Jakarta, IDN Times - Peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto semakin terlihat dalam berbagai kegiatan di luar tugas pertahanan. Keterlibatan tersebut mencakup sektor pangan, kesehatan, pendidikan, hingga program sosial pemerintah.
Kondisi ini memperlihatkan perluasan peran TNI dalam mendukung sejumlah agenda nasional. Memasuki puncak Peringatan HUT ke-81 TNI pada Senin (5/10/2026), prajurit tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan dan keamanan, tetapi juga dilibatkan dalam program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Keterlibatan TNI paling terlihat dalam sektor pangan. Pemerintah menempatkan prajurit untuk membantu mewujudkan target swasembada pangan melalui pengelolaan lahan pertanian, pengembangan komoditas, hingga dukungan terhadap perkebunan tebu.
Dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026), Prabowo menyampaikan pandangannya mengenai keterlibatan aparat dalam sektor pertanian.
"Hanya di Indonesia polisi ngurus pertanian. Hanya mungkin di Indonesia tentaranya sering ada di sawah. Hanya di Indonesia Angkatan Laut tanam kedelai. Hanya di Indonesia Angkatan Udara tanam tebu," ujar Prabowo.
Wakil Direktur Imparsial, Hussein Ahmad, menilai kondisi yang terjadi saat ini sudah melampaui dwifungsi era Orde Baru. Menurut dia, aktivitas militer di ranah sipil era Orde Baru kembali terjadi di pemerintahan Prabowo Subianto.
"Situasi ini bukan lagi yang pengamat anggap sebagai gejala dwifungsi atau gejala order baru, tetapi memang kita sudah sampai pada dwifungsi yang baru dan bahkan beberapa orang mengatakan bahwa ini multifungsi dalam konteks politik juga. Ini bukan lagi mengarah kepada Orde Baru tetapi ini sudah sampai orde yang paling baru karena hampir seluruh kriteria yang apa namanya, yang bisa menjelaskan bahwa kenapa Orde Baru bisa berkuasa begitu lama, itu hari ini sudah terjadi,” ujar Hussein kepada IDN Times, Jumat (3/7/2026).
Hussein mengatakan, militer masuk kegiatan sipil dimulai pada era Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo, sejak 2016. Menurut dia, era Jokowi kerap membuka pintu aturan militer masuk ranah sipil.
"Kami sejak 2016 melihat ada perubahan gestur dari Presiden Jokowi pada saat itu, ya, jadi pasca-Pilkada Jakarta itu, ada perubahan gestur Jokowi yang sebelumnya dia menyuarakan slogan-slogannya demokrasi, pemberantasan korupsi dan lain sebagainya berubah menjadi nasionalisme gitu ya, anti-terorisme,” kata dia.
Menurut Hussein, perubahan siginifikan adalah ketika Jokowi mengangkat Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) pada tahun 2019. Pada era tersebut, Prabowo kerap melibatkan TNI dalam kegiatan sipil.
“Dia (Prabowo) bikin program sumur bor kemudian apa tanam jagung, jadi yang polybag Kalimantan, itu tanam jagung berubah jadi singkong dalam polybag itu kan zaman Jokowi Presiden dan Prabowo sebagai Menhan, hangat, memang pembukaan jalannya benar sekali, dimulai pada masa pemerintahan Jokowi, terutama kami lihat sejak 2016,” kata dia.
Saat Prabowo menjadi Presiden, militer di ranah sipil menyebar. Mulai dari pertanian, program makan bergizi gratis (MBG) hingga melatih calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
