Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kristomei Sianturi akan memeriksa ulang data luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilaporkan sebelumnya dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto.
"Pasti dong. Kan tadi saya bilang saya konsolidasi internal dulu, saya cek dulu data fakta yang ada saat ini," katanya usai dilantik sebagai Kepala BNPB di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Kristomei mengatakan, pemeriksaan dilakukan dengan mencocokkan data dari Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) dan hasil pemantauan satelit NASA. BNPB juga akan memeriksa dampak kebakaran berdasarkan data yang tersedia.
"Berapa sih luasan yang sebenarnya itu. Kan itu bisa dihitung gitu lho. Dan dampaknya apa gitu lho," ujar dia.
Namun, Kristomei menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas dalam penanganan bencana. Dia menekankan penanganan karhutla dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.
Kepala BNPB yang sebelumnya, Suharyanto melaporkan kepada Prabowo pada Selasa (13/10/2026), luas lahan yang masih terbakar dan ditangani satuan tugas di enam provinsi mencapai 639,23 hektare.
"Yang terbakar yang masih ditangani oleh satgas di lapangan jumlahnya adalah 639,23 hektare," ujar Suharyanto dalam laporannya yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
