Jakarta, IDN Times - Antrean kendaraan logistik yang sempat menghambat pelayanan pembongkaran kontainer di kawasan Marunda, Jakarta Utara, mulai terurai setelah berbagai pemangku kepentingan menyepakati langkah percepatan operasional.
Begini Peran Supporting Port Bantu Kelancaran Logistik di Marunda

- Antrean kendaraan logistik di Marunda mulai terurai setelah disepakati pemanfaatan area operasional PT KCN sebagai lokasi sementara pembongkaran kontainer untuk mempercepat arus logistik.
- Mediasi yang melibatkan pemerintah, kepolisian, perusahaan pelabuhan, dan perwakilan sopir diapresiasi karena berhasil menghadirkan solusi kondusif bagi kelancaran pelayanan logistik di kawasan Marunda.
- Kolaborasi antarpelaku logistik dinilai penting agar sistem distribusi tetap lancar saat volume meningkat, dengan PT KCN berperan sebagai pelabuhan penyangga yang memperkuat kapasitas layanan nasional.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah pemanfaatan area operasional PT Karya Citra Nusantara (KCN) sebagai lokasi sementara pembongkaran kontainer guna membantu menjaga kelancaran arus logistik.
Kepadatan tersebut terjadi seiring meningkatnya aktivitas logistik di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok yang mendorong kenaikan kebutuhan pelayanan peti kemas. Akibatnya, kapasitas pelayanan peti kemas kosong di Depo PT Global Terminal Marunda (GTM) mencapai batas optimal sehingga memicu antrean kendaraan di akses menuju kawasan Marunda.
1. Mediasi dengan melibatkan pemerintah dan pihak terkait
Sebagai tindak lanjut atas aspirasi sejumlah pengemudi trailer yang tergabung dalam Keluarga Besar Sopir Indonesia (KBSI), dilakukan mediasi dengan melibatkan PT GTM, PT Quad Kontena, PT KCN, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, serta perwakilan pengemudi.
Dalam mediasi tersebut disepakati pemanfaatan area operasional PT KCN sebagai lokasi tambahan untuk kegiatan pembongkaran kontainer sementara. Langkah ini membantu mempercepat pelayanan sehingga antrean kendaraan berangsur terurai dan aktivitas logistik kembali berjalan lebih lancar.
Pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ketika kapasitas pelayanan di satu titik mengalami tekanan, kolaborasi antarsimpul logistik menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo mengatakan, pendekatan dialog menjadi langkah yang ditempuh agar penyampaian aspirasi berlangsung kondusif sekaligus menghasilkan solusi yang dapat segera dijalankan.
"Pendekatan seperti ini dilakukan agar seluruh pihak dapat menemukan solusi bersama sehingga pelayanan logistik dapat kembali berjalan dengan baik," ujar Aris.
2. Mediasi diapresiasi banyak pihak

Koordinator Keluarga Besar Sopir Indonesia (KBSI), Isnen, mengapresiasi seluruh pihak yang membuka ruang dialog untuk mencari penyelesaian atas kepadatan pelayanan pembongkaran kontainer.
"Kami mengapresiasi semua pihak yang sudah mau duduk bersama mencari solusi. Harapan kami, hasil kesepakatan ini bisa dijalankan dengan baik sehingga antrean dapat segera terurai dan pelayanan pembongkaran kontainer ke depan semakin tertata. Yang paling penting bagi kami adalah operasional kembali lancar sehingga para pengemudi bisa kembali bekerja dengan normal," ujar Isnen.
3. Solusi yang membantu mempercepat pelayanan

Support and Development Manager PT Global Terminal Marunda (GTM), Yan Rizal Supardi, mengatakan kepadatan pelayanan yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi pembelajaran bahwa sistem logistik tidak dapat hanya bertumpu pada satu simpul pelayanan.
Sebelum memanfaatkan area operasional PT KCN, GTM juga telah bekerja sama dengan sejumlah depo di sekitar kawasan untuk mengurangi beban pelayanan. Namun, kapasitas yang tersedia saat itu belum mampu mengakomodasi lonjakan kendaraan sehingga diperlukan dukungan kapasitas dari kawasan sekitar.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa kelancaran sistem logistik tidak dapat hanya bertumpu pada satu simpul pelayanan. Ketika volume pelayanan meningkat, diperlukan kolaborasi antarpelaku logistik agar kapasitas yang tersedia dapat saling melengkapi. Dukungan area operasional PT KCN menjadi salah satu solusi yang membantu mempercepat pelayanan sehingga antrean kendaraan dapat segera terurai," ujar Yan.
Ia menambahkan, keberadaan kawasan penyangga (supporting port) di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas layanan logistik. Dengan sinergi antarpelaku logistik, distribusi barang dapat tetap berjalan lancar meskipun terjadi peningkatan volume pelayanan.
Senada dengan hal tersebut, Humas PT KCN Bella Mardiana mengatakan, penanganan kepadatan di Marunda menunjukkan pentingnya keberadaan pelabuhan penyangga yang memiliki kapasitas operasional memadai untuk mendukung kelancaran sistem logistik nasional.
“Keberadaan pelabuhan penyangga tidak hanya penting dalam membantu mengurai kepadatan pelayanan ketika terjadi peningkatan aktivitas logistik, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sistem logistik nasional agar semakin efisien, tangguh, dan berdaya saing,” kata Bella.
Sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP), ia menerangkan bahwa PT KCN sejak awal dikembangkan untuk mendukung ekosistem logistik di kawasan Marunda sebagai supporting port bagi Pelabuhan Tanjung Priok.
Ke depan, PT KCN berkomitmen terus memperkuat kapasitas layanan kepelabuhanan melalui pengembangan fasilitas dan peningkatan layanan guna mendukung kebutuhan logistik nasional yang terus berkembang. (WEB)


















