Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hotspot Nasional 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian di Kalteng
Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Minggu (27/9) pukul 21.10 WIB, secara nasional terdeteksi 559 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, meningkat 228 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 331 titik. (Dok. Kemenhut)
  • Kementerian Kehutanan mencatat 559 hotspot high confidence nasional, naik 228 titik. Kalimantan Tengah menjadi perhatian utama setelah melonjak dari 30 menjadi 134 titik.

  • Pengendalian karhutla diperkuat melalui verifikasi lapangan, patroli, pemadaman, pembasahan, dan pendinginan. Pemerintah menyiagakan 61 armada udara, termasuk untuk patroli, modifikasi cuaca, dan water bombing.

  • Kualitas udara sebagian besar baik hingga sedang, meski beberapa wilayah Kalimantan tidak sehat. Warga diminta memantau informasi udara, melindungi kelompok rentan, serta melaporkan kebakaran atau satwa terdampak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Terpantau 559 hotspot berkepercayaan tinggi secara nasional hingga 27 September pukul 21.10 WIB. Kementerian Kehutanan memperkuat pengendalian karhutla, terutama di Kalimantan Tengah yang mencatat kenaikan hotspot.
  • Who?
    Kementerian Kehutanan, Manggala Agni, BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, BMKG, masyarakat, relawan, dan dunia usaha terlibat dalam penanganan karhutla.
  • Where?
    Pengendalian difokuskan di enam provinsi prioritas: Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, dan Riau, dengan perhatian utama pada Kalimantan Tengah.
  • When?
    Pemantauan hotspot dilakukan hingga Minggu, 27 September pukul 21.10 WIB. Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Tengah berlangsung 22–27 September 2026 dan di Kalimantan Selatan 22–26 September 2026.
  • Why?
    Penguatan operasi dilakukan setelah hotspot high confidence nasional meningkat 228 titik dalam sehari, sementara Kalimantan Tengah naik dari 30 menjadi 134 titik. Langkah ini ditujukan mencegah api meluas dan menyala kembali.
  • How?
    Petugas melakukan verifikasi lapangan, patroli, groundcheck, pemadaman, pembasahan, mopping up, pendinginan, operasi udara, water bombing, dan Operasi Modifikasi Cuaca. Pemerintah menyiagakan 61 unit armada udara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada wilayah yang menunjukkan peningkatan hotspot. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Minggu (27/9) pukul 21.10 WIB, secara nasional terdeteksi 559 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, meningkat 228 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 331 titik.

Pergerakan hotspot pada enam provinsi prioritas menunjukkan kondisi yang bervariasi. Kalimantan Tengah menjadi perhatian utama setelah jumlah hotspot high confidence meningkat dari 30 menjadi 134 titik. Sementara itu, perkembangan positif terlihat di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan yang mencatat penurunan. Sebaran hotspot high confidence pada enam provinsi prioritas, antara lain Kalimantan Tengah: 134 titik, naik dari 30 titik; Sumatera Selatan: 29 titik, turun dari 38 titik; Kalimantan Selatan: 25 titik, turun dari 40 titik; Kalimantan Barat: 11 titik, naik dari 2 titik; Jambi: 5 titik, naik dari 1 titik; dan Riau: nihil hotspot high confidence, sama seperti sehari sebelumnya.

Secara keseluruhan, enam provinsi prioritas mencatat 204 hotspot high confidence, dibandingkan 111 titik pada pemantauan sehari sebelumnya. Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa peningkatan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan dan penguatan operasi, terutama di Kalimantan Tengah. Patroli, groundcheck, pemadaman, pembasahan, mopping up, dan pendinginan terus dilaksanakan untuk mencegah api meluas maupun kembali menyala.

Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Oleh karena itu, jumlah hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran ataupun luas area yang terbakar, dan seluruh indikasi tetap harus diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan.

1. Operasi darat dan udara tetap disiagakan

Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Minggu (27/9) pukul 21.10 WIB, secara nasional terdeteksi 559 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, meningkat 228 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 331 titik. (Dok. Kemenhut)

Pemerintah menyiagakan 61 unit armada udara untuk mendukung penanganan karhutla secara nasional. Sebanyak 17 unit digunakan untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sedangkan 44 unit digunakan untuk operasi water bombing. Sebanyak 55 unit mendukung operasi di enam provinsi prioritas, sementara enam unit water bombing lainnya ditempatkan untuk mendukung wilayah terdampak lainnya.

Operasi udara berjalan bersamaan dengan operasi darat Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha dan para pihak.

Operasi Modifikasi Cuaca juga tetap menjadi bagian dari strategi pembasahan wilayah rawan. BMKG mencatat pelaksanaan OMC untuk pembasahan gambut dan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah pada periode 22-27 September 2026, serta di Kalimantan Selatan pada 22-26 September 2026.

2. Pantauan kondisi udara

Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Minggu (27/9) pukul 21.10 WIB, secara nasional terdeteksi 559 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, meningkat 228 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 331 titik. (Dok. Kemenhut)

Berdasarkan pemantauan PM2,5, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, terdapat beberapa wilayah di Kalimantan yang menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat, sehingga masyarakat tetap diminta memperhatikan informasi kualitas udara setempat.

Kondisi udara dan jarak pandang dapat berubah mengikuti konsentrasi partikulat, asap, angin, serta kondisi cuaca. Prakiraan BMKG untuk wilayah Pontianak pada periode 27-28 September, misalnya, menunjukkan potensi udara kabur dan hujan ringan dengan jarak pandang sekitar 2 kilometer.

Di sisi lain, pada Minggu (27/9) BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah provinsi prioritas, termasuk Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi. Kondisi hujan menjadi faktor penting dalam membantu pembasahan, namun kewaspadaan tetap diperlukan karena bara pada lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan.

3. Perlindungan masyarakat dan satwa liar

Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Minggu (27/9) pukul 21.10 WIB, secara nasional terdeteksi 559 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, meningkat 228 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 331 titik. (Dok. Kemenhut)

Kementerian Kehutanan kembali mengingatkan bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi habitat serta keselamatan satwa liar. Masyarakat yang menemukan satwa liar keluar dari habitatnya atau berada di sekitar wilayah terdampak kebakaran diminta tidak menangkap atau melakukan evakuasi secara mandiri. Jaga jarak, catat lokasi dan kondisi satwa apabila memungkinkan, kemudian segera laporkan kepada Balai KSDA atau petugas kehutanan terdekat.

Bagi masyarakat di wilayah terdampak asap, tetap ikuti informasi kondisi udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kondisi udara memburuk, kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.

Masyarakat dan pelaku usaha juga kembali diingatkan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, segera laporkan sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article