Jakarta, IDN Times - Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan layanan telekomunikasi di wilayah Sumatra telah 100 persen pulih sejak peristiwa blackout (pemadaman listrik) beberapa waktu lalu.
"Tingkat pemulihan tetap pada 100 persen sejak tercapai pada 28 Mei 2026 pukul 00.00 WIB, dan bertahan stabil hingga pukul 09.00 WIB," demikian pernyataan Kemkomdigi yang diterima IDN Times di Jakarta, Kamis (28/5/2026) malam.
Kementerian Komdigi menyatakan sejak Kamis pagi, pukul 09.00 WIB, layanan telekomunikasi di wilayah Sumatra berjalan stabil dan situs menara base transceiver station (BTS) dalam keadaan normal serta tidak ada situs baik yang baru terdampak maupun yang mengalami gangguan susulan.
"Tidak ada lagi situs yang berstatus down (padam)," kata Kemkomdigi.
Kemkomdigi menyatakan penanganan gangguan layanan telekomunikasi akibat pemadaman listrik di wilayah Sumatra berstatus selesai.
Puncak gangguan telekomunikasi di Sumatra terjadi pada Minggu (24/5/2026) pukul 00.00 karena 10.713 situs, yang tersebar di 10 provinsi dan 142 kabupaten/kota di Sumatra, padam.
Proses pemulihan telekomunikasi di wilayah Sumatra menghadapi tantangan karena Aceh mengalami pemadaman susulan pada Senin (25/5/2026) pada pukul 21.00 WIB, yang menyebabkan jumlah situs terdampak bertambah.
PT PLN (Persero) pada Minggu (24/5/2026) menyatakan sistem kelistrikan di wilayah Sumatra telah kembali normal setelah mengalami pemadaman total pada Jumat (22/5/2026).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan proses pemulihan dilakukan secara intensif sejak awal terjadi gangguan.
Sebelumnya, Direktur Transmisi PLN Edwin Nugraha, menjelaskan terjadi fenomena "power swing" pada sistem kelistrikan Sumatra akibat hujan lebat, petir dan angin kencang. Cuaca menyebabkan gangguan pada transmisi 275 kV New Aur Duri di Jambi.
Sistem kelistrikan Sumatra kemudian terganggu karena sebagian besar daya listrik di Sumatra bagian utara dialirkan dari Sumatra bagian selatan.
