Pemerintah Kerahkan 160 Pasukan dan 30 Subur Bor Atasi Karhutla Tanjung Puting

Kemenhut mengerahkan 160 personel pasukan darat untuk memadamkan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting.
Pemerintah menyiapkan sekitar 30 sumur bor dan mengkaji penggunaan alat berat untuk mencegah api meluas ke zona inti.
Penanganan dipusatkan di sejumlah lokasi dengan dukungan pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan relawan.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengerahkan 160 personel pasukan darat ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengatakan kawasan Pesalat menjadi salah satu prioritas karena lokasinya sangat dekat dengan feeding area atau feeding zone.
"Sekitar 160 personel pasukan darat akan dikerahkan untuk melakukan pemadaman," kata Raja Antoni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10/2026).
1. Pemerintah menambah 30 sumur bor dan akan menambah alat berat

Seorang ibu dan anaknya mengenakan masker di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin, (12/10/2026). (AFP/Reina) Untuk mencegah api meluas, pemerintah juga telah menyiapkan penambahan sumur bor. Pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan penggunaan alat berat demi membuat sekat bakar dengan mempertimbangkan kondisi dan kedalaman gambut.
"Tapi, intinya kami mencegah agar api tidak masuk ke zona inti. Berdasarkan pemetaan, dibutuhkan sekitar 30 sumur bor untuk membantu upaya pemadaman,” ujar Menhut.
2. Terdapat empat lokasi fokus penanganan karhutla

Seorang ibu dan anaknya yang mengenakan masker berkendara sepeda motor menembus kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (10/10/2026). (AFP/Reina) Raja Antoni menjelaskan, pihaknya bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan relawan terus memperkuat penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting. Pemetaan menggunakan drone thermal dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik yang menjadi prioritas penanganan.
"Dari banyak titik api yang tersebar di Tanjung Puting, pakai drone thermal, kami bisa mengidentifikasi ada empat battleground atau ada empat titik di mana harus bertarung melawan api," kata Raja Antoni.
3. Pasukan darat diperkuat

Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang berkobar di kawasan Panarung, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis, (8/10/2026). (AFP/Reina) Adapun empat lokasi itu yakni Pesalat, Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, serta area Sungai Bawung dan Tanjung Rengas.
"Untuk lokasi lain, pasukan darat juga akan diperkuat di Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, Sungai Bawung dan Tanjung Rengas. Sebagian personel akan dipersiapkan untuk tinggal di lapangan selama sekitar satu pekan agar operasi dapat berjalan tanpa harus bolak-balik dari lokasi pemadaman," kata Raja Antoni.
Dia menegaskan, seluruh unsur pemerintah dan masyarakat terus bekerja untuk menangani karhutla di Tanjung Puting.
"Insya Allah pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, BMKG, BNPB tidak patah semangat, tidak cuci tangan, tidak lepas tangan. Segala upaya yang memang memungkinkan untuk kita lakukan, kita lakukan," ujar Raja Antoni.





















