Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi kekerasan pada perempuan dan anak (IDN Times)
  • Menteri PPPA mengawal proses hukum dan pemulihan remaja 17 tahun yang mengalami luka bakar sekitar 80 persen di Depok.

  • Korban dirawat di RS Fatmawati dan mendapat pendampingan medis, psikologis, hukum, serta dukungan terkait biaya pengobatan.

  • Masyarakat dan media diminta menjaga identitas korban sesuai hak perlindungan anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (26/10/2026)

Kasus remaja perempuan berinisial LA terjadi di Bojongsari, Depok. Pelaku berinisial M diduga menyiramkan minyak tanah ke tubuh korban lalu menyulut api.

Jumat (6/11/2026)

Menteri PPPA Arifah Fauzi dikutip saat menyampaikan pengawalan penanganan hukum dan pemulihan korban. Korban dirawat di RS Fatmawati dan mulai menunjukkan respons.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Remaja perempuan berusia 17 tahun mengalami luka bakar sekitar 80 persen setelah diduga dibakar oleh neneknya.
  • Who?
    Korban berinisial LA dan pelaku berinisial M, dengan penanganan hukum dikawal Menteri PPPA Arifah Fauzi.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Korban dirawat di RS Fatmawati.
  • When?
    Peristiwa terjadi pada Senin (26/10/2026). Pernyataan Arifah dikutip Jumat (6/11/2026).
  • Why?
    Peristiwa dipicu kekesalan pelaku karena korban tidak menjemputnya di rumah seorang teman hingga pelaku harus berjalan kaki.
  • How?
    Pelaku diduga menyiramkan minyak tanah ke tubuh korban lalu menyulut api. Polisi menjerat pelaku dengan UU KDRT dan UU Perlindungan Anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seorang anak berusia 17 tahun dibakar oleh neneknya di Depok. Tubuh anak itu terluka sangat parah dan dirawat di rumah sakit. Menteri PPPA, polisi, rumah sakit, dan petugas perlindungan anak membantu menangani kasus ini. Anak itu mulai memberi respons, sementara proses hukum terhadap neneknya berjalan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penanganan korban melibatkan koordinasi antara rumah sakit, UPTD PPA Kota Depok, pemerintah daerah, dan Tim SAPA 129. Korban juga mulai menunjukkan respons setelah berada dalam kondisi kritis. Selain perawatan medis, korban dan keluarga memperoleh pendampingan psikologis serta hukum selama proses penanganan berlangsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengawal penanganan hukum dan pemulihan anak berusia 17 tahun, yang dibakar neneknya di Kota Depok, Jawa Barat. Korban mengalami luka bakar sekitar 80 persen dan sempat berada dalam kondisi kritis.

“Kekerasan terhadap anak, terlebih yang dilakukan anggota keluarga, merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Keluarga seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak untuk tumbuh dan mendapatkan perlindungan,” ujar Arifah, dikutip Jumat (6/11/2026).

1. Menteri PPPA minta pelaku diproses dengan UU KDRT

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. (Dok. KemenPPPA)

Arifah meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut menggunakan ketentuan hukum yang berlaku. Pelaku disangkakan melanggar Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan fakta dan dampak kekerasan yang dialami korban,” kata dia.

2. Korban mengalami luka bakar 80 persen

ilustrasi api unggun (pexels.com/Saleh Bakhshiyev)

Korban menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Fatmawati dalam kondisi kritis. Berdasarkan koordinasi tim Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129, korban mulai menunjukkan respons.

UPTD PPA Kota Depok turut mendampingi korban dan keluarga, termasuk berkoordinasi dengan rumah sakit, serta pemerintah daerah terkait biaya pengobatan korban.

“UPTD PPA juga memberikan pendampingan psikologis dan hukum kepada korban dan keluarga,” ujar Arifah.

3. Identitas korban diminta tidak disebarluaskan

Menteri PPPA, Arifah Fauzi dalam Sosialisasi Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit di Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2027). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Arifah meminta masyarakat dan media tidak menyebarkan nama, foto, alamat, maupun informasi lain yang bisa mengungkap identitas korban. Perlindungan tersebut merupakan hak anak yang wajib dijaga.

“Kami mengimbau masyarakat dan media untuk tidak menyebarluaskan identitas korban. Perlindungan identitas merupakan hak anak yang wajib kita jaga, sebagaimana diatur dalam Pasal 19 Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak,” ujar dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article