Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mencari keberadaan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim. Pencarian ini terkait operasi tangkap tangan (OTT) pejabat Imigrasi Jakarta Barat dalam kasus pengurusan izin tinggal WNA.
KPK mendapatkan kabar bahwa mantan Direktur Utama PT Krakatau Steel itu berada di sekitar Jakarta. Silmy pun didesak untuk segera menyerahkan diri ke KPK.
"Untuk itu kami mengimbau agar yang bersangkutan juga bisa kooperatif sehingga dapat membantu dalam proses penanganan perkara ini," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).
Dalam OTT kali ini, KPK menangkap 11 orang. Salah satu sosok yang ditangkap adalah mantan Plt Dirjen Imigrasi Saffar Godam.
Budi merinci, delapan orang yang ditangkap merupakan penyelenggara negara dan PNS dan sembilan sisanya merupakan swasta.
"Di mana para pihak tersebut, 2 orang swasta diamankan di wilayah Bali, kemudian 1 PN diamankan di wilayah Jawa Barat, yang merupakan Kakanwil Jawa Barat, Kakanwil Imigrasi Jawa Barat. Kemudian pihak-pihak lainnya diamankan di Jakarta dan sekitarnya," jelas Budi.
Selain itu, KPK juga telah menyita puluhan bukti yang ditemukan saat OTT. Rinciannya adalah 7 mobil, 15 motor, dan 11 sepeda.
"Selain itu juga tim mengamankan logam mulia dalam bentuk emas ada sekitar ratusan gram," ujarnya.
Hingga artikel ini dimuat, 17 orang tersebut masih diperiksa KPK. Di sisi lain, KPK juga tengah memburu Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim yang terendus di Jakarta.
