Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KSAL Ungkap Alat Komunikasi KRI Sriwijaya-100 Masih Pakai Versi NATO
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali saat ditemui setelah upacara pergantian bendera di atas geladak kapal KRI Sriwijaya-100 yang bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • KRI Sriwijaya masih perlu mengganti perangkat komunikasi versi NATO dengan sistem yang disiapkan TNI AL.

  • Penggantian sistem komunikasi ditargetkan selesai dalam sekitar empat hingga lima bulan.

  • Sekitar 400 personel TNI AL disiapkan untuk mengawaki kapal, termasuk pelatihan pilot helikopter dan drone.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling penting disiapkan untuk KRI Sriwijaya?
Vote Now
Kamis (24/9/2026)

Muhammad Ali menyampaikan rencana penggantian perangkat komunikasi KRI Sriwijaya setelah upacara pergantian bendera di atas geladak kapal.

4 sampai 5 bulan

Proses penggantian sistem komunikasi ditargetkan selesai. KRI Sriwijaya diharapkan dapat mulai menjalankan tugas operasional TNI AL.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling penting disiapkan untuk KRI Sriwijaya?
Vote Now
  • What?
    TNI AL menyiapkan penggantian perangkat komunikasi KRI Sriwijaya dan personel untuk mengawaki kapal tersebut.
  • Who?
    KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali dan TNI Angkatan Laut.
  • Where?
    Hal itu disampaikan di atas geladak KRI Sriwijaya yang bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
  • When?
    Kamis (24/9/2026).
  • Why?
    Perangkat komunikasi versi NATO yang digunakan Italia tidak dapat diberikan kepada negara di luar aliansi tersebut.
  • How?
    TNI AL akan menyiapkan sistem komunikasi sendiri, melatih sekitar 400 kru, serta menyiapkan pilot helikopter dan drone.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling penting disiapkan untuk KRI Sriwijaya?
Vote Now

KRI Sriwijaya sudah menjadi kapal TNI AL, tetapi alat komunikasinya masih memakai versi NATO. TNI AL akan menggantinya dengan sistem Indonesia. Ada sekitar 400 orang yang akan menjadi awak kapal. Mereka belajar mengoperasikan kapal, termasuk pilot helikopter dan drone. Kapal ditargetkan bisa beroperasi dalam empat atau lima bulan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling penting disiapkan untuk KRI Sriwijaya?
Vote Now

KRI Sriwijaya memiliki kondisi umum yang disebut masih sangat baik dan siap dioperasikan. Kesiapan itu didukung rencana penggantian sistem komunikasi, penyiapan sekitar 400 kru, serta pelatihan pilot helikopter dan drone untuk mendukung pengoperasian kapal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling penting disiapkan untuk KRI Sriwijaya?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, mengungkap sejumlah pekerjaan rumah setelah KRI Sriwijaya-100 resmi jadi alustsista TNI Angkatan Lautn (AL). Salah satunya, penggantian perangkat komunikasi kapal yang saat ini masih menggunakan sistem versi NATO.

Hal itu disampaikan Ali setelah upacara pergantian bendera di atas geladak kapal induk KRI Sriwijaya-100 yang bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9/2026).

1. Alat komunikasi masih versi NATO

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya. (IDN Times/Yosafat)

Ali menjelaskan kondisi kapal secara umum masih sangat baik dan siap dioperasikan. Namun, TNI AL perlu mengganti sejumlah perangkat komunikasi dengan peralatan yang menggunakan sistem Indonesia.

"Namun, kita juga merencanakan untuk mengisi kapal ini dengan peralatan komunikasi terutamanya yang versi Indonesia. Karena peralatan komunikasi yang punya Itali itu kan versi NATO," ujar dia.

Ali menyebut, perangkat komunikasi versi NATO yang digunakan Italia tidak dapat begitu saja diberikan kepada negara di luar aliansi tersebut. Karena itu, TNI AL akan menyiapkan sistem komunikasi sendiri untuk dipasang di KRI Sriwijaya.

"Mereka tidak akan menggunakan, apa, memberikan itu kepada kita, kepada yang lain selain NATO, maka kita menggunakan versi kita sendiri yang kita siapkan nantinya untuk membuat kapal ini siap berlayar dan melaksanakan tugas-tugas yang telah kita rencanakan," kata dia.

2. Ditargetkan KRI Sriwijaya siap beroperasi 4 sampai 5 bulan lagi

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Ali menargetkan proses penggantian sistem komunikasi tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat hingga lima bulan. Dengan demikian, KRI Sriwijaya diharapkan dapat segera menjalankan tugas operasional TNI AL.

"Ya mungkin empat bulan atau lima bulan sudah, sudah bisa operasional. Harapannya itu," kata dia.

Selain perangkat komunikasi, TNI AL juga telah menyiapkan personel untuk mengawaki kapal tersebut. Ali memastikan seluruh awak KRI Sriwijaya berasal dari personel TNI AL.

3. Sebanyak 400 personel disiapkan untuk awaki KRI Sriwijaya

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Ali menyebut terdapat sekitar 400 personel yang menjadi kru KRI Sriwijaya. Sebagian personel telah lebih dulu mendapatkan pelatihan untuk memahami pengoperasian kapal.

"Pengawakan juga sudah full oleh Angkatan Laut Indonesia, oleh TNI Angkatan Laut. Ada sejumlah 400 krunya dan nantinya mereka juga sambil belajar," ujar dia.

Ali mengatakan sebelumnya ada 100 personel yang mengikuti pembelajaran awal. Selanjutnya, sekitar 300 personel lainnya diberikan pengetahuan untuk mendukung pengoperasian kapal.

TNI AL juga akan menyiapkan kemampuan penerbangan dari KRI Sriwijaya. Selain melatih pilot helikopter agar dapat beroperasi dari kapal, ke depan TNI AL berencana menyiapkan pilot drone untuk mendukung operasi dari kapal tersebut.

"Karena yang belajar pertama hanya 100 orang, dan ini yang 300 diberikan pengetahuan untuk bagaimana mengawaki kapal ini dengan baik. Dan juga kita akan melatih pilot-pilot helikopter kita, mungkin nanti ke depan pilot-pilot drone untuk bisa beroperasi dari kapal induk ini," imbuh dia.

Yuk pilih pandanganmu

Apa yang paling penting disiapkan untuk KRI Sriwijaya?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article