Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pendukung Sayap Kanan Italia Demo Tuntut Deportasi Imigran

Pendukung Sayap Kanan Italia Demo Tuntut Deportasi Imigran
Bendera Italia (unsplash.com/Michele Bitetto)
Intinya Sih
  • Ribuan pendukung sayap kanan berunjuk rasa di Roma menuntut deportasi imigran, dengan pengamanan ketat dari polisi dan suasana aksi yang sebagian diwarnai simbol fasis.

  • Pensiunan jenderal Roberto Vannacci mendirikan partai baru Futuro Nazionale yang menolak kebijakan kelonggaran perbatasan serta kerja sama dengan Uni Eropa dan partai moderat.

  • Kemunculan Futuro Nazionale menjadi tantangan bagi koalisi pemerintahan PM Giorgia Meloni karena berpotensi memecah suara pemilih sayap kanan menjelang pemilu legislatif 2027.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ribuan pengunjuk rasa dari kelompok sayap kanan menggelar demonstrasi di Roma, Italia, pada Sabtu (13/6/2026). Mereka menuntut pemulangan imigran ke negara asalnya dalam aksi yang dikawal ketat oleh kepolisian setempat.

Bersamaan dengan demonstrasi tersebut, sebuah partai politik baru berhaluan kanan juga resmi dideklarasikan. Kehadiran partai ini diprediksi akan memengaruhi peta koalisi pemerintahan Italia pada masa mendatang.

1. Tuntutan deportasi bagi imigran oleh ribuan demonstran di Roma

Sekitar tiga ribu demonstran berkumpul di Roma menyuarakan petisi "Remigrasi dan Penaklukan Kembali". Fokus utama aksi ini adalah mendesak pemulangan para imigran.

Pengunjuk rasa menuntut deportasi bagi imigran yang melanggar hukum. Mereka juga menyoroti kelompok imigran legal yang dianggap tidak berbaur dengan masyarakat lokal.

"Kami ingin mengusir imigran ilegal keluar, karena mereka seharusnya tidak berada di sini," kata juru bicara kelompok Casapound, Luca Marsella, dilansir Associated Press.

Peserta longmars menyanyikan lagu kebangsaan dan mengibarkan bendera Italia di sepanjang rute protes. Sejumlah peserta aksi tampak melakukan salam fasis, meski secara umum situasi tetap kondusif.

2. Pensiunan jenderal bentuk partai politik baru

Tak jauh dari lokasi demonstrasi, pensiunan jenderal Roberto Vannacci mendeklarasikan partai bernama Futuro Nazionale. Partai ini ditargetkan menjadi wadah alternatif bagi pemilih berhaluan kanan dan nasionalis.

Partai baru ini menolak kebijakan pelonggaran perbatasan bagi warga asing. Sejak diperkenalkan ke publik, Futuro Nazionale mengklaim telah menghimpun lebih dari 100 ribu anggota.

"Menurut pandangan saya, tidak boleh ada seorang pun yang diizinkan masuk ke Italia," ujar Vannacci, dilansir The Straits Times.

Vannacci juga menegaskan penolakannya terhadap agenda kerja sama dengan partai moderat. Ia secara terbuka menentang kebijakan Uni Eropa, termasuk wacana utang bersama dan Kesepakatan Hijau.

3. Tantangan bagi koalisi pemerintahan PM Meloni

Kemunculan Futuro Nazionale menjadi tantangan politik baru bagi koalisi Perdana Menteri Giorgia Meloni. Dinamika ini berpotensi memecah suara dari basis pemilih sayap kanan pemerintahan saat ini.

Pemerintah Italia kini menghadapi dilema antara merangkul kelompok kanan tersebut atau menjaga jarak demi stabilitas hubungan luar negeri. Kehadiran oposisi baru ini diprediksi mengubah peta persaingan menjelang pemilu legislatif 2027.

"Kini ada kekuatan di luar mayoritas yang menantangnya dalam isu-isu populer seperti migrasi, keamanan, dan perang budaya," kata analis politik YouTrend, Lorenzo Pregliasco.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More