Di Segmen 2, pengerukan baru mencapai 35 meter dari 430 meter, di mana proses pengepukan dilakukan secara estafet dan belum masuk tahap loading. Untuk Segmen 3, dari Blok G Pasar Tanah Abang sampai Jalan Jatibaru sepanjang 880 meter, penanganannya masih dalam proses perencanaan karena akses alat dan loading terbatas,” ujar Pramono.
Melihat kondisi di sepanjang aliran tersebut, Pramono memutuskan penanganan tidak berhenti pada pengerukan sedimentasi. Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan penataan kawasan terpadu yang mencakup pembangunan turap, pembenahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) komunal, serta penghijauan bantaran.
“Hari ini saya sengaja datang kembali ke Anak Kali Krukut, dan saya memutuskan bahwa penanganan ini tidak bisa lagi hanya sekadar menggali lumpur. Kita akan menata ini menjadi kawasan terpadu sepanjang 2,3 kilometer secara matang, termasuk pembangunan turap, penataan MCK komunal yang lebih baik, serta penghijauan di sepanjang bantaran,” ucap dia.