Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Koperasi Jateng Punya Aset Rp60 Triliun, Siap Perkuat Ekonomi
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa keberadaan koperasi di Jawa Tengah dinilai memiliki peran strategis sebagai penguat ekonomi rakyat. Hal itu ia katakan dalam 1. Koperasi didorong jadi pusat pendampingan ekonomi rakyat
  • Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan koperasi di Jawa Tengah harus menjadi pusat pendampingan ekonomi rakyat dan alternatif pembiayaan sehat bagi pelaku usaha mikro agar bisa naik kelas.
  • Jawa Tengah memiliki 19.022 koperasi aktif dengan aset Rp60,13 triliun dan lebih dari 6,8 juta anggota, berperan penting dalam pemerataan kesejahteraan serta penguatan ekonomi desa.
  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong sinergi Dekopinwil Jateng dan pemerintah untuk membangun koperasi modern berbasis produksi yang mendukung UMKM lokal dan industri kecil daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Koperasi di Jawa Tengah memiliki aset sekitar Rp60,13 triliun dan dinilai siap memperkuat ekonomi rakyat melalui penguatan peran koperasi sebagai pusat pendampingan serta pembiayaan usaha mikro.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam acara pengukuhan pimpinan Dekopinwil Jawa Tengah serta rapat kerja wilayah 2026.
  • Where?
    Acara berlangsung di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
  • When?
    Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026.
  • Why?
    Pemerintah daerah dan pusat mendorong koperasi menjadi motor penggerak ekonomi rakyat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat sektor usaha kecil dan menengah di wilayah Jawa Tengah.
  • How?
    Melalui pembentukan pengurus baru Dekopinwil Jateng, sinergi dengan pemerintah pusat, serta pengembangan koperasi desa berbasis produksi dan distribusi produk UMKM lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Keberadaan koperasi di Jawa Tengah dinilai memiliki peran strategis sebagai penguat ekonomi rakyat. Hal ini seiring dengan fungsinya sebagai wadah ekonomi yang mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam acara Pengukuhan Pimpinan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Jawa Tengah serta Rapat Kerja Wilayah 2026 di Wisma Perdamaian, Selasa (14/4/2026).

1. Koperasi didorong jadi pusat pendampingan ekonomi rakyat

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri acara Pengukuhan Pimpinan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Jawa Tengah serta Rapat Kerja Wilayah 2026 di Wisma Perdamaian, Selasa (14/4/2026). (dok. Pemprov Jawa Tengah)

Ahmad Luthfi menegaskan koperasi harus berperan sebagai hub pendampingan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro agar bisa naik kelas. Selain itu, koperasi juga dinilai menjadi alternatif pembiayaan yang lebih sehat bagi masyarakat.

“Pengurus telah terbentuk. Dengan adanya pengurus yang baru ini, rekan-rekan bisa mewarnai, agar koperasi di Jateng jadi cikal bakal kemakmuran masyarakat,” ujar Luthfi.

2. Ribuan koperasi aktif dengan aset puluhan triliun

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri acara Pengukuhan Pimpinan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Jawa Tengah serta Rapat Kerja Wilayah 2026 di Wisma Perdamaian, Selasa (14/4/2026). (dok. Pemprov Jawa Tengah)

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM, Jawa Tengah memiliki 19.022 koperasi aktif dengan lebih dari 6,8 juta anggota. Total aset koperasi di wilayah ini mencapai Rp60,13 triliun, dengan volume usaha Rp43,78 triliun serta imbal hasil kepada anggota sebesar Rp1,16 triliun.

Selain itu, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga terus berkembang. Dari 8.523 unit yang ada, sebanyak 6.271 koperasi telah beroperasi dan 1.466 di antaranya sudah memiliki gerai fisik sebagai pusat aktivitas ekonomi.

Luthfi berharap koperasi tersebut dapat berkembang menjadi pusat distribusi logistik dan lumbung pangan lokal. “Ini penting karena merupakan penguatan ekonomi di desa,” katanya.

3. Pemerintah dorong koperasi modern dan berbasis produksi

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri acara Pengukuhan Pimpinan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Jawa Tengah serta Rapat Kerja Wilayah 2026 di Wisma Perdamaian, Selasa (14/4/2026). (dok. Pemprov Jawa Tengah)

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menekankan pentingnya sinergi antara Dekopinwil Jawa Tengah dan pemerintah pusat dalam menghidupkan kembali aktivitas koperasi di daerah. “Amanah ini menjadi tidak ringan karena Dekopin adalah satu tarikan napas yang harus sama dengan Kemenkop,” ujarnya.

Menurut Ferry, penguatan koperasi harus masuk ke tahap operasional yang lebih konkret, termasuk pengembangan kolaborasi usaha yang berdampak langsung pada ekonomi warga. Salah satunya dengan memprioritaskan produk UMKM lokal masuk ke gerai koperasi desa.

Ia juga menilai koperasi dapat menjadi pintu masuk pengembangan industri kecil, mulai dari produksi kebutuhan harian hingga pascaproduksi.

“Kita bisa belajar buat sabun, sampo, detergen, sampai sambal sendiri. Itu bisa menghidupkan industri kecil dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jateng serta menjadi terobosan untuk memecahkan berbagai masalah di masyarakat,” ujar Ferry.

Pemerintah berharap Dekopinwil Jawa Tengah dapat menjadi contoh koperasi modern yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (WEB)

Editorial Team