Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kementerian PKP Bangun 7.952 Hunian Tetap buat Korban Bencana Sumatra di 2026
Satgas PRR Bahas Pemulihan Perikanan Sumatra, Butuh Rp371,8 Miliar, Rabu (21/10/2026) (IDN Times/Cantika Lutfiah)
  • Kementerian PKP menargetkan 7.952 huntap bagi korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 2026, didukung anggaran Rp2,219 triliun serta fasilitas umum.

  • Untuk 2027, Kementerian PKP mengusulkan 17.654 huntap senilai sekitar Rp5,196 triliun, termasuk tambahan 692 unit bagi Kabupaten Pidie Jaya.

  • Pembangunan terkendala kesiapan lahan dan akses, termasuk 250 unit di Aceh Utara; realisasi anggaran 2026 tercatat Rp197 miliar atau 8,92 persen per 21 Oktober.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Kementerian PKP menargetkan pembangunan 7.952 unit hunian tetap beserta fasilitas pendukung bagi korban bencana Sumatra dengan anggaran Rp2,219 triliun.

21 Oktober 2026

Dalam rapat koordinasi di Jakarta, Kementerian PKP melaporkan realisasi anggaran Rp197 miliar atau 8,92 persen per pukul 08.00. Kesiapan lahan, termasuk untuk 250 unit di Aceh Utara, masih menjadi kendala.

1 November 2026

Kementerian PKP menargetkan realisasi anggaran meningkat menjadi 38,95 persen.

bulan November nanti

Usulan pembangunan 17.654 unit huntap pada 2027 akan dibahas bersama kementerian terkait, pemerintah daerah, dan Satgas PRR.

akhir 2026

Kementerian PKP menargetkan realisasi anggaran mencapai 97 persen.

2027

Kementerian PKP mengusulkan pembangunan 17.654 unit huntap dengan anggaran sekitar Rp5,196 triliun, termasuk tambahan kebutuhan 692 unit di Kabupaten Pidie Jaya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kementerian PKP menargetkan pembangunan 7.952 unit hunian tetap beserta prasarana, sarana, dan utilitas bagi korban bencana di Sumatra pada 2026.
  • Who?
    Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Direktorat Jenderal Perumahan Perdesaan yang diwakili Teddy Paul, pemerintah daerah, serta korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
  • Where?
    Pembangunan tersebar di Aceh sebanyak 6.220 unit, Sumatra Utara 919 unit, dan Sumatra Barat 813 unit. Rapat koordinasi berlangsung di Jakarta.
  • When?
    Target pembangunan 7.952 unit ditetapkan untuk 2026. Rencana tambahan 17.654 unit diusulkan untuk 2027. Pemaparan disampaikan pada Rabu, 21 Oktober 2026.
  • Why?
    Hunian tetap dibangun untuk menyediakan tempat tinggal layak bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra serta mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
  • How?
    Pembangunan 2026 didukung anggaran Rp2,219 triliun dan mencakup rumah, sarana ibadah, balai serbaguna, jalan lingkungan, serta saluran air. Sejumlah lokasi masih terkendala kesiapan lahan dan akses.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kementerian PKP mau membuat 7.952 rumah tetap untuk orang yang kena bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 2026. Rumahnya juga ada jalan, saluran air, tempat ibadah, dan balai. Tapi ada tanah yang belum siap, seperti untuk 250 rumah di Aceh Utara. Tahun 2027, mereka mau membuat lebih banyak rumah lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Komitmen pembangunan hunian tetap di tiga provinsi menunjukkan upaya terarah untuk memulihkan kehidupan warga terdampak bencana di Sumatra. Meski anggaran 2026 disesuaikan, target 7.952 rumah beserta fasilitas lingkungan tetap dipertahankan, sementara perencanaan lanjutan 2027 mencerminkan perhatian terhadap kebutuhan hunian yang masih berkembang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan pembangunan 7.952 unit hunian tetap (huntap) bagi korban bencana Sumatra pada 2026. Pembangunan dilakukan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, lengkap dengan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU).

Namun, pembangunan masih menghadapi kendala kesiapan lahan dan akses menuju sejumlah lokasi. Kementerian PKP juga mengusulkan pembangunan 17.654 unit huntap pada 2027 dengan anggaran sekitar Rp5,196 triliun.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Teddy Paul, yang mewakili Menteri PKP dalam Rapat Koordinasi terkait Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fasilitas Kelautan dan Perikanan Pascabencana Sumatra, di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

1. Jumlah sebaran pembangunan huntap di 3 provinsi

Hunian tetap di Kabupaten Aceh Utara yang dikebut agar rampung sebelum Idulfitri 2026. (Dokumentasi Kemenko Polkam)

Kementerian PKP mengalokasikan anggaran Rp2,219 triliun untuk membangun 7.952 unit huntap beserta fasilitas pendukung pada 2026. Dalam pemaparannya, Teddy menegaskan penyesuaian anggaran tidak mengubah target pembangunan.

“Alokasi anggaran yang semula kami ajukan ke Kementerian Keuangan sebesar Rp2,339 triliun, turun Rp2,219 triliun. Tetapi tidak mengurangi target output Pak Menteri,” ujarnya.

Pembangunan tersebut tersebar di tiga provinsi, dengan alokasi 6.220 unit di Aceh, 919 unit di Sumatra Utara, dan 813 unit di Sumatra Barat.

Selain rumah tapak, pembangunan juga mencakup fasilitas pendukung, seperti sarana peribadatan, balai serbaguna, jalan lingkungan, dan saluran air.

2. Kementerian PKP usulkan 17.654 huntap dengan anggaran Rp5,196 triliun pada 2027

Hunian tetap relokasi korban gempa Cianjur yang dibangun Kemen PUPR (Antara/HO)

Teddy memaparkan, pembangunan hunian bagi korban bencana akan dilanjutkan pada 2027. Kementerian PKP mengusulkan pembangunan 17.654 unit huntap dengan anggaran sekitar Rp5,196 triliun.

Usulan tersebut telah dimasukkan dalam pemutakhiran rencana aksi dan akan dibahas bersama kementerian terkait, pemerintah daerah, serta Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pada bulan November nanti.

“Jadi masih ada kebutuhan 17.654 unit dengan nilai Rp5,196 triliun. Semula Rp5,067 triliun. Tetapi karena ada kebutuhan baru dari Kabupaten Pidie Jaya, Pak Menteri, tambahan 692 unit,” kata Teddy.

3. Pembangunan huntap terkendala kesiapan lahan

Ilustrasi. Pembangunan hunian tetap bagi korban bencana (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

Teddy mengatakan, kesiapan lahan menjadi salah satu kendala pembangunan huntap di sejumlah daerah, termasuk Aceh Utara. Persoalan penilaian aset tanah dan ketidaksepakatan masyarakat terhadap nilai tanah membuat sebagian lokasi belum bisa dikerjakan.

“Jadi di Aceh Utara masih ada 250 unit yang lahannya belum siap untuk dikerjakan,” ujar Teddy.

Ia pun meminta pemerintah daerah mempercepat penyelesaian persoalan tersebut, mengingat kebutuhan pembangunan pada 2027 di Aceh Utara diperkirakan mencapai 4.000 unit.

“Kami mohon bantuannya supaya bisa dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, tolong segera dipercepat proses untuk KJPP-nya,” katanya.

4. Kementerian PKP targetkan realisasi anggaran 97 persen

Huntap rampung dibangun Kemenkopolkam di Kabupaten Aceh Utara (dok. Satgas PRR/Kemenkopolkam)

Kementerian PKP menargetkan realisasi anggaran mencapai 97 persen hingga akhir 2026. Berdasarkan pemaparan dengan batas data pada 21 Oktober 2026 pukul 08.00, realisasi anggaran tercatat sebesar Rp197 miliar atau 8,92 persen.

Kementerian PKP menargetkan realisasi meningkat menjadi 38,95 persen pada 1 November 2026, sebelum mencapai target akhir tahun.

“Jadi diharapkan di sini di akhir tahun, ada 95,07 persen yang bisa diproses penerapannya,” ujar perwakilan Kementerian PKP. Karena target dari Kementerian PKP sudah dicarangkan oleh Bapak Menteri, itu adalah 97 persen,” kata dia.

Kementerian PKP berharap pembangunan hunian tetap dapat berjalan sesuai target agar masyarakat terdampak bencana di Sumatra segera memperoleh tempat tinggal yang layak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article