Daftar Alutsista TNI yang Dibeli dari Rusia, Ada Sukhoi hingga Rudal

- Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama dengan Rusia untuk pengadaan berbagai alutsista guna memperkuat pertahanan nasional, termasuk pesawat tempur, helikopter, tank amfibi, dan rudal.
- Sejumlah pembelian penting meliputi jet Sukhoi Su-27, Su-30, serta kontrak tertunda Su-35; helikopter Mi-17V5 dan Mi-35P juga digunakan untuk operasi militer dan kemanusiaan.
- TNI AL memperoleh tank BMP-3F, BT-3F, serta rudal Yakhont dari Rusia sebagai bagian program modernisasi alutsista dan pemenuhan target Minimum Essential Force (MEF).
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan berkunjung ke Rusia pada 17 Juni 2026. Kunjungan kali ini untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia di Kazan.
Rusia diketahui merupakan salah satu negara yang menjadi pemasok persenjataan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pemerintah RI telah lama menjalin kerja sama dengan Rusia terkait pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Sejumlah persenjataan yang dibeli pemerintah dari Rusia untuk mendukung alutsista TNI antara lain pesawat sukhoi, helikopter, tank dan juga rudal. Berikut deretan alutsista yang pernah dibeli Indonesia dari Rusia.
1. Pesawat sukhoi

Pesawat Sukhoi merupakan salah satu armada perang dari Rusia yang dibeli oleh Indonesia. Indonesia telah mengakuisisi sejumlah pesawat tempur Sukhoi dari Rusia, termasuk Su-27 dan Su-30.
Pada 2003, Indonesia membeli empat jet tempur Sukhoi Su-27 Flanker dan Su-30 Mk di Moskow dengan metode imbal dagang. Metode tersebut dilakukan dengan membayar sebagian nilai transaksi secara tunai, sementara sisanya dipenuhi melalui penyerahan komoditas.
Kemudian pada 2018, Indonesia kembali meneken kontrak untuk pembelian 11 unit pesawat Sukhoi Su-35. Namun, Duta Besar (Dubes) Rusia, Sergei Tolchenov, mengatakan kontrak tersebut masih ditunda.
2. Helikopter Mi-17 dan Mi-35

Selain pesawat tempur, Indonesia juga membeli sejumlah helikopter buatan Rusia. Helikopter Mi-17V5 digunakan untuk mengangkut personel, logistik, dan mendukung operasi militer maupun kemanusiaan.
Dilansir dari akun Instagram resmi Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad), @official_penerbad, helikopter ini memiliki kapasitas angkut yang besar, yakni mampu membawa hingga 36 personel bersenjata lengkap atau kargo dengan berat mencapai 5.000 kilogram.
Sementara itu, Mi-35P merupakan jenis helikopter serang yang dilengkapi persenjataan untuk mendukung operasi tempur.
Dilansir dari situs resmi tni.mil.id, Helikopter Mi-35P dibeli sebagai bagian dari program modernisasi alutsista dalam rangka memenuhi target Minimum Essential Force (MEF) sesuai Renstra TNI 2010–2014.
Helikopter ini juga digunakan untuk mendukung pelaksanaan operasi militer maupun tugas nonperang TNI AD.
3. Tank Amfibi BMP-3F dan BREM L

Dilansir dari laman resmi Kementerian Pertahanan (Kemhan), kemhan.go.id, pemerintah menyerahkan 37 unit tank amfibi BMP-3F dan satu unit kendaraan pemulihan BREM-L buatan Rusia kepada Korps Marinir TNI AL pada 2014 silam.
Sebelum menerima tambahan unit pada 2014, Korps Marinir lebih dulu memperoleh 17 tank amfibi BMP-3F pada 2012.
Tank BMP-3F ini ditempatkan di Resimen Kavaleri-1 Surabaya dan Resimen Kavaleri-2 Jakarta. Penempatannya di Karang Pilang dan Cilandak dilakukan berdasarkan pertimbangan strategis.
Sementara itu, pada 2019, Kemhan kembali menandatangani kontrak pengadaan MoU Tank BMP-3F bersamaan dengan tank angkut personel jenis BT-3F.
4. Tank BT 3F

Pada 2019, Indonesia dan perusahaan ekspor persenjataan Rusia, JSC Rosoboronexport, menandatangani kontrak pengadaan 21 unit kendaraan angkut personel amfibi BT-3F bersamaan dengan 22 unit tank amfibi BMP-3F.
Pengadaan tank BT-3F ini merupakan yang pertama bagi Korps Marinir TNI AL. Pembelian tersebut merupakan bagian dari program modernisasi alutsista dan pemenuhan target Minimum Essential Force (MEF) tahap II dalam Renstra 2015–2019.
5. Rudal Yakhont

Rudal Yakhont merupakan salah satu sistem persenjataan strategis yang dimiliki TNI AL. Dilansir dari situs tni.mil.id, rudal buatan Rusia tersebut telah memperkuat alutsista TNI AL sejak 2005.
Dalam salah satu uji coba, Yakhont berhasil diluncurkan dari KRI Oswald Siahaan dan mengenai sasaran pada jarak sekitar 250 kilometer. Uji coba tersebut dilakukan untuk menguji keandalan, akurasi, dan daya hancur rudal dalam mendukung operasi tempur laut.

















