Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Optimis Tumbuh 2026, Kunjungan Kapal Pesiar Pelindo 215 Call pada 2025
Kapal pesiar Pelindo. (Dok. Pelindo)
  • Pelindo mencatat 215 kunjungan kapal pesiar dengan 424.507 penumpang sepanjang 2025, menunjukkan tren peningkatan konsisten dan memperkuat posisi Indonesia di jaringan pelayaran global.
  • Pelabuhan Benoa menjadi hub utama dengan 65 kunjungan dan pengembangan proyek Bali Maritime Tourism Hub untuk menampung kapal besar serta membuka rute internasional baru.
  • Prospek industri kapal pesiar 2026 tetap positif dengan banyak jadwal sandar telah disetujui, mencerminkan kepercayaan terhadap infrastruktur, layanan, dan keamanan pelabuhan Pelindo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat 215 kunjungan kapal pesiar sepanjang tahun 2025 dengan total 424.507 penumpang, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
  • Who?
    Kegiatan ini melibatkan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), operator kapal pesiar internasional, serta pemerintah daerah dan pelaku pariwisata seperti Destination Asia.
  • Where?
    Kunjungan kapal pesiar berlangsung di berbagai pelabuhan yang dikelola Pelindo, dengan Pelabuhan Benoa di Bali sebagai hub utama dan Terminal Gilimas sebagai fasilitas pendukung.
  • When?
    Peningkatan aktivitas tercatat sepanjang tahun 2025, dengan prospek pertumbuhan positif yang diproyeksikan berlanjut hingga tahun 2026.
  • Why?
    Pertumbuhan terjadi karena meningkatnya kepercayaan industri kapal pesiar global terhadap kesiapan infrastruktur, layanan pelabuhan, serta daya tarik destinasi wisata bahari Indonesia.
  • How?
    Peningkatan dicapai melalui pengembangan proyek Bali Maritime Tourism Hub, pendalaman alur dan perpanjangan dermaga di Benoa, serta kolaborasi antara Pelindo dan pemangku kepentingan pariwisata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat pertumbuhan signifikan aktivitas kapal pesiar sepanjang 2025. Perseroan melayani 215 kunjungan kapal pesiar dengan total 424.507 penumpang melalui terminal penumpang yang dikelola perusahaan.

Capaian ini menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 149 kunjungan, meningkat menjadi 190 kunjungan pada 2024, dan kembali tumbuh pada 2025 menjadi 215 kunjungan. Pertumbuhan tersebut semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi penting dalam jaringan pelayaran kapal pesiar global.

Kedatangan ratusan ribu wisatawan mancanegara melalui kapal pesiar turut mendorong aktivitas pariwisata di berbagai destinasi unggulan, mulai dari Bali hingga kawasan Nusa Tenggara dan Sulawesi, sekaligus memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menyampaikan bahwa tren positif ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku industri kapal pesiar internasional terhadap kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan pelabuhan yang dikelola Perseroan.

“Pertumbuhan kunjungan kapal pesiar dalam beberapa tahun terakhir mencerminkan semakin kuatnya daya tarik Indonesia sebagai destinasi kapal pesiar, sekaligus menunjukkan kepercayaan global terhadap kualitas layanan dan infrastruktur pelabuhan yang dikelola Pelindo,” ujar Ali.

1. Pelindo terus memperkuat kolaborasi

ilustrasi kolaborasi (pexels.com/Diva Plavalaguna)

Lebih lanjut, Pelindo terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, operator kapal pesiar, agen wisata, serta pemangku kepentingan lainnya guna memastikan setiap kunjungan kapal pesiar memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan serta manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat setempat.

Salah satu kontributor utama trafik kapal pesiar adalah Pelabuhan Benoa, yang tercatat sebagai hub utama dengan 65 kunjungan dan 146.105 penumpang sepanjang 2025. Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan operator kapal pesiar internasional terhadap kapasitas dan kualitas layanan Benoa sebagai gerbang utama wisata bahari Indonesia.

Untuk memperkuat posisi tersebut, Pelindo terus mengakselerasi pengembangan pelabuhan melalui proyek Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas sandar kapal pesiar berukuran besar serta membuka peluang hadirnya lebih banyak rute pelayaran internasional ke Bali.

2. Memberikan kemudahan dalam pelayanan

ilustrasi Kapal Pelindo. (Dok. Pelindo)

Sementara itu, Ketut Yasa, Direktur Pelaksana Destination Asia, menyatakan bahwa pengembangan infrastruktur yang dilakukan Pelindo, termasuk pendalaman alur dan perpanjangan dermaga di Pelabuhan Benoa serta pengoperasian Terminal Gilimas, telah memungkinkan kapal pesiar berukuran besar hingga panjang 347 meter bersandar di Indonesia.

“Program pengembangan pelabuhan yang dilakukan Pelindo, khususnya untuk pelabuhan kapal pesiar, telah memberikan kemudahan dalam pelayanan jasa kepelabuhanan. Pendalaman alur, perpanjangan dermaga di Pelabuhan Benoa, serta pengoperasian Terminal Gilimas memungkinkan kapal pesiar berukuran besar hingga 347 meter untuk bersandar di Indonesia, sehingga dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan kapal pesiar semakin meningkat,” ujar Ketut Yasa.

3. Prospek menunjukkan tren positif

Pelabuhan di wilayah Pelindo Regional 3. (IDN Times/Khusnul Hasana)

Memasuki 2026, prospek industri kapal pesiar tetap menunjukkan tren positif. Hingga awal tahun, ratusan kunjungan kapal pesiar telah terjadwal dan memperoleh persetujuan untuk bersandar di pelabuhan yang dikelola Pelindo. Hal ini mencerminkan kepercayaan berkelanjutan dari pelaku industri terhadap kesiapan infrastruktur, standar layanan, dan aspek keamanan pelabuhan.

“Melalui pengelolaan pelabuhan yang terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor, Pelindo berkomitmen untuk terus memperkuat konektivitas maritim serta mendukung pertumbuhan industri kapal pesiar yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” pungkas Ali. (WEB)

Editorial Team