Jakarta, IDN Times - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengungkap kondisi terkini aktivisnya, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras. Setelah lebih dari 40 hari pascakejadian, kondisi fisik Andrie disebut terus menunjukkan perbaikan.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya menyampaikan, Andrie kini sudah mulai kembali menjalani aktivitas ringan sehari-hari, meskipun belum sepenuhnya pulih dan belum kembali bekerja.
"Setelah 40 hari lebih gitu ya pascaperistiwa penyiraman air keras, dengan diagnosa awal dari tim dokter yang mengatakan bahwa ada luka bakar 20 persen di bagian tubuh sebelah kanan, dan juga 40 persen kerusakan di kornea mata kanan karena terkena cairan asam sulfat grade tiga dari skala empat dan juga asam sulfat yang cukup pekat," kata dia di acara diskusi yang diselenggarakan di Rumah Belajar ICW, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
