Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Manipulasi Respons Aduan JAKI Terjadi Lagi, Diskominfo DKI Akui Timestamp Palsu
Dugaan manipulasi respon aduan JAKI/dok Istimewa
  • Diskominfo DKI mengakui adanya manipulasi timestamp pada respon aduan warga di aplikasi JAKI dan berkomitmen memperkuat sistem validasi serta pengawasan teknologi agar kejadian serupa tak terulang.
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan pelaku manipulasi laporan akan dikenakan sanksi tegas, dengan proses pemeriksaan yang melibatkan Inspektorat untuk menjaga integritas sistem pengaduan publik.
  • Pemprov DKI mengajak masyarakat ikut mengawasi penggunaan JAKI dan CRM, sambil melakukan pembinaan internal agar petugas lapangan menangani laporan sesuai aturan dan kondisi nyata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rabu (8/5/2026)

Kepala Diskominfofik DKI Jakarta, Budi Awaludin, mengakui adanya manipulasi timestamp pada respon aduan warga melalui aplikasi JAKI. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan bukti manipulasi tersebut dan sedang memproses sanksi bagi pihak yang terlibat.

Rabu (8/5/2026)

Pada hari yang sama, seorang warga bernama Fahmi mengungkapkan di media sosial Threads tentang dugaan manipulasi laporan JAKI yang sudah lama terjadi di lingkungan Dinas Perhubungan Jakarta Selatan.

kini

Diskominfo DKI memperkuat sistem JAKI dengan validasi foto lebih ketat, penggunaan dokumentasi real-time, serta fitur deteksi manipulasi. Pemprov DKI juga mendorong masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkan penyimpangan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Terjadi manipulasi pada respon aduan warga di aplikasi JAKI, di mana waktu pengambilan gambar (timestamp) dipalsukan dalam laporan penanganan masalah di lapangan.
  • Who?
    Kepala Diskominfotik DKI Jakarta Budi Awaludin mengonfirmasi temuan tersebut, sementara pelaku manipulasi diduga berasal dari jajaran petugas Dishub Jakarta Selatan.
  • Where?
    Kejadian ini terjadi di wilayah DKI Jakarta, dengan laporan warga yang menyoroti aktivitas di area Jakarta Selatan melalui aplikasi JAKI.
  • When?
    Kasus ini terungkap dan dikonfirmasi pada Rabu, 8 Mei 2026, setelah unggahan warga muncul di media sosial Threads.
  • Why?
    Manipulasi dilakukan untuk menampilkan seolah-olah laporan telah ditangani sesuai waktu yang benar; motif pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
  • How?
    Pemprov DKI melalui Diskominfotik akan memperkuat sistem JAKI dengan validasi foto ketat, penggunaan dokumentasi real-time, serta fitur deteksi manipulasi guna mencegah kejadian serupa terulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang bikin laporan di aplikasi JAKI tapi waktunya palsu. Pak Budi dari Diskominfo bilang itu benar dan lagi dicek. Katanya nanti sistem JAKI mau dibuat lebih kuat supaya gak bisa dimanipulasi lagi. Orang yang curang akan kena hukuman. Sekarang semua diminta ikut lihat dan jaga biar laporan jadi jujur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun kasus manipulasi laporan JAKI terungkap, langkah cepat Diskominfotik DKI menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi dan perbaikan sistem. Dengan memperkuat teknologi validasi, menyiapkan sanksi bagi pelaku, serta melibatkan masyarakat dalam pengawasan, pemerintah daerah menegaskan keseriusannya menjaga integritas layanan publik berbasis digital di Jakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Diskominfofik DKI Jakarta, Budi Awaludin, buka suara terkait respons aduan warga melalui JAKI yang dimanipulasi. Setelah heboh respons dengan foto AI, kini heboh aduan warga yang direspons selesai dengan manipulasi waktu pengambilan gambar (timestamp).

Budi membenarkan bahwa respons aduan warga melalui JAKI dimanipulasi dengan timestamp. "Itu benar, dan kami sudah temukan juga," ucapnya kepada IDN Times, Rabu (8/5/2026).

1. Diskominfofik akan perkuat JAKI

Ilustrasi JAKI/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Budi mengatakan, temuan ini menjadi perhatian untuk membuat solusi, sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. Untuk itu, pihaknya sedang memperkuat sistem JAKI, baik dari sisi teknologi maupun pengawasan.

"Ke depan akan ada peningkatan seperti validasi foto yang lebih ketat, penggunaan dokumentasi langsung dari lapangan (real-time capture), serta pengembangan fitur untuk mendeteksi potensi manipulasi atau fraud atau AI," ucapnya.

2. Pelaku akan dikenakan sanksi

Ilustrasi laporan parkir liar melalui JAKI/ dok. Istimewa

Budi memastikan, setiap pihak yang terlibat akan dikenakan sanksi apabila terbukti melakukan manipulasi laporan. Ini penting untuk menjaga integritas dan kepercayaan terhadap sistem pengaduan yang ada.

"Sanksinya lagi diproses. Kami akan koordinasi dengan Inspektorat untuk diperiksa," ujarnya.

3. Ajak masyarakat untuk mengawasi

PLT Disdik DKI Jakarta, Budi Awaludin di Komisi E DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/7/2024)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Selain itu, Pemprov DKI akan terus menyosialisasikan JAKI dan sistem pengaduan terintegrasi CRM ke masyarakat, supaya makin banyak yang tahu dan bisa ikut mengawasi.

"Di sisi internal, kami juga melakukan pembinaan ke petugas di lapangan agar penanganan laporan dilakukan dengan benar dan sesuai aturan. Tidak hanya petugas, kami juga mendorong para pimpinan perangkat daerah agar lebih peduli dan aktif memantau setiap laporan yang masuk," katanya.

4. Manipulasi respons aduan JAKI bak gunung es

Aplikasi JAKI/ Diskominfotik DKI Jakarta

Kasus dugaan manipulasi dalam merespons laporan warga melalui JAKI bak gunung es. Belum reda respons aduan warga parkir liar dengan editan kecerdasan buatan (AI), kini seorang warga mengungkapkan manipulasi respons dari aplikasi laporan andalan Pemrov DKI ini dengan timestamp.

Seorang warga Jakarta yakni Fahmi mengatakan, dia rutin melaporkan penanganan parkir liar dan pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Jakarta Selatan. Dugaan ini disampaikan melalui unggahan di media sosial Threads oleh akun @glensaimima.

Dalam unggahannya ia menyebut, praktik laporan yang tidak sesuai kondisi lapangan itu diduga telah berlangsung cukup lama, khususnya di lingkungan Dinas Perhubungan Jakarta Selatan.

“Kejadian ini bahkan sudah lama, artinya modus laporan palsu petugas sudah lama berlangsung (dalam hal ini jajaran Dishub Jaksel),” tulisnya yang sudah dikonfirmasi IDN Times, Rabu (8/5/2026).

Editorial Team