Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KSAD Minta Keluarga Prajurit TNI yang Tugas di Lebanon Tak Risau
Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
  • KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta keluarga prajurit di Lebanon tetap tenang karena para personel sudah terlatih dan memahami risiko tugas di wilayah konflik.
  • Maruli menegaskan prajurit TNI di Lebanon telah dibekali SOP ketat, termasuk prosedur perlindungan di bunker saat menghadapi situasi berbahaya.
  • Pemerintah Indonesia melalui Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan tengah melakukan investigasi serta terus memantau kondisi prajurit, termasuk yang mengalami luka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
4 April 2026

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Bandara Soekarno Hatta meminta keluarga prajurit TNI yang bertugas di Lebanon agar tidak risau. Ia menegaskan para prajurit sudah terlatih dan dibekali SOP ketat untuk menghadapi situasi konflik.

kini

Pemerintah Indonesia melalui Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan terus memantau kondisi prajurit di Lebanon serta menyiapkan langkah investigasi atas gugurnya tiga personel. Pemantauan juga dilakukan terhadap prajurit yang dilaporkan terluka.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta keluarga prajurit TNI yang bertugas di Lebanon agar tidak risau, serta menegaskan bahwa para prajurit telah dibekali SOP ketat dan terus dipantau kondisinya.
  • Who?
    Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Kepala Staf Angkatan Darat, para prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon, serta keluarga mereka di Indonesia.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Bandara Soekarno-Hatta, sementara para prajurit tengah bertugas di wilayah konflik Lebanon sebagai bagian dari misi UNIFIL.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Sabtu, 4 April 2026, setelah laporan mengenai gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas penjaga perdamaian di Lebanon.
  • Why?
    Anjuran diberikan untuk menenangkan keluarga prajurit setelah insiden yang menewaskan tiga anggota TNI di Lebanon dan guna memastikan publik bahwa langkah investigasi sedang dilakukan.
  • How?
    Prajurit menjalankan tugas berdasarkan SOP ketat termasuk prosedur berlindung saat konflik; pemerintah melalui Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan melakukan pemantauan serta penyelidikan lanjutan atas peristiwa tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada tentara Indonesia yang kerja di Lebanon buat jaga damai. Tapi ada tiga yang gugur di sana. Pak Jenderal Maruli bilang keluarga jangan takut, karena tentara sudah dilatih dan tahu harus apa kalau bahaya. Pemerintah juga lagi cari tahu kenapa itu bisa terjadi dan terus lihat keadaan semua tentara di sana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak mencerminkan perhatian dan kesiapan tinggi TNI dalam menjaga keselamatan prajurit di Lebanon. Dengan penerapan SOP yang ketat, langkah investigasi menyeluruh, serta pemantauan aktif oleh Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan, terlihat komitmen negara untuk memastikan tugas perdamaian berjalan dengan aman dan terkoordinasi baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta para keluarga prajurit yang tengah bertugas di wilayah konflik, termasuk Lebanon, untuk tidak khawatir atau risau.

Dia menyebut, para prajurit TNI, termasuk yang dikirim sebagai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon, sudah terlatih menghadapi berbagai situasi di lapangan. Meski memang, dia tak menampik adanya risiko.

"Tidak usah risau sebetulnya, mereka juga sebetulnya yang tahu apa yang harus dilakukan. Tapi apa pun juga semua pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian tersebut. Yang penting doakan saja semua bisa berjalan dengan baik," ujar Maruli di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (4/4/2026).

1. Sudah dibekali SOP yang ketat

Isak tangis pecah saat jenazah 3 TNI yang gugur di Lebanon tiba di Bandara Soetta (dok. Sekretariat Presiden)

Maruli mengungkapkan, para prajurit TNI di Lebanon telah dibekali prosedur operasional standar (SOP) yang ketat. Dalam kondisi konflik tertentu, terdapat instruksi khusus bagi personel untuk segera berlindung di dalam bunker.

"Sebetulnya mereka sudah ada SOP untuk bagaimana apa yang harus dilakukan dengan kondisi apa. Saya kira SOP mereka sudah ada dan bagaimana nanti pelaksanaannya kita nanti tunggu," kata Maruli.

2. Langkah investigasi sudah dilakukan pemerintah Indonesia

Jenazah 3 anggota TNI pasukan perdamaian UNIFIL di Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Terkait penanganan pascagugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon, Maruli menyebut langkah-langkah investigasi dan penyelesaian secara menyeluruh telah disiapkan otoritas terkait di Indonesia.

"Jadi mudah-mudahan nanti tindak lanjut penyelesaian ini saya kira sudah direncanakan oleh Mabes TNI, kemudian Kementerian Pertahanan, dan juga mungkin atas nama negara mudah-mudahan bisa semakin jelas bagaimana peristiwa ini terjadi," kata Maruli.

3. Negara terus pantau kondisi prajurit TNI di Lebanon

Jenazah 3 anggota TNI pasukan perdamaian UNIFIL di Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Meski belum mengetahui dengan detail, Maruli memastikan Markas Besar TNI hingga Kementerian Pertahanan terus memantau situasi dan kondisi terkini prajurit yang bertugas di Lebanon, terutama yang dikabarkan terluka.

"Kami dapat informasi hanya identitas tertentu (prajurit TNI) dalam kondisi sakit, nanti saya coba detailkan lagi," ucap Maruli.

Editorial Team