Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kopassus Sebut Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus Hoaks
Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD berbaris lengkap persenjataan saat mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Monas, Jakarta, Minggu (5/10/2025).(ANTARA FOTO/Fauzan)
  • Kopassus membantah isu di media sosial yang menyebut Panglima Kopassus Letjen Djon Afriandi melakukan kekerasan terhadap seseorang bernama Bunted, dan menegaskan kabar tersebut adalah hoaks.
  • Unggahan resmi Penerangan Kopassus hanya menampilkan stempel hoaks tanpa memberikan penjelasan tambahan, serta sempat menutup kolom komentar untuk unggahan bantahan tersebut.
  • Isu bermula dari akun Threads @retailman69 yang menulis Letjen Djon memukul seseorang karena masalah waktu pertemuan dengan Presiden Prabowo, namun tidak ada klarifikasi lanjutan dari pihak Kopassus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
awal pekan ini

Isu tentang Panglima Kopassus Letjen Djon Afriandi melakukan kekerasan terhadap individu bernama Bunted mulai beredar di media sosial Threads.

21 April 2026

Kopassus melalui akun Penerangan di media sosial membantah isu tersebut dan menyebutnya sebagai hoaks, serta menutup kolom komentar pada unggahan bantahan itu.

kini

IDN Times mencoba meminta klarifikasi lebih lanjut kepada Penerangan Kopassus namun belum mendapat respons.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kopassus membantah isu di media sosial yang menyebut Panglima Kopassus Letjen Djon Afriandi menampar seseorang bernama Bunted, dengan menegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks.
  • Who?
    Panglima Kopassus Letjen Djon Afriandi, akun Penerangan Kopassus, serta pengguna media sosial @retailman69 yang pertama kali menyebarkan isu tersebut.
  • Where?
    Pernyataan bantahan disampaikan melalui akun resmi media sosial Penerangan Kopassus di Jakarta, sementara isu awal beredar di platform Threads.
  • When?
    Bantahan dipublikasikan pada Selasa, 21 April 2026, setelah isu tersebut ramai diperbincangkan sejak awal pekan yang sama.
  • Why?
    Kopassus memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi dan menegaskan bahwa tuduhan terhadap Panglima Kopassus tidak benar atau bersifat hoaks.
  • How?
    Klarifikasi dilakukan lewat unggahan bergambar stempel “hoaks” di akun resmi Penerangan Kopassus tanpa penjelasan tambahan dan dengan kolom komentar sempat ditutup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kabar di internet bilang Pak Djon, bos tentara Kopassus, marah dan memukul orang istana bernama Bunted. Tapi Kopassus bilang itu bohong. Mereka tulis di media sosial kalau cerita itu hoaks. Orang-orang masih ingin tahu siapa Bunted, tapi belum ada yang kasih tahu lebih lanjut tentang itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tindakan cepat Kopassus membantah isu kekerasan yang beredar menunjukkan komitmen lembaga tersebut terhadap transparansi dan klarifikasi publik. Dengan menegaskan bahwa informasi itu hoaks, Kopassus membantu meredam spekulasi di media sosial serta menjaga reputasi institusi dan pimpinannya dari penyebaran kabar yang tidak berdasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kopassus turun tangan merespons isu yang beredar di media sosial sejak awal pekan ini. Lewat unggahan penerangan Kopassus di media sosial, Kopassus membantah Panglima Kopassus, Letnan Jenderal Djon Afriandi melakukan tindak kekerasan terhadap individu yang disebut sebagai Bunted. Isu itu santer beredar lewat aplikasi media sosial Threads.

"Hoaks," demikian yang tertulis di akun Penerangan Kopassus dan dikutip pada Selasa (21/4/2026).

Namun, akun medsos Kopassus itu tidak memberikan keterangan lebih lanjut tentang hal tersebut. Unggahan itu hanya memuat stempel bahwa isu yang ditulis di akun Thread @retailman69 tidak benar adanya. Penerangan Kopassus sempat menutup kolom komentar untuk unggahan berisi bantahan soal Letjen Djon terhadap seseorang yang disebut sebagai Bunted.

Meski tak dijelaskan siapa sosok Bunted, tetapi warganet menduga kuat orang yang dimaksud adalah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Salah satu tugas Teddy diketahui mengatur jadwal dan agenda pertemuan Presiden.

Di dalam akun @retailman69, tertulis Letjen Djon melakukan tindak kekerasan terhadap seseorang yang disebut sebagai Bunted karena dibiarkan menunggu di luar ruangan Presiden Prabowo Subianto di Istana selama 20 menit. Sedangkan, Prabowo sudah menunggunya di dalam ruangan.

Ketika Prabowo keluar, dia memarahi Letjen Djon karena dianggap sengaja membuatnya menunggu selama 20 menit. Sedangkan, Letjen Djon dijadwalkan berbincang selama 30 menit dengan Prabowo.

IDN Times sudah mencoba meminta klarifikasi lebih lanjut ke Penerangan Kopassus tetapi tidak direspons.

Editorial Team