Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Iran Klaim 2 Kapal Tanker Meledak Kena Ranjau AS di Selat Hormuz

Iran Klaim 2 Kapal Tanker Meledak Kena Ranjau AS di Selat Hormuz
potret sebuah kapal yang terbakar di laut (unsplash.com/Nilantha Ilangamuwa)
Intinya Sih
  • Iran mengklaim dua kapal tanker minyak meledak akibat ranjau yang diduga dipasang AS di Selat Hormuz, sementara pasukan AS disebut mencegat kapal lain di wilayah tersebut.
  • Ketegangan meningkat setelah Iran menutup Selat Hormuz dan AS memperkuat patroli serta memblokade pelabuhan Iran atas perintah Presiden Donald Trump.
  • Serangan balasan terus terjadi antara Iran dan AS, dengan IRGC menyerang pangkalan militer AS di Suriah dan AS membalas menghantam fasilitas militer Iran di beberapa kota.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Iran mengklaim dua kapal tanker minyak yang sedang berlayar di Selat Hormuz meledak usai terkena jebakan ranjau yang dipasang Amerika Serikat (AS). Kabar tersebut disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Sabtu (18/7/2026). IRGC juga menyebut pasukan AS telah mencegat sejumlah kapal yang berupaya melintas di selat tersebut. 

“Satu jam yang lalu, dua kapal tanker minyak, yang mencoba melewati ladang ranjau di selatan Selat Hormuz yang dibuat oleh badan intelijen Amerika, meledak dan terbakar,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita nasional Iran, IRNA, tanpa menyebutkan nama kapal tanker tersebut, seperti dikutip The Strait Times.

1. AS meningkatkan patroli di Selat Hormuz

Kapal perang Amerika Serikat sedang berlayar di Selat Hormuz.
Kapal perang Amerika Serikat sedang berlayar di Selat Hormuz. (flickr.com/Official U.S. Navy via commons.wikimedia.org/Official U.S. Navy)

Saat ini, Selat Hormuz sebetulnya sedang dikuasai oleh Iran. Sebab, pada 11 Juli lalu, IRGC memutuskan untuk kembali menutup Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan usai ada kapal komersial yang melintas di selat tersebut di luar jalur yang sudah ditentukan.

Penutupan Selat Hormuz ini lantas memicu amarah Presiden AS, Donald Trump. Trump akhirnya meminta pasukan AS untuk menyerang Iran dan kembali memblokade semua pelabuhan Teheran yang ada di sekitar Selat Hormuz. Selain itu, Trump juga meminta pasukan AS untuk meningkatkan patroli di Selat Hormuz untuk mencegah kapal milik Iran berlayar di sana.

“Pasukan AS meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan yang terus membahayakan nyawa orang-orang yang tidak bersalah,” kata Kepala Komando Tengah (CENTCOM) militer AS, Laksamana Brad Cooper, soal blokade pelabuhan Iran dilansir Times of Israel

2. Selat Hormuz selalu memicu eskalasi konflik antara Iran dan AS

Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/European Space Agency)

Selama beberapa bulan terakhir, Selat Hormuz kerap memicu eskalasi konflik antara Iran dan AS. Aksi saling serang Teheran dan Washington yang awalnya berhasil mereda kemudian kembali terjadi karena kedua negara tidak mau menurunkan ego soal kuasa di salah satu jalur perdagangan strategis global tersebut. 

Di satu sisi, AS ingin setiap kapal bisa berlayar di Selat Hormuz dengan bebas. Sebab, AS menganggap Selat Hormuz sebagai perairan internasional sehingga setiap kapal punya hak bebas berlayar di sana. Namun, di sisi lain, Iran ngotot bahwa Selat Hormuz merupakan bagian dari wilayah teritorial mereka. Sebab, jarak antara Selat Hormuz dan wilayah pesisir Iran sangat dekat. 

Perbedaan pendapat soal Selat Hormuz inilah yang lantas sering memicu ketegangan antara Iran dan AS. Kondisi ini juga makin diperparah karena Iran sering melakukan serangan tiba-tiba terhadap kapal-kapal yang sedang melintas di selat tersebut.

3. Iran dan AS masih saling serang

Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Hingga saat ini, Iran dan AS masih saling bertukar serangan. Pada Jumat (17/7/2026) siang waktu setempat, IRGC mengklaim telah meluncurkan serangan ke pusat komando militer AS yang ada di Suriah. 

IRGC menjelaskan, serangan ini dilakukan sebagai balasan karena pasukan AS telah menyerang Bandara Iranshahr di Iran timur pada Jumat pagi. Dilansir Jerusalem Post, serangan tersebut telah menewaskan sejumlah anggota militer Iran. Sementara itu, satu orang lainnya dikabarkan luka-luka. 

Beberapa jam setelahnya, yakni pada Jumat malam, AS membalas dengan menyerang sejumlah situs militer Iran. Serangan itu menyasar infrastruktur logistik militer, penyimpanan senjata bawah tanah, dan sistem pertahanan angkatan laut militer Iran yang ada di Kota Yazd dan Ahvaz. Itu merupakan serangan ketujuh AS terhadap Iran sejak bentrokan kedua negara kembali terjadi pada pekan lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More