Jakarta, IDN Times - Kopassus turun tangan merespons isu yang beredar di media sosial sejak awal pekan ini. Lewat unggahan penerangan Kopassus di media sosial, Kopassus membantah Panglima Kopassus, Letnan Jenderal Djon Afriandi melakukan tindak kekerasan terhadap individu yang disebut sebagai Bunted. Isu itu santer beredar lewat aplikasi media sosial Threads.
"Hoaks," demikian yang tertulis di akun Penerangan Kopassus dan dikutip pada Selasa (21/4/2026).
Namun, akun medsos Kopassus itu tidak memberikan keterangan lebih lanjut tentang hal tersebut. Unggahan itu hanya memuat stempel bahwa isu yang ditulis di akun Thread @retailman69 tidak benar adanya. Penerangan Kopassus sempat menutup kolom komentar untuk unggahan berisi bantahan soal Letjen Djon terhadap seseorang yang disebut sebagai Bunted.
Meski tak dijelaskan siapa sosok Bunted, tetapi warganet menduga kuat orang yang dimaksud adalah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Salah satu tugas Teddy diketahui mengatur jadwal dan agenda pertemuan Presiden.
Di dalam akun @retailman69, tertulis Letjen Djon melakukan tindak kekerasan terhadap seseorang yang disebut sebagai Bunted karena dibiarkan menunggu di luar ruangan Presiden Prabowo Subianto di Istana selama 20 menit. Sedangkan, Prabowo sudah menunggunya di dalam ruangan.
Ketika Prabowo keluar, dia memarahi Letjen Djon karena dianggap sengaja membuatnya menunggu selama 20 menit. Sedangkan, Letjen Djon dijadwalkan berbincang selama 30 menit dengan Prabowo.
IDN Times sudah mencoba meminta klarifikasi lebih lanjut ke Penerangan Kopassus tetapi tidak direspons.
