Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapolsek Menteng Bantah Teror Penembakan di Gedung BGN
Kapolsek Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu ketika ditemui di depan kantor BGN, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menegaskan tidak ada teror penembakan di gedung BGN, melainkan kaca pecah akibat suhu panas dan pemuaian.
  • Tim INAFIS memastikan penyebab pecahnya kaca berasal dari faktor teknis, bukan tindakan kriminal, dan pengelola diminta memperkuat perawatan gedung agar insiden serupa tak terulang.
  • Perwakilan pengelola gedung menyebut kejadian kaca pecah terjadi rutin setiap satu hingga dua tahun, serta berencana mengganti kaca dengan lapisan film untuk pencegahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kaca di gedung BGN di Jakarta pecah, tapi polisi bilang tidak ada orang menembak. Katanya kaca pecah karena cuaca panas sekali. Polisi dan orang yang jaga gedung sudah periksa dan mau ganti kacanya besok. Mereka juga disuruh rawat gedungnya supaya kaca tidak pecah lagi dan tidak jatuh ke orang di bawah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kapolsek Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menegaskan tidak ada teror penembakan ke gedung Badan Gizi Nasional (BGN) seperti yang beredar di ruang publik. Pecahan kaca di lantai dua gedung BGN, kata Braiel, disebabkan suhu di Jakarta yang terlalu panas. Kesimpulan itu diambil usai tim INAFIS kepolisian melakukan pemeriksaan dan mengonfirmasi keterangan kepada pengelola gedung.

"Kejadian pecahnya kaca di BGN ini dari salah satu bidang kaca bukan karena ada penembakan atau teror. Dari hasil pengecekan yang dilakukan oleh tim kami dan pengelola gedung telah terjadi pemuaian dari bidang kaca tersebut sehingga mengakibatkan kaca pecah," ungkap Braiel di depan Kantor BGN, Jakarta Pusat pada Kamis (9/7/2026).

Kaca yang pecah dan berlokasi di lantai dua itu akan diganti pada Jumat esok. Pihak kepolisian juga sudah meminta kepada pengelola gedung untuk memperkuat pemeliharaan gedung agar insiden serupa tidak berulang. Sebab, bisa saja kaca pecah dan menimpa orang yang berada di bawah.

"Kami sudah menyampaikan kepada pengelola gedung agar melakukan maintenance, mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Sementara, berdasarkan perwakilan pengelola gedung, Martin, insiden pecahnya kaca terjadi reguler satu hingga dua tahun sekali.

"Jadi, satu sampai dua tahun sekali pasti ada satu kaca yang pecah. Nah, kejadian yang sama juga pernah kaca di lantai 6,7,dan 8 pernah pecah dan sudah kami ganti," kata Martin yang ditemui di lokasi yang sama.

Ia menambahkan sebagai langkah pencegahan maka kaca di gedung tersebut memakai kaca film. Dengan begitu bila kaca retak maka tidak langsung pecah.

Namun, pantauan IDN Times, kaca yang pecah di lantai dua menyisakan serpihan di bagian depan BGN. Martin beralasan hal itu lantaran kaca di lantai dua belum dilapisi kaca film.

Di sisi lain Kepala Bagian Rumah Tangga, Tata Usaha dan Protokol, Naryana mengaku sudah menginformasikan insiden pecahnya kaca kepada Kepala BGN, Naniek S. Deyang. Saat ditanya usai insiden ini, apakah BGN masih ingin menyewa area kantor di gedung yang sama, Naryana mengaku belum bisa merespons itu.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pemilik gedung. Kalau memang ini ada yang rusak ya kami akan komplain ke pemilik gedung agar diperbaiki," ungkapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article