Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

KSAL Ungkap Alat Komunikasi KRI Sriwijaya-100 Masih Pakai Versi NATO

3 min read
KSAL Ungkap Alat Komunikasi KRI Sriwijaya-100 Masih Pakai Versi NATO
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali saat ditemui setelah upacara pergantian bendera di atas geladak kapal KRI Sriwijaya-100 yang bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • KRI Sriwijaya masih perlu mengganti perangkat komunikasi versi NATO dengan sistem yang disiapkan TNI AL.

  • Penggantian sistem komunikasi ditargetkan selesai dalam sekitar empat hingga lima bulan.

  • Sekitar 400 personel TNI AL disiapkan untuk mengawaki kapal, termasuk pelatihan pilot helikopter dan drone.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling penting disiapkan untuk KRI Sriwijaya?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, mengungkap sejumlah pekerjaan rumah setelah KRI Sriwijaya-100 resmi jadi alustsista TNI Angkatan Lautn (AL). Salah satunya, penggantian perangkat komunikasi kapal yang saat ini masih menggunakan sistem versi NATO.

Hal itu disampaikan Ali setelah upacara pergantian bendera di atas geladak kapal induk KRI Sriwijaya-100 yang bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9/2026).

  1. 1. Alat komunikasi masih versi NATO

    KSAL Ungkap Alat Komunikasi KRI Sriwijaya-100 Masih Pakai Versi NATO
    Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya. (IDN Times/Yosafat)

    Ali menjelaskan kondisi kapal secara umum masih sangat baik dan siap dioperasikan. Namun, TNI AL perlu mengganti sejumlah perangkat komunikasi dengan peralatan yang menggunakan sistem Indonesia.

    "Namun, kita juga merencanakan untuk mengisi kapal ini dengan peralatan komunikasi terutamanya yang versi Indonesia. Karena peralatan komunikasi yang punya Itali itu kan versi NATO," ujar dia.

    Ali menyebut, perangkat komunikasi versi NATO yang digunakan Italia tidak dapat begitu saja diberikan kepada negara di luar aliansi tersebut. Karena itu, TNI AL akan menyiapkan sistem komunikasi sendiri untuk dipasang di KRI Sriwijaya.

    "Mereka tidak akan menggunakan, apa, memberikan itu kepada kita, kepada yang lain selain NATO, maka kita menggunakan versi kita sendiri yang kita siapkan nantinya untuk membuat kapal ini siap berlayar dan melaksanakan tugas-tugas yang telah kita rencanakan," kata dia.

  2. 2. Ditargetkan KRI Sriwijaya siap beroperasi 4 sampai 5 bulan lagi

    KSAL Ungkap Alat Komunikasi KRI Sriwijaya-100 Masih Pakai Versi NATO
    Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Ali menargetkan proses penggantian sistem komunikasi tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat hingga lima bulan. Dengan demikian, KRI Sriwijaya diharapkan dapat segera menjalankan tugas operasional TNI AL.

    "Ya mungkin empat bulan atau lima bulan sudah, sudah bisa operasional. Harapannya itu," kata dia.

    Selain perangkat komunikasi, TNI AL juga telah menyiapkan personel untuk mengawaki kapal tersebut. Ali memastikan seluruh awak KRI Sriwijaya berasal dari personel TNI AL.

  3. 3. Sebanyak 400 personel disiapkan untuk awaki KRI Sriwijaya

    KSAL Ungkap Alat Komunikasi KRI Sriwijaya-100 Masih Pakai Versi NATO
    Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Ali menyebut terdapat sekitar 400 personel yang menjadi kru KRI Sriwijaya. Sebagian personel telah lebih dulu mendapatkan pelatihan untuk memahami pengoperasian kapal.

    "Pengawakan juga sudah full oleh Angkatan Laut Indonesia, oleh TNI Angkatan Laut. Ada sejumlah 400 krunya dan nantinya mereka juga sambil belajar," ujar dia.

    Ali mengatakan sebelumnya ada 100 personel yang mengikuti pembelajaran awal. Selanjutnya, sekitar 300 personel lainnya diberikan pengetahuan untuk mendukung pengoperasian kapal.

    TNI AL juga akan menyiapkan kemampuan penerbangan dari KRI Sriwijaya. Selain melatih pilot helikopter agar dapat beroperasi dari kapal, ke depan TNI AL berencana menyiapkan pilot drone untuk mendukung operasi dari kapal tersebut.

    "Karena yang belajar pertama hanya 100 orang, dan ini yang 300 diberikan pengetahuan untuk bagaimana mengawaki kapal ini dengan baik. Dan juga kita akan melatih pilot-pilot helikopter kita, mungkin nanti ke depan pilot-pilot drone untuk bisa beroperasi dari kapal induk ini," imbuh dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More