Temui Pendemo, Gibran: Saya Senang Mahasiswa Kritis!

- Gibran Rakabuming Raka menyambut positif sikap kritis mahasiswa dan mengakui masih banyak kekurangan dalam pemerintahan yang perlu diperbaiki bersama.
- Pertemuan Gibran dengan perwakilan mahasiswa digelar tertutup di Istana Wakil Presiden sebagai bentuk respons pemerintah terhadap aspirasi yang disampaikan secara langsung.
- Mahasiswa dari UBK dan MH Thamrin menyampaikan enam tuntutan utama, termasuk evaluasi program MBG, peninjauan UU Kepolisian, serta kebijakan ekonomi dan pendidikan.
Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menanggapi soal demo mahasiswa yang terjadi belakangan ini. Dia mengaku senang lantaran mahasiswa punya sikap kritis serta ikut mengevaluasi dan memberikan masukan kepada pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Gibran saat menerima sekelompok mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas MH Thamrin yang melakukan aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). Pertemuan antara Gibran dengan perwakilan mahasiswa ini digelar secara tertutup di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat.
"Saya senang ini mahasiswa kritis, ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran," kata Gibran.
1. Gibran sadar pemerintah masih banyak minus dan kekurangannya

Gibran menyadari, pemerintahannya bersama Presiden RI, Prabowo Subianto saat ini masih banyak kekurangannya. Namun dia menekankan, pembangunan yang sudah dilakukan merupakan pencapaian yang harus dirawat bersama.
"Apa yang sudah kita capai sekarang, apa yang sudah dibangun itu, ya, kita rawat bersama. Saya sadar kok masih banyak minus-minusnya, kekurangannya banyak, ini yang harus kita perbaiki bersama," kata dia.
"Makanya ini saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan," lanjut Gibran.
2. Alasan pertemuan digelar tertutup

Plt Sekretaris Wakil Presiden, Al Muktabar, menjelaskan alasan pertemuan antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan perwakilan mahasiswa digelar secara tertutup di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Al Muktabar mengatakan, pertemuan tersebut merupakan respons pemerintah atas aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Menurut dia, mahasiswa ingin menyampaikan pandangan mereka secara langsung kepada Wakil Presiden melalui perwakilan.
"Ini secara bottom-up dari mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi dan dari mahasiswa-mahasiswa itu direspons untuk bisa menyampaikan secara langsung dalam bentuk perwakilan," ujar Al Muktabar di Istana Wakil Presiden.
Terkait aksi demonstrasi yang telah berlangsung selama dua hari, dia mengatakan, Gibran menghormati kebebasan masyarakat untuk menyampaikan pendapat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi dan negara hukum.
"Pada prinsipnya Bapak Wakil Presiden, karena kita tentu adalah negara yang basisnya demokrasi dan landasan hukum, maka hal-hal seperti itu beliau sangat menghargai," kata dia.
Menurut dia, sikap menghargai aspirasi mahasiswa itu dibuktikan dengan kesediaan Gibran menerima langsung perwakilan mahasiswa untuk berdialog di Istana Wakil Presiden.
"Dan itulah buktinya bahwa sore ini beliau berkenan menerima perwakilan mahasiswa," ujar dia.
3. Enam poin utama yang disampaikan ke Gibran

Sebelumnya, sebanyak 15 mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas MH Thamrin diterima Gibran setelah melakukan aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda. Pertemuan tersebut berlangsung selama lebih dari satu jam dan membahas sejumlah tuntutan mahasiswa terhadap pemerintah.
Berikut enam poin tuntutan yang disampaikan mahasiswa ke Gibran di Istana!
1. Mendesak pemerintah menghentikan sementara dan mengevaluasi secara menyeluruh program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih
2. Mendesak peninjauan kembali Undang-Undang (UU) Kepolisian RI
3. Menghentikan praktik militerisme dan menegakkan supremasi sipil
4. Mendesak pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai rupiah dan ketahanan ekonomi nasional
5. Memenuhi hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia
6. Meninjau kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai membebani masyarakat















