Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Blackout Sumatra, Trend Asia Desak Audit Total Sistem Listrik

Blackout Sumatra, Trend Asia Desak Audit Total Sistem Listrik
Konferensi pers hasil investigasi blackout Sumatra oleh Bareskrim Polri, Senin (25/5/2026).
Intinya Sih
Gini Kak
  • Trend Asia menyoroti blackout berulang di Sumatra sebagai bukti rapuhnya sistem kelistrikan nasional yang masih bergantung pada pembangkit besar berbasis energi fosil dan jaringan terpusat.
  • Organisasi tersebut mendesak pemerintah mempercepat desentralisasi energi terbarukan komunitas agar sistem listrik lebih tangguh, adil, dan tidak mudah lumpuh saat terjadi krisis atau cuaca ekstrem.
  • Trend Asia meminta audit menyeluruh terhadap sistem kelistrikan Sumatra serta transparansi hasilnya, sambil menekankan pentingnya kompensasi bagi masyarakat terdampak dan evaluasi nasional atas infrastruktur energi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Juru Kampanye Renewable Energy Trend Asia, Beyrra Triasdian, mengatakan blackout atau pemadaman listrik total yang terjadi di wilayah Sumatra bukanlah yang pertama kali terjadi di Indonesia.

Trend Asia mencatat dalam rentang waktu 10 tahun terakhir, beberapa wilayah di Indonesia pernah mengalami blackout sebelumnya, seperti di wilayah Jawa (2019), Sumatra (2024), dan Bali (2025).

"Blackout yang terjadi berulang kali ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan skala besar memiliki kerentanan terhadap terjadinya disrupsi skala besar," ucap Beyrra dalam keterangan pers yang diterima IDN Times, Senin (25/5/2026).

1. Kegagalan sistem kelistrikan

Blackout Sumatra, Trend Asia Desak Audit Total Sistem Listrik
DPR RI rapat bareng Satgas RPP bahas situasi terkini Sumatra. (IDN Times/Amir Faisol).

Beyrra menjelaskan saat ini kelistrikan di sebagian besar wilayah Sumatra masih ditopang pembangkit skala besar, seperti PLTU yang berbasis energi fosil yang bergantung pada jaringan pembangkit dan transmisi terpusat.

Dalam sistem seperti ini, gangguan di satu titik dapat memicu pemadaman di banyak wilayah sekaligus. Meskipun PLN menyebut mereka menggunakan pembangkit hidro dan gas sepanjang tahap pemulihan, gangguan skala besar tetap akan terjadi apabila sistem transmisi tersentralisasi.

“Blackout akibat gangguan cuaca di Sumatra kali ini memperlihatkan kegagalan sistem kelistrikan yang terlalu bergantung pada infrastruktur terpusat dan energi fosil. Di tengah krisis iklim yang membuat cuaca ekstrem semakin sering terjadi, model seperti ini hanya memperbesar risiko jutaan masyarakat kehilangan layanan dasar," ucapnya.

2. Pemerintah harus mempercepat desentralisasi energi berbasis energi terbarukan

Blackout Sumatra, Trend Asia Desak Audit Total Sistem Listrik
Pelaku tambak udang di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menekan biaya operasional usai beralih dari energi fosil ke listrik PLN. (Dok. Istimewa)

Beyrra menegaskan situasi ini menjadi peringatan bahwa sistem energi tidak bisa terus dibangun melalui pendekatan lama, yang bertumpu pada pembangkit besar dan transmisi panjang.

"Pemerintah harus segera mempercepat desentralisasi energi berbasis energi terbarukan komunitas untuk membangun sistem yang lebih tangguh, adil, dan tidak mudah lumpuh saat krisis,” katanya.

3. Lakukan audit secara menyeluruh

Blackout Sumatra, Trend Asia Desak Audit Total Sistem Listrik
Konferensi pers hasil investigasi blackout di Sumatra oleh Polri, Senin (25/5/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Menurut Beyrra gangguan kelistrikan skala besar ini bukan hal sepele, sebab pemadaman ini mengganggu aktivitas ekonomi, khususnya ekonomi skala kecil; lampu lalu lintas padam; gangguan konektivitas selular; hingga aktivitas rumah tangga seperti penyimpanan ASI bagi perempuan menyusui.

Blackout di Sumatera merupakan kejadian kali kedua dalam kurun waktu kurang dari lima tahun dengan alasan gangguan yang sama: akibat cuaca buruk. Beyrra menyebut ini ironi, sebab energi fosil yang menyokong ketenagalistrikan Indonesia saat ini merupakan salah satu penyumbang utama krisis iklim yang memicu cuaca ekstrem.

“Pemerintah harus segera memulihkan seluruh sistem kelistrikan di Sumatera, memberikan kompensasi yang adil bagi masyarakat terdampak blackout, melakukan audit menyeluruh dan membuka hasil audit penyebab gangguan secara transparan kepada publik.

"Kejadian yang terus berulang ini juga harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem ketenagalistrikan nasional di tengah krisis iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin memperbesar risiko disrupsi serupa di masa mendatang,” ujar Beyrra.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More