Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, memberikan paparan tajam mengenai arah politik Indonesia di hadapan sivitas akademika Northern Illinois University (NIU), Amerika Serikat, pada Kamis (15/10/2026). Dia menyoroti sistem demokrasi liberal di Indonesia pasca-Reformasi yang dinilai memiliki banyak kelemahan.
Pria yang karib disapa JK menyebut sistem pemilihan saat ini lebih sering mengutamakan popularitas dan kekuatan uang ketimbang kompetensi sang pemimpin. Oleh karena itu, dia kembali menggaungkan wacana pentingnya menghidupkan kembali Garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai penunjuk arah pembangunan bangsa.
