Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menag Nasaruddin Tegaskan Tak Toleransi Kasus Kekerasan Seksual
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar. (Dok. Kemenag)
  • Nasaruddin Umar menegaskan sikap tegas tanpa toleransi terhadap segala bentuk kekerasan seksual, baik verbal maupun fisik, sebagai bagian dari komitmennya menjaga martabat kemanusiaan.
  • Kementerian Agama memperkuat regulasi dan pembinaan di lembaga pendidikan keagamaan untuk memastikan pesantren menjadi ruang aman serta mencegah penyimpangan atau pelecehan.
  • Nasaruddin mengimbau masyarakat agar lebih cermat menyaring informasi di media sosial guna memutus rantai hoaks dan menjaga kedamaian bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Nasaruddin, Menteri Agama, bilang tidak boleh ada orang yang melakukan kekerasan, apalagi yang jahat ke orang lain. Ia mau semua sekolah agama jadi tempat aman buat anak-anak belajar. Kementeriannya bikin aturan supaya pesantren diawasi dengan baik. Sekarang ia juga minta orang-orang hati-hati kalau baca berita di internet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan tegas Menag Nasaruddin menunjukkan komitmen kuat pemerintah terhadap perlindungan martabat manusia dan keamanan peserta didik. Dengan memperkuat regulasi serta membentuk satuan pembinaan pesantren, Kemenag berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bermoral. Seruan agar masyarakat lebih cermat bermedia sosial juga mencerminkan dorongan menuju komunikasi publik yang lebih damai dan bertanggung jawab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menegaskan tidak mentolerir tindakan kekerasan seksual, baik secara verbal, maupun fisik. Hal itu Nasaruddin sampaikan untuk menjawab tuduhan yang kerap menyerangnya di media sosial.

“Sikap saya terkait tindak kakerasan seksual itu jelas dan tegas. Tidak ada toleransi untuk tindak kekerasan seksual. Saya tidak pernah menoleransi sedikit pun tindakan yang mencederai martabat kemanusiaan,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

“Saya tidak hanya sebagai Menteri Agama, tapi sebagai seorang manusia juga menyatakan semua yang bertentangan dengan moralitas itu harus menjadi musuh bersama," sambungnya.

1. Lembaga pendidikan harus menjadi tempat yang aman

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar. (Dok. Kemenag)

Terkait masih ada pesantren yang membuat santrinya menjadi korban pelecehan seksual, Nasaruddin juga meminta agar semua lembaga pendidikan harus menjadi ruang yang aman dan bermartabat bagi seluruh peserta didik.

"Lembaga pendidikan agama harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak kita untuk belajar, harus menjadi contoh masyarakat yang ideal," kata dia.

2. Kemenag sudah perkuat regulasi

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar. (Dok. Kemenag)

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin mengatakan, Kementerian Agama (Kemenag) juga sudah memperkuat regulasi dan mekanisme pembinaan di satuan pendidikan keagamaan. Regulasi itu sebagai landasan hukum untuk mengawasi kegiatan di pondok pesantren dan mencegah terjadinya penyimpangan.

“Ini akan menjadi concern kami, terutama masalah terkait pondok pesantren ya. Kami sudah membentuk satuan pembinaan Pondok Pesantren, yang mana pimpinan pondok pesantren berkolaborasi untuk mengawasi dan mencegah penyimpangan apapun yang terjadi di pondok pesantren," ucap dia.

3. Menag ajak masyarakat teliti terima informasi di media sosial

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar. (Dok. Kemenag)

Lebih lanjut, Nasaruddin kemudian mengajak masyarakat untuk lebih teliti dalam menerima informasi yang beredar di media sosial.

"Mari menjadi pemutus rantai hoaks dengan saring sebelum sharing. Cerdas bermedia sosial adalah cara kita menjaga kedamaian untuk sesama," imbuhnya.

Editorial Team