Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kali Krukut Dikeruk, Pramono Imbau Warga Tak Buang Sampah ke Sungai
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). (Dok. Pemprov DKI)
  • Gubernur DKI Pramono Anung mengimbau warga tidak membuang sampah ke Anak Kali Krukut agar pengerukan tidak sia-sia dan sungai tidak kembali tersumbat.

  • Pengerukan Anak Kali Krukut sepanjang 2.315 meter melintasi Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali, dibagi lima segmen dengan progres berbeda.

  • Pemprov DKI menyiapkan penataan terpadu sepanjang 2,3 kilometer, meliputi pembangunan turap, pembenahan MCK komunal, dan penghijauan bantaran sungai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pengerukan Anak Kali Krukut sepanjang 2.315 meter sedang dilakukan, disertai rencana penataan kawasan terpadu berupa pembangunan turap, pembenahan MCK komunal, dan penghijauan bantaran.
  • Who?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta warga di sekitar Anak Kali Krukut terlibat dalam penanganan dan imbauan menjaga sungai.
  • Where?
    Penanganan berlangsung di Anak Kali Krukut, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, melintasi Kelurahan Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali.
  • When?
    Pramono Anung meninjau pengerukan pada Senin, 28 September 2026. Perbaikan turap sepanjang 270 meter di Segmen 1A telah dilakukan pada 2025.
  • Why?
    Pengerukan dilakukan untuk menangani sedimentasi dan mencegah sungai kembali tersumbat. Pramono meminta warga tidak membuang sampah ke sungai karena sampah dapat mempercepat penyumbatan.
  • How?
    Pekerjaan dibagi dalam lima segmen. Di kawasan padat, sebagian material diangkut manual karena alat berat sulit dimobilisasi; Segmen 3 masih dalam perencanaan akibat keterbatasan akses alat dan area pemuatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Pramono melihat Kali Krukut di Tanah Abang sedang dikeruk dari lumpur dan kotoran. Ia meminta warga jangan buang sampah ke sungai, supaya sungai tidak mampet lagi. Pekerjaan sudah jalan di beberapa bagian, tapi ada yang masih susah karena rumah-rumah dekat sekali. Nanti tepi sungai juga akan dibuat lebih rapi dan hijau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penanganan Anak Kali Krukut menunjukkan upaya yang mulai berjalan sekaligus disiapkan secara menyeluruh. Pengerukan telah mencatat kemajuan di sejumlah segmen, meski akses kawasan padat menuntut kerja manual. Rencana turap, pembenahan MCK komunal, dan penghijauan bantaran memberi arah penataan yang melampaui pengangkatan sedimentasi, dengan kesadaran warga sebagai penopang kebersihan aliran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta warga ikut menjaga Anak Kali Krukut dengan menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai. Pesan tersebut disampaikan saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

“Kami meminta kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran agar tidak membuang sampah ke sungai. Percuma kita lakukan perbaikan jika kebiasaan membuang sampah masih ada, karena hal itu akan membuat sungai cepat tersumbat kembali,” ujar Pramono dikutip dalam keterangan tertulis.

1. Pengerukan kali Krukut sepanjang 2.315 meter

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). (Dok. Pemprov DKI)

Anak Kali Krukut yang ditangani melintasi tiga kelurahan, yakni Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali. Pengerjaan dibagi menjadi lima segmen sesuai kondisi masing-masing lokasi.

“Anak Kali Krukut yang kita tangani di kawasan Tanah Abang ini panjang keseluruhannya 2.315 meter. Ruasnya melewati tiga kelurahan, yaitu Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali, yang kita bagi menjadi lima segmen pengerjaan,” kata dia.

2. Pengerukan di beberapa segmen

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). (Dok. Pemprov DKI)

Progres terjauh berada di Segmen 1C, dari Jalan Jati Bunder hingga Jalan Lontar Raya. Pengerukan telah mencapai 376 meter dari total 390 meter dengan volume material yang diangkat sekitar 2.494,2 meter kubik.

Di Segmen 1B, dari Jembatan Rel hingga Jalan Jati Bunder, pengerukan telah mencapai 91 meter dari total 345 meter, dengan volume 236 meter kubik. Kepadatan permukiman membatasi mobilisasi alat berat sehingga sebagian pengangkutan material harus dilakukan secara manual.

“Di sini kawasan sangat padat, sehingga mobilisasi alat berat sulit dan sebagian pengangkutan harus dilakukan secara manual,” kata Pramono.

3. Pramono siapkan penataan kawasan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). (Dok. Pemprov DKI)

Sementara itu, Segmen 1A sepanjang 270 meter belum masuk tahap pengerukan karena masih terdapat bangunan di sisi jalan dan menunggu penataan kawasan. Perbaikan turap sepanjang 270 meter pada segmen tersebut telah dilakukan pada 2025.

Adapun di Segmen 2, pengerukan baru mencapai 35 meter dari total 430 meter. Proses pengepukan dilakukan secara estafet dan belum masuk tahap loading. Untuk Segmen 3, dari Blok G Pasar Tanah Abang hingga Jalan Jatibaru sepanjang 880 meter, penanganannya masih dalam tahap perencanaan karena keterbatasan akses alat dan area pemuatan.

“Di Segmen 2, pengerukan baru mencapai 35 meter dari 430 meter, di mana proses pengepukan dilakukan secara estafet dan belum masuk tahap loading. Untuk Segmen 3, dari Blok G Pasar Tanah Abang sampai Jalan Jatibaru sepanjang 880 meter, penanganannya masih dalam proses perencanaan karena akses alat dan loading terbatas,” ujar Pramono.

Melihat kondisi di sepanjang aliran tersebut, Pramono memutuskan penanganan tidak berhenti pada pengerukan sedimentasi. Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan penataan kawasan terpadu yang mencakup pembangunan turap, pembenahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) komunal, serta penghijauan bantaran.

“Hari ini saya sengaja datang kembali ke Anak Kali Krukut, dan saya memutuskan bahwa penanganan ini tidak bisa lagi hanya sekadar menggali lumpur. Kita akan menata ini menjadi kawasan terpadu sepanjang 2,3 kilometer secara matang, termasuk pembangunan turap, penataan MCK komunal yang lebih baik, serta penghijauan di sepanjang bantaran,” ucap dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article