Jakarta, IDN Times - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) menyampaikan rencana penyesuaian program studi (prodi) di perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri. Langkah ini didasarkan pada tingginya jumlah lulusan dari sejumlah prodi yang dinilai tidak terserap secara optimal di dunia kerja.
Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek, Badri Munir Sukonco, mengatakan, pemerintah bakal mengkaji ulang pembukaan dan keberlanjutan prodi di perguruan tinggi.
Dalam proses tersebut, tidak menutup kemungkinan sejumlah prodi akan ditutup apabila dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan pembangunan ke depan.
"Ada kerelaan atau mungkin ada beberapa hal yang nanti akan kita eksekusi tidak terlalu lama terkait prodi, prodi akan kita pilih-pilah atau kalau perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansi ini dan sebenernya yang dibutuhkan prodi apa ke depan, itu yang akan kita susun bersama," kata Badri dikutip dari YouTube Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Senin (27/4/2026).
