Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Drone Berbasis AI Bawa Kemenhut Juara I Piala Panglima TNI 2026

3 min read
Drone Berbasis AI Bawa Kemenhut Juara I Piala Panglima TNI 2026
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meraih Juara I Open Tournament Piala Panglima TNI 2026 melalui inovasi teknologi drone EagleEye Tactical SAR System (dok. Kemenhut)
  • Kemenhut meraih Juara I Open Tournament Piala Panglima TNI 2026 melalui inovasi EagleEye Tactical SAR System.

  • EagleEye menggabungkan drone dan AI untuk pemantauan taktis, pencarian dan penyelamatan, Karhutla, serta perlindungan satwa liar.

  • Sistem ini tetap mendukung analisis dan pengiriman informasi saat konektivitas internet terbatas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemanfaatan EagleEye paling dibutuhkan untuk apa?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meraih Juara I Open Tournament Piala Panglima TNI 2026 melalui inovasi teknologi drone EagleEye Tactical SAR System. Inovasi yang dikembangkan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan itu menang pada kategori Pengembangan Drone Militer, SAR, dan Bantuan Bencana.

Open Tournament Piala Panglima TNI 2026 berlangsung pada 22-26 September 2026 di Kodiklat TNI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Turnamen tersebut diikuti 41 peserta dari berbagai unsur, mulai dari TNI, perguruan tinggi, kementerian, perusahaan hingga masyarakat umum.

  1. 1. EagleEye jadi pusat komando drone berbasis AI

    ilustrasi Artificial Intelligence (Pexels/Tara Winstead)
    ilustrasi Artificial Intelligence (Pexels/Tara Winstead)

    EagleEye Tactical SAR System dikembangkan sebagai platform Drone Command Center yang memungkinkan pemantauan taktis secara real-time. Sistem ini mengintegrasikan teknologi penginderaan jauh menggunakan drone dengan analisis akal imitasi atau Artificial Intelligence (AI).

    Teknologi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan operasi pencarian dan penyelamatan atau SAR. EagleEye juga dapat digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), antara lain melalui pemantauan titik api dan ketebalan asap.

    Selain itu, sistem tersebut dapat membantu mengidentifikasi petugas pemadam api serta satwa liar dengan memanfaatkan teknologi AI. Kemampuan ini membuat penggunaan drone tidak hanya terbatas pada pemantauan wilayah, tetapi juga membantu tim di lapangan memperoleh informasi secara lebih cepat.

  2. 2. Bisa digunakan di wilayah dengan jaringan terbatas

    ilustrasi artificial intelligence (unsplash.com/Markus Winkler)
    ilustrasi artificial intelligence (unsplash.com/Markus Winkler)

    EagleEye Tactical SAR System mengandalkan dua metode pemrosesan AI, yakni Cloud AI Server dan Local Edge AI Agent. Cloud AI digunakan untuk analisis dengan tingkat presisi tinggi ketika koneksi internet tersedia.

    Sementara itu, Local Edge AI Agent memungkinkan analisis dilakukan secara lokal ketika tim beroperasi di wilayah yang mengalami bencana berat, terisolasi, atau memiliki keterbatasan konektivitas. Sistem tersebut juga dilengkapi modul pemrosesan citra malam hari berbasis Python dan analisis video setelah penerbangan.

    EagleEye juga memiliki sistem distribusi alert taktis dengan latensi rendah. Informasi terkait korban dapat dikirim secara instan melalui antarmuka web dan notifikasi ke smartphone prajurit maupun tim lapangan.

    Dari sisi perangkat, sistem ini memanfaatkan armada mikro-drone komersial yang telah tersedia. Dengan demikian, penggunaannya tidak harus bergantung pada infrastruktur perangkat keras bernilai tinggi.

  3. 3. Raja Juli berharap dimanfaatkan untuk Karhutla

    IMG_2924.jpeg
    Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kalimantan Tengah (dok. Kementerian Kehutanan)

    Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi keberhasilan EagleEye Tactical SAR System meraih Juara I Piala Panglima TNI 2026. Dia berharap inovasi tersebut terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas di berbagai daerah.

    “Inovasi ini menunjukkan bahwa teknologi drone dan kecerdasan buatan dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan di lapangan, baik dalam pencarian dan penyelamatan, penanganan Karhutla, maupun perlindungan satwa liar,” ujar Raja Juli.

    Kemenangan tersebut menjadi salah satu capaian Kemenhut dalam pengembangan teknologi untuk mendukung operasi SAR, bantuan kemanusiaan, penanganan Karhutla, serta perlindungan satwa liar melalui pemanfaatan drone dan AI.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More