Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi Penembakan (IDN Times/Aditya Pratama)
  • KontraS mengecam dugaan penggunaan senjata api oleh personel TNI dalam kericuhan kenduri Maulid Nabi di Pidie, Aceh.

  • KontraS mencatat satu warga meninggal dunia dan sembilan lainnya terluka setelah kericuhan terkait pengibaran bendera Bulan Bintang.

  • KontraS meminta evaluasi, penelusuran rantai komando, serta proses peradilan umum bagi prajurit yang terbukti melakukan tindak pidana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
4 November 2026

Sejumlah warga mengibarkan bendera Bulan Bintang dalam kenduri Maulid. Personel TNI mendatangi lokasi untuk menurunkan bendera, lalu terjadi kericuhan.

Jumat (6/11/2026)

KontraS menyampaikan kecaman dan meminta evaluasi keterlibatan personel TNI, penelusuran rantai komando, serta proses peradilan umum bagi prajurit yang terbukti melakukan tindak pidana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kericuhan terjadi dan satu warga meninggal dunia, sementara sembilan warga lainnya terluka.
  • Who?
    Warga sipil, personel TNI, KontraS, Presiden, Panglima TNI, KSAD, dan Komnas HAM disebut dalam peristiwa tersebut.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.
  • When?
    Kericuhan terjadi pada Rabu (4/11/2026), sementara pernyataan KontraS disampaikan Jumat (6/11/2026).
  • Why?
    Ketegangan bermula saat sejumlah warga mengibarkan bendera Bulan Bintang dan personel TNI datang untuk menurunkannya.
  • How?
    Penolakan warga terhadap upaya penurunan bendera berkembang menjadi kericuhan. Salah satu korban dilaporkan tertembak sekitar 100 meter dari lokasi utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

KontraS bilang ada warga yang terkena tembakan saat acara Maulid Nabi di Pidie, Aceh. Awalnya, beberapa warga mengibarkan bendera Bulan Bintang. Personel TNI datang untuk menurunkannya, lalu terjadi kericuhan. Satu warga bernama AR meninggal dan sembilan warga terluka. KontraS meminta kejadian ini diperiksa secara terbuka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Desakan KontraS untuk melakukan investigasi, menelusuri rantai komando, dan memproses prajurit melalui peradilan umum menunjukkan adanya dorongan terhadap pemeriksaan yang transparan dan akuntabel. Langkah tersebut juga berkaitan dengan upaya mengevaluasi keterlibatan personel TNI serta membangun profesionalisme militer melalui pertanggungjawaban berdasarkan standar hukum yang berlaku.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengecam dugaan penembakan terhadap warga sipil oleh personel TNI dalam kericuhan kenduri Maulid Nabi di Kabupaten Pidie, Aceh. KontraS menilai pengibaran bendera Bulan Bintang jangan menjadi alasan bagi aparat menggunakan senjata api hingga menewaskan warga.

“Dalam konteks ini, penggunaan senjata api tidak dapat dibenarkan hanya dengan alasan penertiban, pengamanan, ataupun adanya penolakan masyarakat terhadap tindakan aparat,” ujar Plt Koordinator Bidang Eksternal KontraS, Jane Rosalina Rumpia, dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).

1. KontraS sebut penembakan sebagai extrajudicial killing

Anggota KontraS, Jane Rosalina ketika memberikan respons atas vonis Andrie Yunus. (Tangkapan layar YouTube YLBHI)

KontraS menilai, dugaan penembakan oleh personel TNI terhadap warga sipil merupakan bentuk pembunuhan di luar hukum atau extrajudicial killing. Organisasi tersebut menyebut penggunaan kekuatan bersenjata harus memenuhi prinsip kebutuhan, kewenangan yang sah, dan proporsionalitas.

“Setiap bentuk pertanggungjawaban komando harus diperiksa berdasarkan unsur dan standar hukum yang berlaku,” kata Jane.

2. Satu warga tewas dan sembilan lainnya terluka

Peneliti KontraS, Jane Rosalina ketika memberikan keterangan pers mengenai kondisi terkini Andrie Yunus. (Tangkapan layar YouTube YLBHI)

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun KontraS, kericuhan bermula ketika sejumlah warga mengibarkan bendera Bulan Bintang dalam kenduri Maulid pada 4 November 2026. Ketegangan meningkat setelah personel TNI mendatangi lokasi untuk menurunkan bendera.

KontraS mencatat, satu warga berinisial AR (20) meninggal dunia dan sembilan warga lainnya mengalami luka-luka. Salah satu korban dilaporkan tertembak saat berada sekitar 100 meter dari lokasi utama kejadian.

3. KontraS desak pelaku diadili di peradilan umum

Ilustrasi borgol (IDN Times)

KontraS meminta Presiden, Panglima TNI, dan KSAD mengevaluasi keterlibatan personel TNI dalam peristiwa tersebut. Investigasi juga harus menelusuri rantai komando, termasuk kemungkinan pemberian perintah atau pembiaran terhadap kekerasan.

KontraS turut mendesak agar prajurit yang terbukti melakukan tindak pidana umum terhadap warga sipil diadili melalui peradilan umum.

“Proses hukum yang transparan dan akuntabel ini menjadi kunci utama untuk memutus impunitas dan membangun profesionalisme militer,” ujar Jane.

Editorial Team

Related Article