Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Diisukan Jadi Panglima TNI, Maruli: Belum Ada yang Bicara ke Saya

5 min read
Diisukan Jadi Panglima TNI, Maruli: Belum Ada yang Bicara ke Saya
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ketika meninjau kondisi Jembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran. (Dokumentasi TNI AD)
  • KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menolak berspekulasi soal isu pencalonannya sebagai Panglima TNI, karena belum ada komunikasi resmi secara struktural terkait pergantian jabatan.
  • Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan DPR belum menerima surat presiden pergantian Panglima TNI; pertemuan Prabowo dengan perwira tinggi disebut untuk pembekalan.
  • Analis militer Selamat Ginting menilai KSAL Laksamana Muhammad Ali layak dipertimbangkan karena senioritas, pengalaman, dan kebutuhan keseimbangan kepemimpinan antarmatra.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak tidak ingin terburu-buru menanggapi isu namanya masuk sebagai calon kuat Panglima TNI yang baru. Ia mengaku akan merasa malu bila sudah banyak bicara namun ujungnya tidak dipilih oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Panglima TNI.

"Kalau jadi (Panglima TNI) dulu. Malu lah kalau belum jadi, sudah ngomong," ungkap Maruli ketika dikonfirmasi pada Sabtu (10/10/2026).

Ketika ditanyakan apakah sudah ada yang menghubunginya terkait pergantian Panglima TNI, Maruli menepisnya. Ia hanya mendengar rumor di media bahwa namanya disebut-sebut sebagai calon kuat calon Panglima TNI.

"Ya, banyak beritanya. Ya, Anda-Anda ini sebagai jurnalis yang memberitakan. Saya gak tahu, legalnya belum ada yang bicara dengan saya, secara struktur. Tapi, isu kanan-kiri banyak yang mengontak ke saya, katanya sudah (ditentukan). Ternyata Pak Wakil Ketua DPR, Pak Dasco menyampaikan belum ada, ternyata berubah lagi. Ya sudah, gak apa-apa biarkan saja," katanya.

Isu pergantian Panglima TNI menghangat usai pucuk pimpinan di kepolisian juga sudah ikut berganti. Apalagi Jenderal Agus Subiyanto kerap diidentikkan dekat dengan poros Solo seperti Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang pernah menjabat Kapolri.

  1. 1. Wakil Ketua DPR bantah sudah terima surpres penggantian Panglima TNI

    pelantikan perwira prajurit karier TNI 2026, perwira prajurit karier TNI
    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto ketika melantik 734 perwira prajurit karier (Pa PK) TNI Tahun Angkatan 2026 di Lapangan Prima. (Dokumentasi Puspen TNI)

    Sementara, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad menepis isu sudah ada surat presiden untuk mengganti Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Dasco pun menepis alasan Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan para perwira tinggi dari TNI lantaran ingin membahas pergantian pucuk pimpinan di TNI.

    "Jadi, beberapa hari belakangan memang sudah banyak yang menanyakan kepada kami di DPR, apakah sudah menerima surpres tentang pergantian Panglima TNI, menurut informasi yang kami dapat bahwa presiden belum akan mengganti Panglima TNI," ungkap Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 7 Oktober 2026.

    Ia turut menjelaskan pada Rabu lalu Prabowo tidak hanya mengumpulkan perwira tinggi dari militer tetapi juga kepolisian.

    "Hari ini dikumpulkan pati-pati bukan cuma dari TNI tetapi juga kepolisian. Itu memang keinginan presiden untuk memberikan pembekalan, penguatan, dan tambahan kekayaan wawasan kebangsaan," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Partai Gerindra itu.

  2. 2. Jenderal Agus Subiyanto resmi menjabat sebagai Panglima TNI pada November 2023

    Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto usai hadiri rapat koordinasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/8/2026).
    Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto usai hadiri rapat koordinasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/8/2026). (IDN Times/Amir Faisol)

    Sementara, Agus mulai dilantik pada November 2023 oleh Presiden ke-7 Joko "Jokowi" Widodo. Ketika itu, Agus sempat menyampaikan tiga janji yang akan ia tuntaskan ketika menjabat Panglima TNI.

    Pertama, Agus bakal melakukan diplomasi dengan dalam misi pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens. Diplomasi tersebut melibatkan forkopimda. Pilot itu berhasil dibebaskan pada 21 September 2024.

    Janji kedua Agus yakni menaikan tunjangan lauk pauk bagi para prajurit. Pihaknya ketika itu sudah mengajukan kenaikan anggaran ke Kementerian Pertahanan.

    "Kemudian well-equipped diperlengkapi dengan baik dan tentunya well-paid, tunjangannya harus dinaikkan. Nanti secara bottom up saya akan mengajukan pada Kemhan dan Kemhan sudah acc untuk tunjangan uang lauk pauk, pasukan yang melaksanakan tugas operasi sehingga tidak terlalu jomplang dengan instansi lain," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu.

    Janji ketiganya yakni mereorganisasi satuan drone hingga siber.

    "Kemudian untuk profesional, well-equipped saya akan menggandeng (industri pertahanan) yang ada di Indonesia untuk perlengkapan yang digunakan secara perorangan ataupun satuan seperti senjata, drone dan juga kami akan mereorganisasi satuan-satuan drone dan satuan siber sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis yang sekarang terjadi," ujarnya.

    Agus juga akan meningkatkan produksi senjata buatan dalam negeri. Ia juga sempat membanggakan senjata buatan PT Pindad yang ikut kompetisi menembak di tingkat Asia Tenggara.

    "Alhamdulillah dengan menggunakan senjata yang dibuat oleh Pindad, ARM (ASEAN Armies Riffle Meet) di Thailand yang sedang berlangsung dan kemarin sudah berlangsung personil TNI bisa meraih juara 1 ARM di Thailand. Ini biasanya ARM di negara-negara ASEAN secara bergantian dan tahun ini di Thailand. Itu semua menggunakan alutsista buatan dalam negeri. Jadi, kita harus berbangga produk dalam negeri," tutur dia.

  3. 3. KSAL disebut figur yang layak gantikan Jenderal Agus Subiyanto

    Garibaldi, kapal induk, TNI AL
    Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali (keempat dari kanan) ketika menyambut kapal induk Garibaldi di Tanjung Priok. (IDN Times/Santi Dewi)

    Sementara, dalam pandangan analis militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, dari perspektif profesionalisme militer, senioritas, pengalaman dan keseimbangan antarmatra, nama Laksamana Muhammad Ali disebut figur yang paling layak dipertimbangkan sebagai Panglima TNI berikutnya. Ali merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1989 dan kini berusia 59 tahun dan empat bulan.

    "Ia adalah perwira tinggi bintang empat paling senior di lingkungan TNI. Bahkan, KSAL lebih dulu memperoleh pangkat bintang empat dibandingkan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak (Akmil 1992), KSAU Marsekal M. Tonny Harjono (AAU 1993), Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita (Akmil 1991) maupun Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (Akmil 1991)," ujar Selamat di dalam keterangan yang dikutip pada Sabtu (10/10/2026).

    Alasan lain Ali dinilai lebih pas menjadi calon Panglima TNI selanjutnya yakni asal matranya dari Angkatan Laut. Hal ini akan mengembalikan keseimbangan antarmatra yang selama ini menjadi salah satu tradisi tidak tertulis di dalam regenerasi kepemimpinan TNI.

    Ia menilai dari era Marsekal Hadi Tjahjanto, distribusi kepemimpinan antarmatra menunjukkan ketimpangan. Perwira tinggi dari matra Angkatan Darat lebih lama menjabat.

    "Dari sisi keseimbangan organisasi, terdapat alasan yang cukup kuat agar giliran kepemimpinan kembali diberikan kepada matra laut. Hal ini penting bukan semata-mata soal pemerataan jabatan melainkan menjaga rasa memiliki (sense of ownership) seluruh matra di institusi TNI," tutur dia.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More