Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana (dok. Kemenpar)
Kemenpar menyiapkan strategi mitigasi untuk menjaga target 16 sampai 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026. Di antaranya adalah melakukan pivot pasar ke kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, dan pasar medium-haul, memperkuat kampanye digital internasional, serta mengoptimalkan kerja sama dengan maskapai yang memiliki rute langsung ke Eropa dan Amerika.
Selain itu, pemerintah mendorong penyelenggaraan event lintas batas di kawasan perbatasan dan memperkuat promosi wisata nusantara guna menjaga tingkat hunian destinasi dalam negeri.
“Di tengah tekanan global, kita perlu bergerak lebih adaptif. Diversifikasi pasar, penguatan promosi, dan optimalisasi wisata nusantara menjadi kunci agar sektor pariwisata tetap menjadi penggerak ekonomi nasional,” jelasnya.
Widiyanti juga menekankan pentingnya dukungan lintas kementerian dan lembaga, termasuk pemberian insentif penerbangan, kebijakan bebas visa kunjungan, penambahan kapasitas kursi penerbangan, serta penguatan anggaran promosi.
“Kami percaya bahwa dengan kolaborasi seluruh kementerian dan lembaga, serta dukungan DPR RI, sektor pariwisata Indonesia akan tetap tangguh dan mampu menjaga kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” tutupnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi langkah mitigasi yang disiapkan pemerintah. Namun, pihaknya juga menekankan pentingnya penguatan konektivitas serta peningkatan pergerakan wisatawan nusantara di tengah ketidakpastian global.
Sementara, Anggota Komisi VII dari Fraksi PDIP, Putra Nababan, meminta Kementerian Pariwisata mempelajari pola pergeseran (shifting) wisatawan akibat perubahan strategi pasar.
Ia menilai terdapat perbedaan karakter antara wisatawan long haul (Eropa dan Amerika), medium haul (Asia Timur dan Asia Selatan), serta short haul (ASEAN).
Putra juga mendorong pemerintah segera menerapkan kebijakan bebas visa, khususnya bagi wisatawan asal Tiongkok dan Australia.
“Jangan ada ego sektoral lagi, kami mendukung Ibu Menteri harus memimpin pemberian bebas visa oleh pemerintah bagi wisatawan terutama Tiongkok dan Australia,” tegasnya.