Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi melantik PPIH Embarkasi seluruh Indonesia (Dok. Media Center Haji)
Di Asrama Haji Kelas I Surabaya, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi melantik PPIH Embarkasi seluruh Indonesia. Menhaj mengingatkan bahwa embarkasi adalah titik pertama di mana jemaah merasakan langsung kehadiran dan pelayanan negara.
"Pelantikan ini adalah peneguhan amanah untuk menghadirkan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan jemaah secara nyata sejak dari embarkasi," tegas Menhaj Irfan.
Menhaj meminta seluruh PPIH Embarkasi untuk bekerja berbasis data yang akurat, mulai dari kelengkapan dokumen, pra-manifest, penempatan jemaah, hingga layanan kesehatan. Ia juga menyoroti pentingnya tata kelola skema murur dan tanazul demi kemudahan jemaah, serta pelaksanaan dam (denda/tebusan) yang harus transparan dan disalurkan melalui jalur resmi Pemerintah Arab Saudi (Proyek Adahi).
Pesan paling tajam dari Menhaj tertuju pada integritas petugas dan pelayanan untuk kelompok rentan.
"Lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok rentan lainnya harus menjadi perhatian utama, bukan sekadar pelengkap," ujarnya. "Tidak boleh ada penyalahgunaan kewenangan atau pelayanan yang diskriminatif. Petugas haji harus menjadi teladan dalam kejujuran dan akhlak pelayanan," pesan Irfan.