Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Satgas PRR Bahas Pemulihan Perikanan Sumatra, Butuh Rp371,8 Miliar

2 min read
Satgas PRR Bahas Pemulihan Perikanan Sumatra, Butuh Rp371,8 Miliar
Satgas PRR Bahas Pemulihan Perikanan Sumatra, Butuh Rp371,8 Miliar, Rabu (21/10/2026) (IDN Times/Cantika Lutfiah)
  • Satgas PRR Pascabencana Sumatra menggelar rapat koordinasi di Jakarta untuk membahas rehabilitasi fasilitas kelautan-perikanan serta pembangunan hunian tetap relokasi tercepat di Aceh.

  • Rapat dihadiri Mendagri Tito Karnavian, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Tenggrono, pejabat lintas kementerian, serta kepala daerah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • KKP membutuhkan Rp371,8 miliar pada 2026 untuk pemulihan perikanan, mencakup rehabilitasi tambak, kolam, kapal, alat tangkap, fasilitas pengolahan, keramba, dan excavator.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra menggelar rapat koordinasi membahas perkembangan pemulihan fasilitas kelautan dan perikanan, dan pembangunan hunian tetap di wilayah terdampak bencana, Rabu (21/10/2026).

Rapat berlangsung di Posko Satgas PRR, Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat. Berdasarkan agenda Pusat Penerangan Kemendagri, rapat kali ini secara khusus membahas perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kelautan dan perikanan pascabencana di Sumatra.

  1. 1. Rapat juga membahas progres pembangunan hunian tetap

    Satgas PRR Bahas Pemulihan Perikanan Sumatra, Butuh Rp371,8 Miliar, Rabu (21/10/2026) (IDN Times/Cantika Lutfiah)
    Satgas PRR Bahas Pemulihan Perikanan Sumatra, Butuh Rp371,8 Miliar, Rabu (21/10/2026) (IDN Times/Cantika Lutfiah)

    Selain mengenai kelautan dan perikanan, rapat koordinasi juga membahas progres pelaksanaan pembangunan hunian tetap relokasi tercepat di 3 provinsi di Sumatra yang tertimpa bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025 lalu.

    Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan di wilayah Sumatra pascabencana. Rapat juga dijadwalkan diikuti dengan penyampaian keterangan pers mengenai perkembangan penanganan pascabencana.

  2. 2. Mendagri hingga kepala daerah ikut rapat

    Satgas PRR Bahas Pemulihan Perikanan Sumatra, Butuh Rp371,8 Miliar, Rabu (21/10/2026) (IDN Times/Cantika Lutfiah)
    Satgas PRR Bahas Pemulihan Perikanan Sumatra, Butuh Rp371,8 Miliar, Rabu (21/10/2026) (IDN Times/Cantika Lutfiah)

    Rapat koordinasi ini turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Tenggrono, serta Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Teddy Paul.

    Sejumlah pejabat lain yang dilibatkan di antaranya Sekretaris Jenderal KKP, Kepala Pusat Kebijakan Strategis KKP, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait.

    Kepala daerah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat juga dijadwalkan mengikuti rapat secara virtual. Selain itu, hadir dalam agenda tersebut Inspektur Jenderal Kemendagri selaku Kepala Posko Satgas PRR beserta sejumlah pejabat eselon II, juga gubernur dan bupati dari beberapa daerah.

  3. 3. KKP butuh anggaran Rp371,8 miliar untuk pemulihan sektor perikanan

    Ilustrasi petambak sedang memanen garam di kawasan tambak
    Ilustrasi petambak melakukan aktivitas produksi garam di kawasan tambak. (dok. Kementerian Kelautan dan Perikanan/kkp.go.id)

    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Tenggrono memaparkan perkembangan intervensi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra untuk sektor kelautan dan perikanan pada 2026.

    "Total kebutuhan anggaran tercatat sebesar Rp371,8 miliar untuk pemulihan sektor kelautan dan perikanan," kata Sakti.

    Anggaran itu terdiri dari Rp113,8 miliar yang bersumber dari anggaran belanja tambahan (ABT) dan Rp258 miliar dari refocusing anggaran KKP.

    Sejumlah program yang dipaparkan meliputi rehabilitasi tambak, kolam, kapal penangkap ikan, bantuan alat penangkap ikan, bantuan pengolahan dan coolbox, bantuan perebusan garam dan keramba, serta bantuan excavator untuk mendukung pemulihan di wilayah terdampak bencana.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More