Trump Dapat Kehormatan, Namanya Jadi Jalan Raya 1.055 Kilometer di Maroko

- Raja Maroko Mohammed VI menamai jalan raya utama sepanjang 1.055 kilometer dari Tiznit hingga Dakhla di Sahara Barat dengan nama Presiden AS Donald Trump.
- Trump mengapresiasi penamaan itu lewat Truth Social. Maroko menyebut jalur tersebut menghubungkan wilayahnya dengan Dakhla, lokasi pelabuhan besar yang ditargetkan selesai pada 2028.
- Penamaan ini dikaitkan dengan hubungan Maroko-AS dan pengakuan Trump atas klaim Maroko di Sahara Barat, wilayah yang masih disengketakan dengan Front Polisario.
Jakarta, IDN Times – Raja Maroko Mohammed VI menetapkan nama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk sebuah jalan raya utama sepanjang 1.055 kilometer di Maroko. Nama tersebut kini terpasang di jalur yang menghubungkan Tiznit hingga Dakhla di wilayah Sahara Barat dan memicu respons langsung dari Trump.
Trump kemudian menyampaikan apresiasinya melalui platform Truth Social. “Terima kasih kepada Mohammed VI yang sangat dihormati, Raja Maroko — kehormatan yang begitu besar! Saya menantikan untuk menempuh seluruh panjang Jalan Raya Besar ini suatu hari nanti, semoga segera!” tulis Trump pada Minggu (26/7/2026), dikutip The Independent.
1. Pemerintah Maroko merilis video jalan raya

Pemerintah Maroko mengungkap penamaan jalan raya tersebut melalui rekaman video. Video itu memperlihatkan ruas jalan yang melintasi kawasan gurun, permukiman penduduk, hingga pesisir Samudra Atlantik.
Kerajaan Maroko menyebut pembangunan jalur transportasi menuju wilayah yang berjarak sekitar 3.800 mil dari Washington, terlaksana berkat kepemimpinan visioner raja serta keberanian bersejarah Trump. Jalan raya itu juga menghubungkan Dakhla, lokasi pelabuhan besar yang ditargetkan selesai pada 2028, dengan wilayah Maroko lainnya.

Pemberian nama tersebut mencerminkan eratnya hubungan Maroko dan AS yang terikat dalam perjanjian persahabatan tertua AS sejak 1786. Hubungan itu semakin dekat setelah Trump menandatangani proklamasi yang mengakui klaim kedaulatan Maroko atas Sahara Barat sebagai bagian dari kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel.
Perselisihan mengenai Sahara Barat bermula setelah Spanyol mengakhiri masa koloninya pada 1975 dan memicu konflik bersenjata dengan Front Polisario. Maroko terus mengusulkan otonomi luas di bawah kendalinya dengan dukungan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan tim mediasi utusan AS Steve Witkoff, sedangkan Front Polisario yang didukung Aljazair tetap menginginkan referendum penentuan nasib sendiri, dilaporkan Anadolu Agency.
3. Penggunaan nama Trump meluas pada fasilitas publik

Nama Trump yang diabadikan di Afrika Utara menambah daftar infrastruktur dan fasilitas publik yang menggunakan namanya. Penamaan serupa telah diterapkan pada Bandara Internasional Presiden Donald J. Trump di Palm Beach, sebagian ruas U.S. Route 287 di Oklahoma, gedung pengadilan Lyon County di Nevada, Palm Avenue di Hialeah, serta ruas Florida State Road 80 dan U.S. Route 98.
Penggunaan nama itu juga diterapkan pada jet tempur F-47, layanan diskon obat TrumpRx.gov, paspor, hingga dokumen izin Taman Nasional. Nama Trump turut tercantum pada spanduk kantor Departemen Kehakiman dan Institut Perdamaian AS, serta diusulkan untuk ruang dansa baru Gedung Putih, jembatan Jefferson County di Tennessee, dan jalan raya South Carolina, meski sempat diperintahkan dicopot dari dinding luar Pusat Kennedy melalui putusan pengadilan.





















