Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengungkap Bahaya Menu Lele Mentah di MBG, Ada Banyak Bakteri
ilustrasi ikan lele (pexels.com/pixabay)
  • Penelitian Andrea Novita menunjukkan lele mentah yang disimpan di suhu ruang selama empat jam sudah mengandung banyak bakteri, termasuk indikasi Salmonella, dan berisiko menyebabkan gangguan kesehatan.
  • BGN menghentikan sementara operasional sembilan SPPG di Gresik setelah diketahui menyalurkan menu lele mentah dalam program Makan Bergizi Gratis karena tidak sesuai petunjuk teknis.
  • Nanik Sudaryati menegaskan seluruh SPPG wajib mengikuti pedoman menu dan standar pelayanan BGN, dengan ancaman sanksi bagi kepala SPPG yang melanggar aturan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Viral sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengirimkan menu lele mentah ke beberapa sekolah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lele tersebut dianggap bisa digoreng di rumah menjelang berbuka puasa.

Namun, hal itu rupanya bisa menimbulkan bahaya, salah satunya muncul bakteri akibat pembusukan lele yang disimpan di suhu ruang. Science Content Creator, Andrea Novita, melakukan penelitian secara langsung terhadap lele yang sudah dimarinasi, seperti yang diberikan SPPG.

"Nah, kalau lele yang 4 jam di suhu ruang itu ternyata sudah banyak ya bakteri yang tumbuh, ini berisiko bikin kita sakit kalau kemakan. Tapi karena kita start ujinya di 4 jam, kita narik kesimpulannya emang kalau di 4 jam itu udah gak aman, sudah tidak layak makan. Nah, kita belum uji nih di 2 jam gimana, 3 jam gimana, jadi emang kita start ujinya di 4 jam, gitu," ujar Andrea saat dihubungi IDN Times, Minggu (15/3/2026).

Berdasarkan pengujian tersebut, kata Andrea, diduga kuat muncul banyak bakteri Salmonella dari lele yang berada di suhu ruangan setelah 4 jam.

"Ketika kita lihat hasil ujinya itu kan memang banyak bakteri hitam yang tumbuh. Nah, adanya bakteri hitam di media ini tuh salah satu ciri-ciri Salmonella ya kalau kita mengacu ke teori yang ada. Tapi tetap balik lagi, kita gak bisa konfirmasi 100 persen menyatakan kalau itu fix bakteri Salmonella, perlu ada uji lanjutan," ucap dia.

Meski sudah dimasak, efek dari memakan lele atau daging lainnya yang disimpan di suhu ruang terlalu lama hingga tumbuh banyak bakteri, bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

"Dan sebenarnya selain bakteri, kalau misalnya ada ikan mentah di suhu ruang gitu, itu juga udah ada senyawa-senyawa lain yang diproduksi, seperti contohnya histamin. Nah, kalau dikonsumsi ini bisa bikin kita mengalami gejala inflamasi gitu, misal contohnya ruam, mual muntah, diare, atau kayak sakit kepala gitu," kata Andrea.

1. Bagaimana dengan proses marinasi?

Ikan lele (shutterstock.com/Edgunn)

Terkait adanya anggapan proses marinasi bisa membuat tahan lebih lama daging lele mentah, Andrea menyebut, hal tersebut tidak berpengaruh signifikan apabila disimpan di suhu ruang.

"Kalau di suhu ruang, bakteri pembusuk tumbuh sangat cepat. Jadi, faktor marinasi (seperti garam, rempah) akan tidak cukup kuat untuk melawan laju pertumbuhan bakteri ini. Jadi, kalau di suhu ruang, mau lele biasa atau dimarinasi pun, dua-duanya akan tetap cepat busuk," ujar Andrea.

"Tapi marinasi ini bisa lebih efektif kalau ikan masuk ke suhu dingin. Di suhu dingin, pertumbuhan bakteri pembusuk melambat drastis, faktor marinasi bisa efektif melawan bakteri-bakteri pembusuk," sambungnya.

Lebih lanjut, Andrea menyarankan agar SPPG bisa menyanyikan daging matang kepada siswa penerima MBG. Menurutnya, hal tersebut bisa menghindari kebusukan daging mentah.

"Mendingan dikirimnya matang saja ikannya, jadi itu lebih aman, atau kalau mau kirim mentah, harus handling yang bagus, dalam keadaan frozen dan pakai cooler box," ucap dia.

2. BGN suspend SPPG yang sajikan lele mentah

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Secara terpisah, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan tidak ada dalam petunjuk teknis (juknis) penyaluran MBG diberikan secara mentah.

"Tidak ada di dalam juknis pemberian lele mentah," ujar Nanik melalui pesan singkat, Minggu (15/3/2026).

Melalui keterangan tertulisnya, Nanik menyampaikan, BGN sudah melakukan suspend atau penghentian sementara operasional SPPG yang memberikan lele mentah kepada siswa. Total, ada 9 SPPG di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang di-suspend.

"Pemberian kelapa utuh sebelumnya sudah menjadi perhatian publik di beberapa daerah. Seharusnya hal itu menjadi pembelajaran bagi seluruh pengelola SPPG agar lebih berhati-hati dalam menentukan menu yang diberikan kepada penerima manfaat," ujar Nanik dalam keterangannya.

3. SPPG harus ikuti pedoman menu

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Nanik menegaskan, SPPG harus mengikuti standar menu dan pedoman operasional yang sudah ditetapkan BGN untuk program MBG. Apabila hal itu tidak dilakukan, sanksi menanti.

"Seluruh SPPG tetap harus mengikuti pedoman menu dan standar pelayanan yang sudah ditetapkan. Karena itu, sembilan SPPG di Gresik yang memberikan kelapa utuh, saat ini kami hentikan sementara operasionalnya untuk proses evaluasi," kata dia.

Tak hanya itu, Nanik juga memerintahkan kepala SPPG untuk diberikan sanksi. Sebab, sebagai penanggung jawab, dianggap tidak menjalankan aturan yang sudah ditetapkan.

"Saya juga perintahkan Kepala SPPG ditindak tegas dengan memberikan SP 1 atau rotasi karena sebagai pimpinan tidak mengikuti berita sehingga kejadian serupa terulang," imbuhnya.

Editorial Team