Menhaj Minta Evaluasi Haji 2026 Jadi Dasar Wujudkan Pelayanan Lebih Baik

- Menhaj menegaskan pentingnya evaluasi jujur dan berkelanjutan sebagai dasar peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji 2026, serta mengapresiasi kerja keras jajaran Kemenhaj di Papua Barat Daya.
- Ia mendorong seluruh pegawai membangun budaya evaluasi terbuka, tidak ragu melaporkan kendala lapangan, dan menjadikan hasil evaluasi sebagai pijakan untuk layanan haji yang lebih baik ke depan.
- Menhaj meminta penguatan sinergi dan komitmen antarjajaran demi mewujudkan pelayanan haji profesional, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan jemaah di setiap musim haji berikutnya.
Jakarta, IDN Times - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, mendorong seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) membangun budaya evaluasi yang jujur, terbuka, dan berkelanjutan sebagai fondasi peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
Hal tersebut disampaikan Menhaj saat memberikan pengarahan pada kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Sorong, Papua Barat Daya pada Jumat (17/7/2026). Dalam sambutannya, Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemenhaj di Papua Barat Daya atas dedikasi dan kerja keras dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1447 H/2026 M.
"Alhamdulillah, hari ini saya dapat bersilaturahmi langsung dengan keluarga besar Kemenhaj di Papua Barat Daya. Terus terang saya merasa memiliki utang kunjungan. Sejak Badan Penyelenggara Haji dibentuk hingga menjadi Kementerian Haji dan Umrah, baru hari ini saya bisa hadir di sini," ujar Menhaj dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/7/2026).
1. Menhaj minta jajarannya perbaiki kinerja

Pada kesempatan ini, Menhaj mengingatkan bahwa keberhasilan dalam penyelenggaraan haji 2026 harus menjadi pijakan untuk terus melakukan perbaikan.
"Masa puji-pujian sudah selesai. Sekarang saatnya kita fokus pada evaluasi. Kementerian yang baik bukan yang sibuk berbangga diri, tetapi kementerian yang terus memperbaiki diri," tegas Menhaj.
2. Menhaj ajak jajaran bangun budaya evaluasi yang terbuka dan tak ragu laporkan masalah di lapangan

Dalam dialog bersama jajaran Kemenhaj di Papua Barat Daya, Menhaj menerima sejumlah masukan terkait penguatan dan penataan sumber daya manusia, aspirasi mengenai tunjangan kinerja, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, seluruh aspirasi tersebut menjadi perhatian serius dan akan diupayakan tindak lanjutnya sesuai mekanisme yang berlaku.
Menhaj juga mengajak seluruh jajaran membangun budaya evaluasi yang terbuka dan tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan di lapangan. Menurutnya, setiap masukan merupakan bahan penting dalam penyempurnaan kebijakan dan peningkatan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji.
"Jangan takut menyampaikan masalah, karena setiap masukan adalah bahan untuk memperbaiki pelayanan kepada jemaah. Mari kita jadikan hasil evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini sebagai pijakan untuk menghadirkan layanan yang lebih baik pada musim haji berikutnya. Yang sudah baik kita pertahankan, sedangkan yang masih kurang kita sempurnakan bersama," ujarnya.
3. Minta jajaran Kemenhaj perkuat sinergi dan komitmen mewujudkan pelayanan haji yang profesional

Menhaj berharap seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah terus memperkuat sinergi dan komitmen dalam mewujudkan pelayanan haji yang profesional, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan jemaah sehingga kualitas penyelenggaraan ibadah haji semakin baik dari tahun ke tahun.
Adapun acara terssebut dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, Sekretaris Daerah Papua Barat Ali Baham Temongmere yang mewakili Gubernur Papua Barat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran Kemenhaj di Papua Barat Daya.



















