Rangkaian Kartini BISA Fest diselenggarakan pada 20–24 April 2026, di Jakarta. (Dok. Telkom)
Pada sesi talkshow di Kartini BISA Fest, OVP Cybersecurity Telkom Elysabeth Damayanti, menyampaikan langkah antisipatif terhadap berbagai risiko teknologi, termasuk perundungan berbasis digital yang kian marak terjadi pada perempuan. Peserta talkshow juga dibekali pemahaman praktis mengenai etika berinteraksi di ruang digital, perlindungan data pribadi, serta keberanian untuk bersikap dan melindungi diri.
“Ruang digital harus menjadi tempat yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan berekspresi. Karena itu, penting bagi generasi muda perempuan untuk memiliki kesadaran sejak dini dalam menjaga data pribadi, memahami etika bermedia sosial, serta berani bersikap kritis terhadap berbagai ancaman digital. Dengan literasi yang tepat, perempuan tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga melindungi diri dan sesamanya di dunia siber,” ujar Elysabeth.
Selanjutnya, Telkom juga mendorong kapabilitas digital melalui pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang memungkinkan pelaku UMKM perempuan menciptakan konten promosi hingga membangun webstore secara lebih praktis dan efektif. Melalui workshop generative AI, peserta dibekali kemampuan untuk menghasilkan hingga 100 konten digital berbasis AI guna mendukung pemasaran di media sosial.
Penguatan tersebut dilengkapi dengan sesi talkshow yang membahas terkait bagaimana cara "Membangun Brand yang Relatable lewat Storytelling di Media Sosial". Sesi ini menekankan pentingnya branding dan storytelling dalam membangun kedekatan dengan konsumen. Pada aspek fundamental usaha, Telkom juga memberikan fasilitasi 2.250 sertifikasi halal (reguler dan self declare) serta sertifikasi BPOM, disertai penguatan identitas produk melalui rebranding dan hibah kemasan dengan target produksi hingga 500.000 kemasan pada 2026.