Profil kapal induk KRI Sriwijaya-100 (part 2). (IDN Times/Sukma Shakti)
Ali mengungkap sejumlah pekerjaan rumah setelah KRI Sriwijaya-100 resmi jadi alustsista TNI AL. Salah satunya, penggantian perangkat komunikasi kapal yang saat ini masih menggunakan sistem versi NATO.
Ali menjelaskan kondisi kapal secara umum masih sangat baik dan siap dioperasikan. Namun, TNI AL perlu mengganti sejumlah perangkat komunikasi dengan peralatan yang menggunakan sistem Indonesia.
"Namun, kita juga merencanakan untuk mengisi kapal ini dengan peralatan komunikasi terutamanya yang versi Indonesia. Karena peralatan komunikasi yang punya Itali itu kan versi NATO," ujar dia.
Ali menyebut, perangkat komunikasi versi NATO yang digunakan Italia tidak dapat begitu saja diberikan kepada negara di luar aliansi tersebut. Karena itu, TNI AL akan menyiapkan sistem komunikasi sendiri untuk dipasang di KRI Sriwijaya.
"Mereka tidak akan menggunakan, apa, memberikan itu kepada kita, kepada yang lain selain NATO, maka kita menggunakan versi kita sendiri yang kita siapkan nantinya untuk membuat kapal ini siap berlayar dan melaksanakan tugas-tugas yang telah kita rencanakan," kata dia.
Ali menargetkan proses penggantian sistem komunikasi tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat hingga lima bulan. Dengan demikian, KRI Sriwijaya diharapkan dapat segera menjalankan tugas operasional TNI AL.
"Ya mungkin empat bulan atau lima bulan sudah, sudah bisa operasional. Harapannya itu," kata dia.
Selain perangkat komunikasi, TNI AL juga telah menyiapkan personel untuk mengawaki kapal tersebut. Ali memastikan seluruh awak KRI Sriwijaya berasal dari personel TNI AL.
Ali menyebut terdapat sekitar 400 personel yang menjadi kru KRI Sriwijaya. Sebagian personel telah lebih dulu mendapatkan pelatihan untuk memahami pengoperasian kapal.
"Pengawakan juga sudah full oleh Angkatan Laut Indonesia, oleh TNI Angkatan Laut. Ada sejumlah 400 krunya dan nantinya mereka juga sambil belajar," ujar dia.
Sebelumnya, kata Ali, ada 100 personel yang mengikuti pembelajaran awal. Selanjutnya, sekitar 300 personel lainnya diberikan pengetahuan untuk mendukung pengoperasian kapal.
TNI AL juga akan menyiapkan kemampuan penerbangan dari KRI Sriwijaya. Selain melatih pilot helikopter agar dapat beroperasi dari kapal, ke depan TNI AL berencana menyiapkan pilot drone untuk mendukung operasi dari kapal tersebut.
"Karena yang belajar pertama hanya 100 orang, dan ini yang 300 diberikan pengetahuan untuk bagaimana mengawaki kapal ini dengan baik. Dan juga kita akan melatih pilot-pilot helikopter kita, mungkin nanti ke depan pilot-pilot drone untuk bisa beroperasi dari kapal induk ini," imbuh dia.