Jakarta, IDN Times - Viral sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengirimkan menu lele mentah ke beberapa sekolah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lele tersebut dianggap bisa digoreng di rumah menjelang berbuka puasa.
Namun, hal itu rupanya bisa menimbulkan bahaya, salah satunya muncul bakteri akibat pembusukan lele yang disimpan di suhu ruang. Science Content Creator, Andrea Novita, melakukan penelitian secara langsung terhadap lele yang sudah dimarinasi, seperti yang diberikan SPPG.
"Nah, kalau lele yang 4 jam di suhu ruang itu ternyata sudah banyak ya bakteri yang tumbuh, ini berisiko bikin kita sakit kalau kemakan. Tapi karena kita start ujinya di 4 jam, kita narik kesimpulannya emang kalau di 4 jam itu udah gak aman, sudah tidak layak makan. Nah, kita belum uji nih di 2 jam gimana, 3 jam gimana, jadi emang kita start ujinya di 4 jam, gitu," ujar Andrea saat dihubungi IDN Times, Minggu (15/3/2026).
Berdasarkan pengujian tersebut, kata Andrea, diduga kuat muncul banyak bakteri Salmonella dari lele yang berada di suhu ruangan setelah 4 jam.
"Ketika kita lihat hasil ujinya itu kan memang banyak bakteri hitam yang tumbuh. Nah, adanya bakteri hitam di media ini tuh salah satu ciri-ciri Salmonella ya kalau kita mengacu ke teori yang ada. Tapi tetap balik lagi, kita gak bisa konfirmasi 100 persen menyatakan kalau itu fix bakteri Salmonella, perlu ada uji lanjutan," ucap dia.
Meski sudah dimasak, efek dari memakan lele atau daging lainnya yang disimpan di suhu ruang terlalu lama hingga tumbuh banyak bakteri, bisa menyebabkan gangguan kesehatan.
"Dan sebenarnya selain bakteri, kalau misalnya ada ikan mentah di suhu ruang gitu, itu juga udah ada senyawa-senyawa lain yang diproduksi, seperti contohnya histamin. Nah, kalau dikonsumsi ini bisa bikin kita mengalami gejala inflamasi gitu, misal contohnya ruam, mual muntah, diare, atau kayak sakit kepala gitu," kata Andrea.
