Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Inisiator Aksi Rakyat Bela Indonesia Jimly Ashiddiqie. (IDN Times/Marcheilla)
  • Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie mengingatkan persoalan politik dan kebangsaan yang tak segera ditangani berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan dalam tiga tahun ke depan.

  • Dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia di Jakarta, Jimly meminta pemimpin partai, eksekutif, dan legislatif mendengar aspirasi serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.

  • Aksi tersebut mengajukan lima tuntutan, termasuk melawan pengkhianat dan oligarki, menjalankan Pasal 33 UUD 1945, serta menegakkan putusan MK dan MA secara konsisten.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Aksi Rakyat Bela Indonesia menyuarakan lima tuntutan, termasuk pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 serta penegakan hukum sesuai putusan MK dan MA.
  • Who?
    Jimly Asshiddiqie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi dan salah satu inisiator aksi, bersama peserta Aksi Rakyat Bela Indonesia.
  • Where?
    Lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
  • When?
    Minggu, 8 November 2026.
  • Why?
    Jimly mengingatkan persoalan politik dan kebangsaan yang tidak segera diselesaikan dapat mengganggu stabilitas pemerintahan dalam tiga tahun ke depan.
  • How?
    Lima tuntutan disampaikan melalui aksi massa. Jimly meminta pemimpin partai, pejabat eksekutif, dan legislatif mendengarkan aspirasi serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jimly Asshiddiqie datang ke aksi rakyat di Jakarta. Ia takut masalah politik bisa bikin pemerintah tidak tenang selama tiga tahun. Jimly dan orang-orang di sana punya lima permintaan. Mereka ingin rakyat bersatu, melawan pengkhianat dan oligarki, menjalankan aturan ekonomi, serta menegakkan hukum. Jimly minta para pemimpin mau mendengar dan berdiskusi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aksi ini menampilkan ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi kebangsaan secara terbuka, sekaligus menekankan pentingnya persatuan dan perhatian terhadap persoalan publik. Seruan Jimly agar pemimpin politik, eksekutif, dan legislatif mendengar serta menyelesaikan masalah melalui musyawarah memberi penekanan pada dialog, kepastian hukum, dan penghormatan terhadap konstitusi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, mengingatkan persoalan politik dan kebangsaan yang tidak segera diselesaikan dapat mengganggu stabilitas pemerintahan selama tiga tahun ke depan.

Hal itu disampaikan Jimly saat menghadiri Aksi Rakyat Bela Indonesia di Lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2026). Jimly merupakan salah satu inisiator aksi yang mengangkat lima tuntutan terkait kondisi bangsa dan negara.

Jimly berharap para pemimpin partai politik, pejabat eksekutif, dan legislatif mendengarkan aspirasi yang disampaikan melalui aksi tersebut. Dia juga mendorong agar berbagai persoalan yang berkembang segera diselesaikan melalui musyawarah.

Menurutnya, lima tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut sama pentingnya dan perlu menjadi perhatian para pemangku kepentingan.

“Yang intinya, apa yang terjadi sekarang ini gak boleh dibiarkan. Lima poin itu sama pentingnya,” ujar Jimly kepada awak media.

Adapun lima tuntutan yang disampaikan dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia meliputi:

  1. Rakyat Indonesia bersatu membela Indonesia.

  2. Rakyat bersatu melawan pengkhianat bangsa dan negara.

  3. Rakyat bersatu melawan oligarki dan pengaruh Singapura.

  4. Menuntut pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 secara sepenuhnya.

  5. Menegakkan hukum sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) secara konsisten.

Curated For You

Editorial Team

Related Article