Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat menyebut Ukraina sedang mengembangkan senjata biologis. Tuduhan tersebut disampaikan oleh Direktur Intelijen AS, Tulsi Gabbard, dalam laporannya yang dirilis pada Jumat (12/6/2026). Dalam laporan itu, ia menjelaskan, AS juga membantu Ukraina dalam membangun laboratorium untuk mengembangkan senjata biologis. Namun, tidak dijelaskan senjata biologis apa yang dimaksud.
AS Sebut Ukraina Kembangkan Senjata Biologis, Benarkah?

- Direktur Intelijen AS, Tulsi Gabbard, menuduh Ukraina mengembangkan senjata biologis dengan bantuan laboratorium yang didanai AS di tengah konflik Rusia-Ukraina.
- Pemerintah Ukraina membantah tuduhan tersebut dan menegaskan kerja sama dengan AS hanya mencakup bidang pertahanan, kesehatan masyarakat, serta keamanan hayati, bukan pengembangan senjata biologis.
- Ukraina menegaskan komitmennya terhadap Biological and Toxin Weapons Convention (BTWC) yang melarang produksi dan pengembangan senjata biologis, sekaligus membantah tuduhan serupa dari Rusia sebelumnya.
"Laboratorium biologi ini termasuk laboratorium di Ukraina yang mungkin berisiko hancur karena perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung. Komunitas Intelijen sebelumnya telah memperingatkan bahwa laboratorium biologi yang didanai AS di Ukraina kemungkinan menyimpan patogen berbahaya dan tetap rentan terhadap ancaman serangan, penyitaan, atau kerusakan yang telah lama ada dari Rusia," kata Gabbar dilansir Radio Free Europe Radio Liberty.
1. Ukraina membantah tuduhan AS

Tuduhan AS tadi akhirnya dibantah Ukraina. Dilansir Anadolu Agency, Sabtu (13/6/2026), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Ukraina mengatakan, negaranya tidak pernah terlibat dalam pengembangan, produksi, dan pencadangan senjata biologis seperti yang dituduhkan AS. Mereka juga membantah AS telah membantu pembangunan laboratorium untuk membuat senjata tersebut.
Dalam pernyataannya di media sosial X, Kemlu Ukraina mengaku mereka memang banyak melakukan kerja sama dengan AS. Namun, kerja sama hanya difokuskan dalam bidang pertahanan dan keamanan, kesehatan masyarakat, pengawasan epidemiologi, pembangunan laboratorium diagnostik penyakit, serta keamanan hayati. Tidak pernah ada kerja sama pengembangan atau pembuatan senjata biologis.
2. Ukraina menghormati aturan soal senjata biologis

Kemlu Ukraina menambahkan, pihaknya menghormati aturan global soal senjata biologis. Aturan tersebut ditetapkan dalam Biological and Toxin Weapons Convention (BTWC).
Dalam konvensi tersebut, setiap negara di dunia dilarang untuk memproduksi, mengembangkan, dan menjual senjata biologis. Sebab, senjata tersebut dianggap berbahaya bagi umat manusia. Apalagi, jika digunakan dalam peperangan. Oleh karena itu, Kemlu Ukraina menegaskan tidak mungkin memproduksi atau mengembangkan senjata yang sudah dilarang secara global seperti senjata biologis.
3. Rusia pernah menuduh Ukraina bekerja sama dengan AS untuk membuat senjata biologis

Pada Mei lalu, Pemerintah Rusia juga melontarkan tuduhan serupa ke Ukraina. Kala itu, Moskow menuduh Kyiv bekerja sama dengan Washington dalam pengembangan senjata biologis. Sebab, intelijen Rusia menemukan AS mendanai pembangunan laboratorium senjata biologis di Ukraina.
Namun, tuduhan itu juga dibantah Ukraina. Kyiv menegaskan sama sekali tidak pernah terlibat dalam pengembangan, produksi, dan pencadangan senjata biologis. Sebab, mereka menghormati aturan BTWC yang melarang seluruh negara di dunia untuk memproduksi senjata tersebut secara massal.


















