Ribuan jemaah haji berjalan menelusuri Terowongan Mina untuk melaksanakan lempar jumrah. (IDN Times/Yogi Pasha)
Maria menjelaskan, keberadaan MCR menjadi bagian dari ikhtiar Kemenhaj untuk memastikan setiap situasi di lapangan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menghadirkan penyelenggaraan haji yang aman, tertib, ramah lansia, ramah disabilitas, serta ramah perempuan.
“Perlindungan jemaah adalah prioritas. Karena itu, petugas tidak hanya berada di tenda-tenda jemaah, tetapi juga disiagakan di jalur pergerakan, pos pantau, dan titik-titik yang berpotensi terjadi kepadatan. Setiap jemaah yang membutuhkan bantuan harus bisa segera ditangani,” tegas Maria.