Jemaah Lansia yang menjalani haji pada tahun 2023. (IDN Times/Sunariyah)
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, meminta keluarga kloter dan sesama jemaah memberikan perhatian lebih kepada lansia, perempuan, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi di tengah cuaca panas Mina.
“Kami meminta keluarga kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan sesama jemaah untuk memberikan perhatian lebih kepada jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. Jika ada jemaah yang terlihat kelelahan kebingungan, terpisah dari rombongan, atau mengalami gangguan kesehatan, segera laporkan kepada petugas terdekat,” ucap Maria pada Kamis (28/5/2026), dikutip dari Kementerian Haji dan Umrah.
Ia juga meminta seluruh jemaah untuk jaga kekompakan dan saling membantu selama pelaksanaan ibadah haji.
“Kami mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kekompakan, saling membantu, saling mengingatkan, dan saling menjaga. Semangat gotong royong dan ukhuwah menjadi bagian penting dalam mewujudkan ibadah haji yang aman, tertib, nyaman, dan penuh keberkahan,” pungkas Maria.
Kemenhaj memastikan seluruh layanan selama fase Mina, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah, terus diperkuat sampai seluruh rangkaian Armuzna selesai.